Archive for July, 2009

SANOTONA TELAMBANUA STMT 11 TUGAS MANDIRI

July 16, 2009

NAMA       : SANOTONA TELAMBANUA

NIM           : 2443.08.073

SUBJECT : TUGAS MANDIRI SEMINAR

 

                                                                     BAB I                                                             

                                                                    PENAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

               Dalam sistem pengoperasian sebuah kapal sebagai media angkutan laut yang sangat dominan memindahkan suatu barang hasil komoditi atau produk suatu daerah dari daerah asal ke daerah tujuan. Maka demi kelancaran operasional tersebut maka kapal tentunya oleh pihak perusahaan pelayaran mempersiapkan kelaiklautan kapal itu sendiri agar mampu bersaing dalam pasar dunia kemaritiman dalam hal ini khususnya angkutan laut  atau transportasi laut. Untuk mengoptimalkan kelancaran operasional kapal oleh pihak perusahaan pelayaran ,baik yang standart nasional maupun yang internasinal , harus memperhatikan kelayakan kapal itu sendiri melalui tingkat perawatan dan perbaikan yang sangat baik agar mampu bersaing mempertahankan kelangsungan hidup demi meningkatkan produktivitas perusahaan                                                                 Namun dalam hal ini sistem perawatan dan perbaikan kapal ,juga memperhatikan /mengontrol masalah biaya-biaya yang harus dikeluarakan oleh perusahaan seperti biaya operasi (operating cost),baik biaya tetap (fixed cost) maupun biaya tidak tetap (variable cost),agar semuanya dapat mampu mengefisiensi secara ekonomis memaksimalkan penghasilan kapal itu sendiri demi kelancara opersional dan kelasungan hidup perusahaan.Untuk itu pihak perusah pelayaran tidak boleh membiarkan kapal tidak dirawat atau menunda-nunda pekerjaan perawatan,agar opersional selalu lancar.                                                                                                                               Oleh karna armada kapal laut salah satu media angkutan sangat mempengaruhi pelayaran niaga baik pelayaran niaga yang berskala nasional maupun pelayaran skala internasional,harus mampu bersaing menggalangkan transportsi angkutan laut yang handal, karena kapal laut merupakan angkutan yang mendominasi pemindahan barang dari pulau yang satu kepulau yang lainnya.Suatu kegiatan pemindahan barang dari suatu tempat (=pelabuhan pemuatan) ketempat lain yaitu pelabuhan tujuannya ( Sudjatmiko FDC 1997 : 4). Dalam hal ini pihak perusahaan pelayaran turut mengambil bagian dalam proses pemindahan barang tersebut guna memperoleh jasa angkutan.Selain melancarkan arus barang dan mobilisasi manusia, tetapi juga membantu tercapainya pengalokasian sumber ekonomi secara optimal.Untuk itu jasa transportasi laut harus cukup tersedia secara merata dan terjangkau oleh daya beli para pegunanya.

              Bagi perusahaan pelayaran yang mempunyai armada perkapalan sebagai sarana distribusi  produk lewat laut,maka hal ini merupakan peluang yag sangat besar bagi pihak perusahaan pelayaran untuk berinvestasi di dunia kemaritiman. Hal ini dapat kita ketahui secara letak geografis bahwa banyak egara-negara didunia ini memiliki banyak kepulauan serta lautnya yang luas untuk ditempuh/dijangkau. Sepeti kita ketahui bahwa Indonesia juga salah satu diantaranya yang memiliki luas lautan 5,9 juta km2  yaitu 2/3 dari luas wilayah Indonesia yang merupakan daerah perairan dan laut yang menjadikan Negara Indonesia identik dengan Negara Maritim.Dalam hal ini pihak perusahaan pelayarhususnya PT.SAMUDERA INDONESIA GROUP sebagai salah satu perusahaan yang mempunyai armada perkapalan yaitu PT.SAMUDERA INDONESIA SHIP MANAGEMENT,turut mengambil bagian untuk menunjang kelancara operasional pelayaran niaga dengan mempersiapkan/pengadaan kapal-kapalyang laik laut,agar tidak membahayakan kapalnya sendiri,anak buah kapal, muatan yang dibawa, dang juga lingkungannya. Menurut Suyono (2000 : 48) pengertian dari laik laut

      1.  Kapal laik untuk menghadapi resiko dan kejadian secara wajar dalam pelayaran

      2.  Kapal laik untuk menerima muatan dan mengangkutnya serta melindungi

    keselamatan Muatan      dan Anak Buah Kapal (ABK) .

      3. Kapal tidak mencemarin lingkungan.

Dengan demikian  Devisi Armada dan Devisi Operasi merupakan bagian yang     memegang peranan penting dalam melakukan tindakan perawatan dan perbaikan kapal suatu perusahaan pelayaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasi perusahaan tersebut. Sistem perawatan terencana termasuk perbaikan mesin-mesin kapal adalah suatu pedoman utama pelaksanaan perawatan dan perbaikan kapal, baik yang dilakukan oleh anak buah kapal maupun perusahaan kontraktor yang dituju oleh devisi teknik untuk memperbaiki kapal. Repair and Maintenace, docking merupakan komponen komponen pelaksanaan perwatan dan perbaikan rutin kapal yang dilakukan oleh PT.SAMUDERA INDONESIA SHIP MANAGEMENT. Melalui system perawatan terencana serta perbaikan ,sudah tentu banyka mengeluarkan biaya-biaya yang sangat banyak  sehingga mempengaruhi pendapatan kapal itu sendiri .Oleh karena kapal-kapal yang beroperasi pada PT.SAMUDERA INDONESIA GROUP sudah berumur tua, maka sangat banyak perawatan-perawatan yang berkesinambungan,baik perwatan preventif maupu perwatan korektif. Diharapkan supaya perwatan dan perbaikan itu dapat meminimalisir keruskan sehingga kapal-kapal tersebut dapat mencapai target yang diharapkan yaitu pendapatan hasil usaha operasi kapal yang maksimal guna kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri .Dengan demikian maka perusahaan pelayaran harus mengupayakan pengaturan efisiensi biaya perwatan dan operasional agar memperoleh keutungan, kerena biaya operasi yang cukup besar adalah biaya perwatan dan perbaikan kapal. Dari uraian tersebut diatas, penulis memberikan judul “PENGRUH BIAYA PERAWATAN DAN PERBAIKAN TERHADAP PENDAPATAN KAPAL MT. AMANAH PADA PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP TAHUN 2005 – 2008.

B. Perumusan Masalah

Perawatan dan perbaikan merupakan merupakan kegiatan yang terpenting dalam beroperasinya sebuah kapal. Perbaikan kapal timbul akibat kerusakan yang terjadi karena usia kapal yang bertambah tua dan ausnya bagian – bagian  konstruksi dan dan kerusakan bagian system lainya yang mengakibatkan hambatan operasinal yang amat fatal  dalam arti kurangnya kemampuan kapal untuk bersaing dalam dunia pelayaran niaga, sebagai contoh pada MT. AMANAH milik PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP membuat kerugian-kerugian di berbagai aspek seperti finansial ,kepercayaan konsumen dan menurunnya frekwensi voyage sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

    1.Identifikasi maslah

              Untuk mengoprasikan sebuah kapal dibubuhkan perawatan yang rutinitas agar kapal tersebut terpelihara dengan baik dan tidak terkendalan operasional kapal dalam melaksanakan aktifitasnya sebagai media angkutan pelayaran niaga. Dan apabila permesinan kapal tersebut sudah waktunya untuk diperbaiki,maka perlu biaya pebaikan yang semuanya ini biaya – biaya yang sangat mempengaruhi pendapatan kapal.

2. Batasan Masalah

Pembatasan ini di titik beratkan pada biaya perwatan dan perbaikan pada permesinan kapal karena biaya operasional yang paling besar pengaruhnya terhadap hasil usaha pelayaran adalah pereawatan dan perbaikan mesin kapal. Didalam sikripsi ini penulis membatasi penelitian terhadap kapal MT.AMANAH ( kurun waktu 2005 – 2008 )

3. Pokok masalah

a. Bagaimana biaya perawatan dan perbaikan kapal MT.AMANAH

b. Bagaimana pendapatan kapal MT. AMANAH

c. Apakah ada hubungan antara biaya perawatan dan perbaikan terhadap    pendapatan

     kapal MT.AMANAH milik PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP.

C. Tujuan dan manfaat penelitian

 1. Tujuan Penelitian

      Penulisan ini untuk dapat mengetahui :

a.  Biaya perawatan dan perbaikan kapal yang dilaksanakan oleh anak    buah  kapal MT.AMANAH selama ini.                                   

b.  Pendapatan yang dihasilkan oleh kapal MT.AMANAH .                                                                    c.  Hubungan biaya perawatan dan perbaikan terhadap pendapatan kapal MT.AMANAH

2. Manfaat penelitiana

    a. Manfaat bagi peneliti :

        1.  Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar S1.

         2. Untuk mengetahui prosedur perawatan dan perbaikan kapal sehingga dapat  memperkaya manajemen dan biaya operasi perusahaan pelayaran yang efektif dan efisien.

    

b. Manfaat bagi perusahaan:                          

         1. Diharapkan dapat menjadi masukan dan rujukan untuk     meningkatkan               kegiatan   operasional kapal  – kapal pada PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP.

2.             Agar dapat meminimalisir kerusakan – kerusakan kapal  sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang maksimal.

  1. Mafaat bagi STMT – Tri Sakti dan masyarakat :

             1. Untuk melengkapi dan memperkaya kepustakaan di STMT – Tri Sakti

             2. Sebagai tambahan masukan bagi para teman – teman  di STMT – Tri Sakti

       3. Masyarakat dalam penelitian ini merupakan pengguna jasa yang               mengirim  dan  menerima muatan, dengankondisi konstruksi kapal dan permesinan kapal yang baik akan menjamin jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal sehingga aktifitaperekonomian masyarakat lebih terjamin.

                4.  Masukan bagi para pembaca danpeneliti lain.

D. Hipotesis

              Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga terdapat hubungan yang signifikan antara biaya perawatan dan perbaikan terhadap pendapatan kapal .

 

E. Metodologi Penelitian                                                                         

1. Metodologi pengumpulan  data                                                                                         Penulis menggunakan metode penelitian populasi mengenai hal ini Suharsini (   2003 : 120 ) mengatakan “metode penelitian populasi dimana sebuah sempel dipiliha secara langsungn sehingga hasil analisis merupakan populasisempel yang bersangkutan”. Penelitian populasi ini di ambil dari sempel  dimana sempelnya adalah kapal MT.AMANAH  milik PT. SAMUDERA INDONESI GROUP. Dan data – data dari perusahaan tersebut, berupa data primer dan data sekunder. Data primer yaitu dokumen – dokumen terjadinya kerusakan permesinan kapal serta peralatan pesawat bantu yang menunjang system kegiatan opersional kapal, laporan – laporan biaya perawatan dan perbaikan kapal dan hasil wawancara yang diperoleh dari bagian opersional,bagaian armada dan bagian teknik. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan mengenai topic pembahasan sikripsi ini.

2. Metode Analisis Data.

        Untuk permasaalahan bagian biaya perawatan dan perbaikan dianalisis melalui analisis horizontal menurut Suharsini ( 2008 : 48 ) adalah membandingkan sesuatu masalah dengan hasil yang dicapai. Untuk permasalahan pengaruh biaya perawatan dan perbaikan terhadapa pendapatan kapal MT. AMANAH tahun 2005 – 2008 dianalisis melalui analisis hubungan menurut Sugiono ( 2004 :11 ) merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

 

F. Sistematika Penulisan

                     Adapun  materi sikripsi yang akan dibahas dibagi menjadi lima bab dengan sitematika penulisan sebagai berikut :

BAB         I. Pendahuluan

Dalam bab ini berisi latar belakang kemudian perumusan masalah  dan batasan masalah  termasuk tujuan dan manfaat penulisan,selanjutnya dalam bab ini juga diuraikan   mengenai metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

BAB       II. Landasan Teori

Untuk menjelaskan lebih rinci, maka pada bab ini diuraikan tentang teori – teori yang berkenan dengan sistem perawatan dan perbaikan khususnya kapal MT. AMANAH Milik PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP, juga dijelaskan mengenai biaya operasional kapal terutama biaya harian kapal atau Ship Daily Cost ( SDC ) serta menganalisis pendapatran biaya dengan menggunakan konsep analisis Horizontal dan pengaruhnya terhadap pendapatan kapal dianalisis dengan menggunakan Analisis Hubungan.

BAB   III.   Gambaran Umum Perusahaan

Pada bab ini berisi tentang sejarah berdirinya perusahaan PT.  SAMUDERA INDONESIA         GROUP dan perkembangannya sampai saat ini. Berikut juga diuraikan mengenai struktur Organisasi dan manajemen tiap – tiap departemen termasuk bagian opersional, bagian Armada dan bagian teknik serta kegiatan – kegiatan operasionalnya yang dijalankan.  

BAB  IV.   Analisis Pembahasan

               Sebelumnya telah dijelaskan mengenai gambaran umum perusahaan  tentang objek penelitian yang didekripsikan dari hasil pengumpulan data, dan kemudian melalui analisis Horizontal dapathasil analisis biaya perawatan dan perbaikan dilanjut dengan memamparkan pengaruh perawatan dan perbaikan kapal terhadap pendapatan kapal.

BAB    V.  Penutup    

Sebagai penutup dari sikripsi ini penulis memberikan kesimpulan dan saran – saran yang nantinya akan berguna perusahaan dan dan bagi penulis mengenai hasil penelitiantentang biaya perawatan dan perbaikan terhadap pendapat kapal untuk memberikan masukan guna menentukan langkah – langkah kebijakan selanjutnya.

Risal Syam tugas mandiri Seminar

July 16, 2009

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk individu dan sosial, dalam kehidupannya memiliki fungsi yang penting di dalam masyarakat. Salah satu fungsi tersebut adalah manusia harus bekerja dalam memenuhi kebutuhannya yang beraneka ragam. Bangsa Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar seharusnya juga memiliki sumber daya manusia yang besar pula tidak saja dari segi kuantitas tetapi juga kualitasnya. Pembangunan sumber daya manusia yang produktif sebagaimana yang dikehendaki oleh pembangunan Indonesia adalah manusia yang menghargai kerja sebagai pengabdian kepada Tuhan, berbudi luhur, cakap dan terampil, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan memiliki semangat kerja yang tinggi, serta memandang hari esok dengan gairah yang optimis.
Kualitas suatu perusahaan sangat erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia yang terdapat di dalam perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas manusianya, maka sebuah perusahaan hendaknya perlu memberikan motivasi kepada awak kapal. Motivasi sangat berperan dalam menggerakkan segala daya potensi manusia yang ada ke arah pemanfaatan yang optimal, sehingga tujuan organisasi tercapai. Hal penting yang harus disadari oleh setiap organisasi atau perusahaan adalah mengetahui bahwa setiap awak kapal yang bekerja digerakan oleh suatu motif, yang pada dasarnya bersumber pada berbagai macam kebutuhan pokok individual.
Sebuah perusahaan dalam mencapai suatu keberhasilan harus melalui kerja keras dari seluruh individu yang terlibat di dalam perusahaan. Sehingga keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya merupakan hasil kerja keras dari seluruh individu yang terlibat di dalam perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan didukung oleh faktor-faktor penunjang seperti mesin, peralatan, perencanaan, informasi, metode dan program yang diterapkan.
Seperti kita ketahui bersama bahwa manusia bekerja untuk mendapatkan imbalan jasa (kompensasi), salah satunya adalah mengejar bonus perusahaan. Dengan diterapkannya sistem bonus oleh perusahaan, akan memacu semangat kerja awak kapal sehingga target yang ditetapkan oleh perusahaan akan tercapai bahkan melebihi. Dengan alasan demikian PT.Titian Bahtera Segara perlu menyusun dan mengatur sistem bonus pada awak kapal dengan memperhatikan unsur keadilan, prestasi, fungsi, tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis tertarik untuk mengambil judul : “ ANALISIS HUBUNGAN PEMBERIAN BONUS TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA AWAK KAPAL PADA PT. TITIAN BAHTERA SEGARA JAKARTA TAHUN 2008 ”.

B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah-masalah yang relevan dengan topik penelitian ini adalah :
a. Prestasi awak kapal pada PT. Titian Bahtera Segara
b. Kompensasi yang diberikan oleh PT. Titian Bahtera Segara
c. Penggajian dan Bonus awak kapal PT. Titian Bahtera Segara
d. Tingkat produktivitas kerja awak kapal PT. Titian Bahtera Segara
e. Hubungan pemberian bonus terhadap produktivitas kerja awak kapal pada PT. Titian Bahtera Segara
2. Batasan Masalah
Sehubungan luasnya masalah yang terkait dengan identifikasi di atas maka, penulisan karya ilmiah ini dibatasi hanya pada masalah yang berhubungan dengan pemberian bonus terhadap produktivitas kerja awak kapal pada PT. Titian Bahtera Segara.
3. Pokok Pemasalahan
Mendasari hasil identifikasi dan pembatasan masalah maka dapat dirumuskan pokok permasalahan sebagai berikut :
a. Bagaimana proses pemberian bonus kepada awak kapal pada PT. Titian Bahtera Segara ?
b. Bagaimana tingkat produktivitas kerja awak kapal pada PT. Titian Bahtera Segara ?
c. Bagaimana hubungan antara pemberian bonus dengan produktivitas kerja awak kapal pada PT. Titian Bahtera Segara ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui bagaimana proses pemberian bonus kepada awak kapal pada PT. Titian Bahtera Segara Jakarta Tahun 2008.
b. Untuk mengetahui bagaimana tingkat produktivitas kerja awak kapal pada PT. Titian Bahtera Segara Jakarta Tahun 2008.
c. Untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara pemberian bonus dengan produktivitas kerja awak kapal pada PT. Titian Bahtera Segara Jakarta Tahun 2008.
2. Manfaat Penelitian
a. Bagi Penulis
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan secara langsung mengenai kesesuaian teori dengan kondisi yang sesungguhnya, khususnya tentang pemberian bonus terhadap produktivitas kerja awak kapal.
b. Bagi Perusahaan
Sebagai salah satu bahan masukan dan pertimbangan yang mungkin bermanfaat bagi perusahaan, khususnya PT. Titian Bahtera Segara Jakarta.
c. Bagi Lembaga Pendidikan
Sebagai sumbangan pemikiran dan dapat dipergunakan oleh kalangan akademisi untuk dijadikan bahan referensi dan untuk di kritisi, mengenai pemberian bonus dengan produktivitas kerja awak kapal.

D. Metodologi Penelitian
1. Jenis dan Sumber Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif yang diperoleh melalui kuisioner dan data kuantitatif melalui skor data kualitatif berdasarkan skala Likert. Sedangkan data yang digunakan adalah data primer dengan penyebaran kuisioner di lapangan.

2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulannya. Sugiyono (2005 : 55). Populasi dalam penelitian ini adalah awak kapal PT. Titian Bahtera Segara Jakarta.
Sampel adalah bagian dari populasi atau bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sugiyono (2005 : 56). Jumlah sampel yang diambil dari penelitian ini adalah 30 orang.

3. Metode Pengumpulan Data
a. Riset Lapangan (Field Research)
Metode penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan secara langsung dari obyek penelitian atau perusahaan yang diteliti. Dalam memperoleh data tersebut penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu :
1) Pengamatan secara langsung (Observasi)
Yaitu melakukan pengamatan langsung ke lokasi yang berhubungan dengan penulisan skripsi.
2) Melakukan Wawancara (Interview)
Dilakukan secara lisan kepada pihak-pihak yang berwenang dalam memberikan data dan keterangan-keterangan yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.
3) Kuisioner (Questionaire)
Kuesioner melakukan teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk mendapatkan data primer dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan tertulis kepada awak kapal. Skala pengukuran kuisioner berdasarkan skala Likert, memberikan bobot setiap jawaban yang diberikan responden. Istijanto (2005 : 81).
SS : Sangat Setuju Nilai Bobot = 5
S : Setuju Nilai Bobot = 4
RR : Ragu-ragu Nilai Bobot = 3
TS : Tidak Setuju Nilai Bobot = 2
STS : Sangat Tidak Setuju Nilai Bobot = 1

b. Riset Kepustakaan
Data kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan informasi dan landasan teori yang digunakan sebagai dasar untuk menganalisis permasalahan, dengan mempelajari sumber tertulis seperti literatur, jurnal, artikel dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan permasalahan dan penelitian skripsi ini, guna memudahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini.

4. Metode Analisis Data
Metode yang digunakan dalam menyusun skripsi ini adalah deskriptif, yaitu meneliti fenomena yang sedang terjadi dengan mengumpulkan data yang aktual dan mengolahnya serta melakukan analisis data, sehingga akhirnya diperoleh suatu kesimpulan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah :
a. Analisis Regresi Linear Sederhana
Untuk menganalisis data dari dua variabel berbeda fungsi, dimana data pertama sebagai variabel bebas (pemberian bonus) dan data kedua sebagai variabel terikat (produktivitas kerja awak kapal), maka digunakan analisis statistik yang ditulis oleh J. Supranto (2001 : 207).
Persamaan garis regresi linear :
Y = a + bX
a =
b =
dimana :
X : Variabel Bebas (pemberian bonus)
Y : Variabel Terikat (produktivitas kerja awak kapal)
a : Bilangan Konstanta
b : Koefisien Regresi
n : Jumlah Observasi / Pengukuran
b. Koefisien Korelasi
Suatu metode untuk mengetahui apakah variabel X dan Y mempunyai hubungan atau tidak. J. Suparnto (2001 : 208).
Rumus :
r =
dimana :
1) Jika r = +1 atau mendekati 1, berarti ada hubungan X dan Y positif sangat kuat.
2) Jika r = 0 atau mendekati 0, berarti tidak ada hubungan antara X dan Y, atau hubungan sangat lemah.
3) Jika r = -1 atau mendekati -1, berarti ada hubungan antara X dan Y yang sangat kuat, tetapi negatif.
Tabel I.1
Koefisien Korelasi dan Taksiran
Interval Interprestasi
0,00 – 0,199
0,20 – 0,399
0,40 – 0,599
0,60 – 0,799
0,80 – 0,999
1 Sangat Lemah
Lemah
Cukup Kuat
Kuat
Sangat Kuat
Sempurna
Sumber : Sugiyono, (2001 : 149)

c. Analisis Koefisien Penentu (Kp)
Langkah ini diambil guna melihat kontribusi atau pengaruh variabel X terhadap variabel Y. J. Supranto (2001 :212).
Rumus :
Kp = r2 x 100%.
dimana :
Kp = Koefisien Penentu
d. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan nilai thitung dengan ttabel
1) Hipotesis Awal
H0 :  = 0 tidak ada hubungan antara variabel X dan variabel Y.
H1 :  > 0 ada hubungan yang siginifikan antara variabel X dan variabel Y.
2) Rumus thitung menurut Sugiyono (2005 : 215)
thitung =
3) Membandingkan hasil observasi dengan tabel
thitung = ttabel (= 5 % dan df = n-2)
4) Kesimpulan
Jika thit ttabel maka, H0 ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.

E. Hipotesis
Hipotesis atau jawaban sementara yang didapat dari penelitian ini adalah diduga terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pemberian bonus (variabel X) dengan produktivitas kerja (variabel Y) pada PT. Titian Bahtera Segara.

F. Sistematika Penulisan
Sebagai gambaran umum dalam penulisan skripsi ini maka penulis menyusun suatu sistematika dalam bentuk garis besarnya sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, hipotesis dan sistematika penulisan

BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini akan dikemukakan beberapa teori yang secara langsung berkaitan dengan masalah penelitian sehingga dapat mendukung pemecahan dalam rangka pencapaian tujuan penelitian

BAB III GAMBARAN UMUM PT. TITIAN BAHTERA SEGARA JAKARTA
Dalam bab ini menguraikan sejarah singkat perusahaan organisasi dan manajemen perusahaan, serta kegiatan usaha.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menguraikan analisis pemberian bonus, analisis produktivitas kerja awak kapal, dan analisis hubungan antara pemberian bonus dengan produktivitas kerja awak kapal dengan menggunakan metode analisis regresi linear sederhana, koefisien korelasi, koefisien penentu dan pengujian hipotesis yang rumus-rumusnya telah dijelaskan pada bab I.

BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir, yaitu kesimpulan dari bab IV serta penyampaian saran-saran oleh penulis yang didapat dari hasil penelitian penulis pada PT. Titian Bahtera Segara Jakarta.

DANIEL L. TOBING STMT 11 (NIM: 2443.08.054)

July 16, 2009

NAMA : DANIEL L. TOBING

NIM     : 2443.08.054

SUBJECT : TUGAS MANDIRI SEMINAR

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.Latar Belakang Masalah

      Bagi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dalam menangani angkutan laut khususnya peti kemas saperti PT. ABC, dimana pelayanannya harus cepat, tepat, lancar, teratur yang merupakan persyaratan utama sehingga dalam menjalankan kegiatannya, PT. ABC memiliki kendala dalam kegiatan operasionalnya,yaitu jumlah muatan yang banyak akan berpengaruh terhadap lamanya sandar kapal di pelabuhan;sehingga antrian kapal yang masuk ke pelabuhan semakin tinggi. Akibatnya semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkandan sebaliknya.

      Perusahaan melakukan kebijakan untuk meningkatkan kualitas pelabuhan yaitu dengan menyediakan dan mengusahakan fasilitas pelabuhan yang memungkinkan kapal dapat berlabuh dengan cepat dan melakukan kegiatan bongkar muat dengan cepat pula, sehingga perusahaan menetapkan alokasi tempat tambatan dan menetapkan target produksi bongkar muat. Disamping itu perusahaan juga mengawasi tempat tambatan sesuai dengan perencanaan sebelumnya,dengan demikian terminal operator dan fasilitas pelabuhan dapat meningkatkan penampilan pelabuhan dengan pelayanan yang prima, handal dan berkualitas. Jumlah muatan yang banyak dapat berpengaruh terhadap kapal sandar, sehingga waktu sandar kapal menjadi lebih lama yang mengakibatkan waktu sandar kapal tidak sesuai dengan keberangkatan maupun kedatangan di pelabuhan berikutnya. Hal tersebut dapat membuat biaya operasional meningkat dan kepercayaan konsumen menurun sehingga mereka akan mengalihkan peti kemasnya ke perusahaan terminal peti kemas lainnya.

      Hal inilah yang menarik penulis dalam penyusunan skripsi. Sejauh mana kemampuan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh pelabuhan dalam menangani arus barang yang ada di atas kapal maupun di lapangan atau di gudang demi terselenggaranya pelayanan yang memadai serta memuaskan pelanggan atau pengguna jasa pelabuhan di masa yang akan datang.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengambil dan mengulas skripsi dengan judul ” HUBUNGAN JUMLAH MUATAN DENGAN LAMA SANDAR KAPAL DI PELABUHAN PADA PT. ABC TAHUN 2006 – 2008  “.

 

B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi masalah

a. Kecepatan bongkar muat barang di pelabuhan berfluktuasi.

b. Gejala lamanya kapal sandar di pelabuhan mengikuti jumlah muatan

c. Hubungan jumlah muatan yang diangkut di atas kapal terhadap lama sandar kapal di pelabuhan.

d. Kurangnya kesiapan alat produksi bongkar muat.

e. Kesalahan manusia di lapangan.

f. Faktor cuaca yang kurang mendukung.

2. Batasan Masalah

     Melihat dari identifikasi masalah tersebut maka penulis membatasi masalah yang dihadapi oleh PT. ABC mengenai seberapa besar hubungan Box Crane Hour dengan Berth Ocupancy Ratio yang ditangani tahun 2006 – 2008, kesiapan alat bongkar muat , SDM , serta faktor cuaca.

3. Pokok Masalah

     Dari latar belakang masalah tersebut di atas dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut:

  1. Berapa banyak jumlah muatan yang diangkut pada PT. ABC periode 2006 – 2008 ?
  2. Bagaimana lamanya sandar kapal di pelabuhan pada PT. ABC 2006 – 2008 ?
  3. Apakah ada hubungan antara jumlah muatan yang diangkut terhadap lama sandar kapal di pelabuhan ?

 

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui jumlah muatan yang diangkut pada PT. ABC tahun 2006 – 2008 .
  2. Untuk mengetahui lamanya sandar kapal di pelabuhan pada PT. ABC tahun 2006 – 2008.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara jumlah muatan yang diangkut di atas kapal terhadap lama sandar kapal di pelabuhan pada PT.ABC tahun 2006 – 2008.

 

 

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagi Penulis

Mengembangkan ilmu dan pengetahuan mengenai faktor – faktor yang dapat berpengaruh terhadap jumlah muatan yang diangkut oleh kapal.

  1. Bagi Perusahaan

Menjadi bahan acuan dalam menyempurnakan kebijakan dan program dalam menentukan arah strategi usaha yang dilakukan pada masa yang akan datang dan sebagai alat evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

  1. Bagi Masyarakat

Sebagai sumbangan pemikiran bagi masyarakat sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan masukan dan sumbangan ilmu pengetahuan mengenai faktor – faktor yang berpengaruh terhadap jumlah muatan yang diangkut kapal container.

 

D. Metodologi Penelitian

      Menurut Ibnu Subiyanto ( 1998 : 1 ) Metodologi Penelitian merupakan suatu usaha pembuktian terhadap suatu objek penelitian untuk memperoleh kebenaran dari permasalahan dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk menghasilkan hasil yang obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara

( interview ) dengan tanya jawab secara langsung dengan pihak – pihak yang terkait di PT. ABC, yaitu kepala divisi operasional dan divisi perencanaan yang melakukan pengamatan sekitar ( observasi ) terhadap jumlah muatan yang dibongkar maupun dimuat serta melakukan pengumpulan data berupa data matang yang diperoleh dari perusahaan. Agar penulisan skripsi ini dapat dipertanggungjawabkan penyusunannya, maka untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian sebagai berikut :

  1. Jenis dan sumber data
  1. Jenis Data

Data kuantitatif yang merupakan karateristik dari suatu variabel yang nilainya dalam bentuk numerical atau angka. Dimana dalam melakukan observasi atau pengukuran data ini sangat dibutuhkan sebagai tolak ukur dari kebenaran data tersebut.

  1. Sumber Data
    1. Data primer, yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dilapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau orang yang bersangkutan yang memerlukannya.
    2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari perusahan dengan mempelajari buku – buku yang ada hubungan dengan permasalahan yang ada dalam skripsi ini.
    3. Metode pengumpulan data

            Untuk memeperoleh data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode sebagai berikut :

 

  1. Penelitian Lapangan ( Field Research )

Merupakan data yang diperoleh secara langsung pada obyek penelitian.

Adapun pengumpulan data melalui :

  1. Observasi

Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan peninjauan ke tempat obyek yang diteliti dan memeperoleh data melalui pengamatan secara langsung.

  1. Wawancara

Dalam hal ini mengadakan wawancara atau Tanya jawab dengan orang – orang yamng memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai data yang dicari, masalah yang timbul dan solusi dari masalah itu. Wawancara ini ditujukan kepada pemimpin dan karyawan.

  1. Penelitian Kepustakaan ( Library Research )

Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan cara mempelajari data sekunder, yaitu melalui buku – buku literatur, teks books, majalah dan laporan lain mengenai masalah penelitian ini.

  1. Metode Analisis Data

      Metode deskriptif kuantitatif dilakukan dengan menggunakan teori yang relevan untuk membahas hubungan antara jumlah muatan yang diangkut dengan lama sandar kapal di pelabuhan pada PT. ABC tahun 2006 – 2008. Khususnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti untuk kemudian ditarik kesimpulan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, yaitu suatu data yang menggunakan analisis statistik dalam pross analisisnya, yang meliputi :

  1. Analisa regresi linear

“ Analisa regresi linear merupakan data untuk mengukur besarnya pengaruh antara  variabel X terhadap variabel Y “.

Y = a + bx

Y = Variabel dependent

X = Variabel independent

a = Konstanta

b = Koefisien regresi

n = Tahun

Mancari nilai a dan b

 

 

 

 

  1. Koefisisen Korelasi

“ Koefisien korelasi merupakan alat untuk membuktikan kuat atau tidaknya hubungan antara variabel X terhadap variabel Y”.

 

 

Kesimpulan :

  1. Jika r = 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali.
  2. Jika r = 1, maka hubungan antara kedua variabel tersebut dikatakan positif dan sangat kuat sekali.
  3. Jika r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan kedua variabel tersebut dikatakan negatif atau sangat kuat sekali.

 

  1. Koefisisen Penentu

Digunakan untuk mengetahui barapa besar kontribusi / pengaruh dari variabel x terhadap naik turunnya variabel y dengan rumus :

KP = r2 x 100%

Keterangan :

KP = Koefisisen Penentu; Koefisien Korelasi X dan Y

 

  1. Uji Hipotesis

“ Suatu criteria yang biasa menyebutkan satu per satu hasil apa yang bias untuk menentukan ditolak atau diterimanya suatu hipotesis ‘

  1. Uji satu arah ( one tail )

Ho : P = 0, tidak ada hubungan yang signifikan antara X dan Y.

H1 : P > 0, ada hubungan yang signifikan antara X dan Y.

  1. Mencari thitung
  2. Bandingkan thitung dengan ttabel( t hit = α ; α f = n – 2 )
  3. Kesimpulan

Jika thitung < ttabel, maka Ho = diterima, dan Ha = ditolak artinya hubungan X dan Y tidak signifikan.

Jika thitung > ttabel, maka Ho = ditolak dan Ha = diterima artinya hubungan X dan Y signifikan.

 

E. Hipotesis

Diduga terdapat hubungan yang positif antara jumlah muatan dengan lama sandar kapal di pelabuhan pada PT. ABC periode 2006 – 2008.

 

F. Sistematika Penulisan

Agar dapat memudahkan penulis dalam mengkaji dan menjelaskan secara sederhana  masalah – masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini, maka secara garis besar sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :

 

Bab I         Pendahuluan

Pada bab ini penulisan menguraikan alasan penulis memilih judul dan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

 

 

 

 

Bab II       Landasan Teori

Dalam bab ini menguraikan mengenai pengertian muatan, pengertian kapal, pengertian pelabuhan, konsep analisis Box Crane Hour, Berth Ocupancy Ratio, konsep teori analisis hubungan.

 

Bab III      Gambaran umum perusahaan PT.ABC

PT. ABC terdiri dari sejarah singkat perusahaan, organisasi dan manajemen perusahaan serta kegiatan usaha perusahaan.

 

Bab IV      Analisis Pembahasan

Pada bab ini merupakan ulasan dan uraian hasil penelitian yang didalamnya dijelaskan tentang analisa jumlah muatan pada PT. ABC tahun 2006 – 2008, analisis lama sandar kapal, hubungan jumlah muatan yang diangkut terhadap lama sandar dipelabuhan.

 

Bab V       Penutup

Merupakan bab akhir, dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dan saran.

 

Tugas mandiri Searching di internet masalah transportasi laut

 

 

Transportasi Laut Masih Tertinggal

 

INILAH.COM, Ambon – Menteri Menteri Negara (Meneg) Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Lukman Edy, mengaku pemerintah pusat belum serius memperhatikan pembangunan transportasi laut dan perairan, sehingga berdampak daerah dengan yang memiliki karakteristik wilayah laut dan perairan luas masih tertinggal.

“Khusus program pembangunan di bidang perhubungan, perhatian pemerintah pusat masih terkonsentrasi untuk bangun transportasi darat, sedangkan laut dan perairan belum mendapatkan perhatian serius,” kata Meneg PDT, Lukman Edy, saat bertatap muka dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah, di Masohi, Senin (03/3) petang.

Di sisi lain, pemerintah daerah khususnya daerah yang memiliki karakteristik wilayah perairan dan laut yang lebih luas dari daratan, juga belum mampu mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap persoalan transportasi laut dan perairan.

Hal ini, kata Menteri, berdampak pembangunan di beberapa daerah pedalaman, malah cenderung memiliki kemajuan lebih signifikan, dibanding daerah-daerah yang berada di wilayah pesisir, karena telah ditunjang dengan pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat yang memadai.

“Pembangunan transportasi laut dan perairan belum dimaksimalkan, padahal wilayah seperti provinsi Maluku termasuk Maluku Tengah (Malteng) memiliki jalur transportasi laut dan perairan lebih besar dibanding daratan. Makanya banyak daerah terutama di wilayah pesisir Maluku belum tersentuh program pembangunan dan daerahnya masih terisolir karena kurang sarana transportasi lautnya,” katanya.

Sehubungan dengan itu, Lukman Edi menyambut baik rencana Pemprov Maluku mengembangkan program trans Maluku, yang diharapkan bisa menjawab berbagai masalah keterbatasan sarana dan prasarana perhubungan, khususnya transportasi laut dan perairan.

“Pemprov Maluku bersama Pemkab dan Pemkot juga harus mendorong pemerintah pusat agar memberikan perhatian besar terhadap masalah transportasi laut dan perairan, sehingga masalah rentang kendali dan keterisolasian wilayah yang dihadapi selama ini dihadapi, dapat teratasi,” katanya.

Khusus menyangkut program pembangunan secara nasional, menurut Meneg Lukman Edy, selama ini dirasakan belum memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah secara optimal, sehingga hasilnya belum mampu menyejahterakan masyarakat.

Sehubungan dengan itu, ia mengimbau pemerintah di masing-masing daerah dalam mengusulkan program pembangunan ke pusat, harus mengacu pada potensi daerah serta programnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah juga diminta melaksanakan program pembangunan termasuk infrastruktur yang dapat mengakses pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Terkait bencana alam dan konflik sosial yang terjadi di beberapa daerah, Menteri Lukman Edy, mengaku berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, dan bahkan proses pembangunan akan mengalami kemunduran 10 hingga 15 tahun.

Ia mencontohkan Maluku pascakonflik sosial sejak 1999 lalu, terpaksa harus melakukan perbaikan dan rehabilitasi terhadap infrastruktur yang rusak. “Tentunya ini membutuhkan biaya yang besar serta waktu yang tidak sedikit,” katanya.

Menteri menambahkan, Pemprov Maluku membutuhkan waktu beberapa tahun untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, sedangkan program pemberdayaan tidak berjalan maksimal dan dampaknya pertumbuhan ekonomi yang menurun dan meningkatkan angka kemiskinan. [*/R1]

Perumusan Masalah

 

Identifikasi Masalah

 

  1. Kurangnya Perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan transportasi laut dan perairan.
  2. Luasnya daerah perairan Indonesia
  3. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan jasa nagkutan laut.
  4. Tingginya biaya angkutan laut sehingga masyarakat cenderung menggunakan jalur darat.
  5. teknologi pengembangan transportasi laut masih belum memadai dalam peningkatan sarana transportasi laut.

 

 

 

 

 

 

Batasan Masalah

 

Berdasarkan uraian permasalahan di atas, penulis membatasi penelitian pada masalah kurangnya perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan transportasi laut dan teknologi pengembangan transportasi laut masih belum memadai dalam peningkatan sarana transportasi laut.

 

Pokok Masalah

 

  1. Bagaimana kurangnya perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan transportasi laut sehingga transportasi laut tertinggal ?
  2. Bagaimana teknologi pengembangan transportasi laut masih belum memadai dalam peningkatan sarana transportasi laut sehingga mengakibatkan transportasi laut tertinggal ?

TUGAS MANDIRI SEMINAR. HERWANDI. BP3IP-STMT 11

July 16, 2009

HERWANDI

NIM : 2443.08.068

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.  Latar Belakang Masalah

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki armada angkutan laut antar pulau yang jumlahnya cukup besar. Hingga tahun 2007 jumlah kapal laut yang berbendera Indonesia mencapai 5863 armada dengan tipe dan ukuran yang telah dikelaskan oleh Biro Klasifikasi Indonesia  (BKI).

Keberadaan armada laut mempunyai peran yang sangat penting dalam menunjang berbagai kegiatan jasa pelayanan di laut yaitu dalam bidang pelayanan angkutan transportasi, eksploitasi sumber daya laut dan berbagai bidang kegiatan di laut lainnya.

Convention On The International Regulations For Preventing Collisions At Sea 1972 yang secara umum disebut sebagai Collision Regulation 1972 atau disingkat COLREG 1972, jika dalam bahasa Indonesianya dikenal sebagai Peraturan International Maritime Organization (IMO) no.A 464 (XII) tentang peraturan yang berlaku secara International dan harus dipatuhi serta dilaksanakan secara utuh oleh semua kapal, pemilik kapal, Nakhoda dan awak kapal agar tidak terjadi kecelakaan di laut. Collision Regulation 1972 ditandatangani oleh semua anggota International Maritime Organization pada bulan Oktober 1972 di London dan Indonesia adalah merupakan salah satu Negara yang ikut serta di dalam pendatanganan tersebut. Collision Regulation 1960 yang sudah tidak sesuai lagi sehingga diperlukan adanya perubahan dan penambahan yang sesuai dengan :

  1. Resolusi Intergovermental Maritime Consultative Organization (IMCO) A. 466 tanggal 19 November 1981 yang berlaku mulai tanggal 19 November 1983.
  2. Resolusi International Maritime Organization (IMO) A. 626 (XV) tanggal 19 November 1987 yang berlaku mulai tanggal 19 November 1989.
  3. Amandemen tahun 1993.

Tujuan penerapan Collision Regulation 1972 yang terdiri dari 38 aturan dan 4 lampiran tersebut adalah untuk mencapai keselamatan kapal, awak kapal, penumpang, muatan serta dapat mencegah terjadinya pencemaran laut dan hal tersebut menjadi tanggung jawab nakhoda serta awak kapal, penumpang, muatan serta dapat mencegah terjadinya pencemaran laut dan hal tersebut menjadi tanggung jawab nakhoda serta awak kapalnya.

Human error merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan laut terbesar yang selama ini terjadi di Indonesia, dalam banyak kasus yang seharusnya bisa mencegah itu adalah mereka yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas navigasi di atas kapal-kapal yang dimaksud, oleh sebab itu di dalam mengemban tugas-tugasnya seorang nakhoda kapal harus memahami dan menerapkan Collision Regulation 1972 secara utuh, begitu juga dengan perwira jaga navigasi yang  ketika melaksanakan dinas jaga laut adalah sebagai wakil dari nahkoda dan tanggung jawabnya setiap waktu adalah melaksanakan tugas jaganya dengan seksama serta memastikan bahwa pengawasan yang efisien selalu terpelihara untuk mencegah terjadi kecelakaan di laut.

Sejalan dengan perkembangan tehnologi dunia di bidang perkapalan dan pelayaran, dimana jumlah kapal-kapal niaga dari berbagai jenis dan ukuran serta kecepatannya terus meningkat, maka faktor keselamatan pelayaran menjadi persyaratan utama di dalam mengoperasikan kapal-kapal. Dalam hal ini setiap Nahkoda dan perwira jaga navigasi harus dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah terjadinya bahaya-bahaya di laut seperti bahaya kapal kandas, bahaya tubrukan dan sebagainya. Berdasarkan laporan hasil penelitian oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Inggris yang berjudul “Major Marine  Collision   and  Effects  of   Prevention   Recommendations”    tertanggal 9 September 1981 menyebutkan bahwa penyebab utama terjadinya tubrukan di laut dari tahun 1970 hingga tahun 1979 adalah karena kesalahan manusia (Human Error).

International Chamber of Shipping (ICS) dalam laporannya nomor 15, January 1996 menyimpulkan sebab-sebab kecelakaan laut, baik itu tubrukan maupun kekandasan kapal dari berbagai penyelidikan pada tingkat internasional. Ada 2 faktor penyebab utamanya yaitu :

  1. Kegagalan dalam memelihara suatu tugas navigasi yang memadai.
    1. Kelemahan dalam penampilan organisasi anjungan.

Tidak ada bukti yang menunjukkan kekurangan yang serius dari perwira jaga navigasi yang berhubungan dengan pelatihan dasar untuk keahlian bernavigasi maupun kemampuan untuk menggunakan instrumen-instrumen dan peralatan navigasi, kecelakaan laut itu terjadi karena kesalahan manusia yang mana semua manusia cenderung berbuat kesalahan dalam suatu situasi dimana tidak ada petugas navigasi yang secara terus-menerus mampu mendeteksi sebelum sebuah kecelakaan terjadi, oleh sebab itulah maka penulis terdorong untuk melakukan penelitian dan menyusunnya dalam bentuk skripsi dengan judul :

”ANALISIS HUBUNGAN PENERAPAN COLLISION REGULATION 1972 TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN PADA ARMADA PT BERLIAN LAJU TANKER TAHUN 2009 ”.

 

B.  Perumusan Masalah

     1.  Identifikasi  masalah

Banyak permasalahan yang sering dihadapi oleh perwira jaga navigasi ketika melaksanakan tugas jaga laut, terutama yang berhubungan dengan keselamatan pelayaran, adapun identifikasi masalahnya yaitu :

  1. Masalah kurangnya pemahaman tentang Collision Regulation 1972 yang terdiri dari 38 aturan dan 4 lampiran.
  2. Masalah kurangnya pengetahuan tentang komputerisasi yang berkaitan dengan peralatan bantu navigasi.
  3. Masalah kurangnya kemampuan dalam komunikasi internasional yaitu dalam bahasa inggris.
  4. Masalah kurang profesionalisme dan kualitas sumber daya pelaut indonesia sesuai dengan Seaferers Training Certification and Watchkeeping (STCW) amandemen 1995.

2.  Batasan masalah

Karena adanya keterbatasan waktu, tenaga, dana, buku-buku referensi dan teori-teori yang ada, maka tidak ada masalah yang telah di identifikasi akan diteliti sehingga perlu dibatasi agar penelitian ini dapat dilakukan secar lebih mendalam, untuk itu maka penulis menetapkan batasan masalah hanya pada hubungan penerapan  Collision Regulation 1972 (variable bebas) terhadap keselamatan pelayaran (variable terikat) pada kapal-kapal milik PT.Berlian Laju Tanker.

  1. 3.      Rumusan masalah 

Agar masalah dapat terjawab secara akurat dan sistematis, maka masalah yang akan diteliti perlu dirumuskan secara spesifik oleh penulis, yaitu  :

  1. Bagaimana mutu penerapan Collision Regulation 1972 pada kapal-kapal milik PT. Berlian Laju Tanker sudah baik ?
  2. Bagaimana tingkat keselamatan pelayaran pada kapal-kapal milik PT. Berlian Laju Tanker sudah memadai ?
  3. Apakah ada hubungan antara penerapan Collision Regulation 1972 terhadap pelayaran  ?

 

 

 

 

 

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

     1.  Tujuan penulis dalam melakukan penelitan ini adalah :

             a. Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa baik penerapan Collision Regulation 1972 oleh perwira jaga navigasi yang bertugas di kapal-kapal milik PT. Berlian Laju Tanker.

  b.  Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa baik usaha PT. Berlian Laju Tanker dalam memenuhi standar keselamatan pelayaran bagi kapal-kapalnya.

c.   Untuk mengetahui bagaimana hubungan penerapan Collision Regulation 1972 terhadap keselamatan pelayaran di Indonesia.

2.   Manfaat dari penelitian ini adalah :

a.  Bagi penulis, diharapkan mendapatkan wawasan serta memahami tentang sumber daya manusia terhadap pemahaman ”COLREG ’72”  dan mampu mempraktekan teori-teori yang didapat selama mengikuti pendidikan.

b. Bagi perusahaan, dapat digunakan sebagai bahan masukan serta sumbangan pemikiran dalam mengambil suatu keputusan perusahaan yang lebih bijaksana dimasa yang akan datang.

c. Bagi masyarakat dan kampus, dapat digunakan sebagai informasi    tambahan dan sumbangan ilmu pengetahuan.

 

 

 

 

  1. D.    Metodologi Penelitian

1.  Jenis dan sumber data

Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang diangkakan ( kuantitatif ) dengan meggunakan skala pengukuran, adapun sumber datanya adalah sumber primer dan sumber sekunder.

  1. 2.   Populasi dan sampel 

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perwira jaga navigasi yang bekerja di kapal-kapal milik PT Berlian Laju Tanker dan sebagai sampelnya diambil 30 perwira jaga navigasi yang bekerja di kapal-kapal milik PT. Berlian Laju Tanker.

3.   Teknik pengumpulan data 

Tehnik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini antara lain adalah :

a.   Riset lapangan

Untuk memperoleh data primer melalui riset lapangan,.Pengumpulan data dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

1). Survei

Tehnik pengumpulan data dimana penulis berhubungan langsung dengan masalah yang sedang diteliti guna mendapatkan data-data yang diharapkan.

 

 

 

2). Angket/kuesioner

     Suatu alat pengumpulan data yang menggunakan sejumlah pertanyaan    secara tertulis guna memperoleh info yang akurat dari para responden berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti. penulis menggunakan tehnik kuesioner dengan menunjuk skala Likert yang dibagikan penulis kepada 30 responden sebagai sampel dalam penelitian ini.

      Skala Likert:

      5  Sangat baik

      4  Baik

      3  Cukup baik

      2  Kurang baik

      1  Tidak baik

3). Observasi

     Mengamati langsung kegiatan-kegiatan yang berlangsung dilokasi penelitian guna mendapatkan data yang relevan untuk kemudian diolah dan dianalisa.

b.   Riset kepustakaan

Agar skripsi ini tidak menyimpang jauh dari teori-teori yang ada dan untuk memperoleh data sekunder guna melengkapi data-data yang sudah tersedia, maka dalam riset kepustakaan ini penulis menggunakan beberapa buku, kamus dari perpustakaan.

 

4.   Teknik analisis data

Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan oleh penulis adalah rumus-rumus statistik sebagai berikut :

a.   Analisis regresi linear sederhana

Y = a + bX

Sumber : Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi ( 2005 : 237 )

Dimana :

X =  Subyek dalam variabel independen ( mempunyai nilai tertentu )

Y =   Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan

a =    Harga Y bila X = 0 ( konstanta )

b =    Koefisien regresi

Adapun rumus untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :

a   =   ( ∑ Y )( ∑ X2) – ( ∑X )( ∑XY )

      n ∑X2 – ( ∑X )2

 

 

 

Sumber: Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi (2005 : 238)

b  =   n ∑XY – ( ∑X )( ∑Y )

  n ∑X2 – ( ∑X )2

 

                                                                            

 

 

 

                      Sumber : Sugiyono, Metode Penelitian Admnistrasi (2005 : 239 )

 

r  =                   n ∑XY – ( ∑X )( ∑Y )           

√{n ∑X2 – ( ∑X )2}√{ n∑Y2- ( ∑Y)2 }

b.   Koefisien korelasi Pearson Product Moment

 

 

                     Sumber : Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi ( 2005 : 212 )

 

Dimana :

               n = Jumlah responden

               r = Koefisien Korelasi

              X = Skor pertanyaan

              Y = Skor total

Kesimpulan :

  1. Jika r = 0 berarti tidak ada hubungan antara X dan Y
  2. Jika r = + 1 atau mendekati +1 berarti ada hubungan antara X dan Y positif dan sangat kuat
  3. Jika r = -1 atau mendekati -1 berarti ada hubungan antara X dan Y sangat kuat tetapi negatif

Untuk dapat memberi interpretasi terhadap kuatnya hubungan itu, maka penulis menggunakan pedoman seperti yang tertera pada tabel berikut ini :

Tabel VIII

Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi

Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199

0,20 – 0,399

0,40 – 0,599

0,60 – 0,799

0,80 – 1,000

Sangat rendah

Rendah

Sedang

Kuat

Sangat kuat

Sumber data : Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi ( 2005 : 214 )

 

 

 

c.   Koefisien penetuan ( KP )

      Setelah nilai koefisien korelasi( r ) didapat, maka koefisien penentunya dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

KP = r2 . 100%

Sumber : Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi ( 2005 : 215 )

Dimana :

               KP = Koefisien Penentu

r  = Koefisien Korelasi

d.   Uji hipotesis

Untuk menguji signifikasi hubungan, yaitu apakah hubungan yang ditemukan itu berlaku untuk seluruh populasi, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan rumus uji signifikasi korelasi product moment yaitu :

t hitung =  r . √ ( n – 2 )

                   √ ( 1 – r2 )

Sumber : Sugiyono, Metode Penelitian  Administasi ( 2005 : 214 )

 

Harga t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga t tabel

( lampiran 3), taraf kesalahan ( α ) 5 % uji dua pihak ( ½ α) dan

dk = n – 2. Dalam peneltian ini berlaku hipotesis statistik sebagai berikut :

Ho : r = 0 ( tidak ada hubungan )         

                                                              

Ho : r ≠ 0 ( ada hubungan )

Sumber : Sugiyaono, Metode Penelitian Administrasi ( 2005 : 215 )

 

 

 

E.  Hipotesis Penelitian

   Berdasarkan pada rumusan masalah penelitian di atas, maka hipotesis penelitiannya adalah terdapat hubungan positif antara penerapan Collision Regulation 1972 terhadap keselamatan pelayaran, dengan kata lain apabila Collision Regulation 1972 diterapkan dengan baik maka tingkat keselamatan pelayaran akan semakin tinggi.

 

F.  Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam memahami isi skripsi secara kesuluruhan, maka penulis membagi skripsi ini dalam 5 bab dengan sistematika sebagai berikut :

Bab I     Pendahuluan

Menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah yang meliputi   pembahasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, hipotesis, metode penelitian serta sistematika penulisan skripsi.

Bab II    Landasan Teori

Menguraikan teori yang berkaitan dengan judul skripsi secara deduktif dari teori yang berlingkup luas hingga ke teori yang akan digunakan untuk menganalisis permasalahan, pada bab ini juga penulis akan menguraikan secara singkat dan sistematis tentang variabel penelitian.

Bab III  Gambaran Umum Perusahaan

Penulis akan menguraikan sejarah singkat, organisasi dan manajemen perusahaan Berlian Laju tanker.

Bab IV   Analisis dan Pembahasan

Pada bab ini akan dibahas oleh penulis adalah masalah-masalah yang diungkapkan dalam perumusan masalah dan masalah tersebut akan dianalisis dengan teori dan alat analisis yang telah dipilih dan ditentukan oleh penulis.

Bab V    Penutup

Pada bab terakhir ini berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan diambil dari bab IV yaitu analisis dan pembahasan, sedangkan saran disesuaikan dengan pembahasan dari perumusan masalah serta Hasil solusi pada analisis dan pembahasan.

Tugas Mandiri. Transportasi Laut. Chandra. Bp3ip STMT11.

July 16, 2009

Nama : Chandra

NIM : 244308065

Tugas Mandiri Seminar: Pokok Permasalahan pada Pelabuhan Tanjung Priok

Permasalahan pada Pelabuhan Tanjung Priok

 

 

PERUMUSAN PERMASALAHAN UTAMA DI TANJUNG PRIOK
Sebagai pelabuhan yang mempunyai peran penting tidak saja bagi wilayah metropolitan Jakarta tapi juga bagi seluruh Indonesia saat ini dan di masa mendatang, Tanjung Priok menghadapi berbagai masalah besar yang bermuara pada:
– pengembangan kapasitas
– efisiensi/produktivitas
– lingkungan
1. Kendala Kapasitas
    a. Wilayah Perairan
         Pada wilayah perairannya, Tanjung Priok mempunyai kendala dalam olah gerak (maneuvering) kapal keluar masuk pelabuhan. Lalu lintas kapal di seluruh kanal dalam pelabuhan hanya dapat dilakukan satu arah (one way) dan overlapped dengan kolam putar (turning basin) kapal, sehingga memperbesar waktu tunggu kapal yang akan melakukan bongkar muat. Hanya terdapat satu pintu masuk, pintu Barat (kedalaman 14 m) yang dioperasikan untuk kapal niaga dengan panjang maksimum 300 m . Pintu Timur (kedalaman 5 m) tidak dioperasikan karena dangkal dan saat ini hanya digunakan untuk kapal yang sangat kecil seperti kapal nelayan dan kapal tunda.
          Kecepatan rata-rata kapal dalam pelabuhan sekitar 1 sampai 2 knots karena harus ditarik oleh kapal tunda, sehingga sebagai contoh kapal yang akan bersandar di Terminal Koja membutuhkan waktu 2 – 2,5 jam dari pintu masuk sampai sandar di dermaga. Menurut para pandu, saat ini rata-rata terjadi 80 kedatangan dan keberangkatan kapal perhari di Tanjung Priok, dan angka ini akan meningkat menjadi maksimum 120 kapal per hari yang merupakan batas kapasitas yang aman bagi pelabuhan tersebut.

             Dari uraian tersebut di atas terdapat isu-isu penting yang menyangkut operasi kapal di pelabuhan :
· Pengoperasian dua pintu keluar masuk pelabuhan;
· Memperbesar ruang gerak kapal di pelabuhan dengan cara menggeser breakwater yang ada sekarang.
Dengan adanya keterbatasan ruang gerak kapal tersebut, utilisasi terminal peti kemas JICT dan TPK Koja akan terbatas hanya sampai sekitar setengah dari kapasitas potensialnya. Hasil perhitungan kapasitas dermaga saat ini adalah 3,4 juta TEUs pertahun, dan akan meningkat hanya menjadi sekitar 3,5 – 3,8 juta TEUs setelah selesainya terminal baru pada tahun 2004/2005. Hal ini jauh di bawah perhitungan forecast demand yang mencapai 4 – 4,5 juta TEUs pada 2012 dan 8 – 9 TEUs pada 2025.
Jadi penambahan dermaga di JICT dan TPK Koja tidak selalu akan menaikkan kapasitas, karena adanya kendala BOR (Berth Operating Ratio) yang berasal dari kongesti di dalam pelabuhan.
     b. Jaringan Jalan

Buruknya hubungan dengan jaringan jalan kota termasuk jalan tol dan manajemen lalu lintas yang tidak efisien menyebabkan kongesti di dalam dan di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, yang sangat menghambat pergerakan barang di pelabuhan. Hal ini sebagian disebabkan karena beberapa fasilitas penumpukan barang berada tersebar di dalam dan di sekitar pelabuhan, dan banyak truk/trailer bergerak di antara terminal dan depot-depot tersebut.
c. Wilayah Daratan dan Fasilitas
Tidak terdapat lagi cukup ruang untuk pengembangan dalam wilayah pelabuhan saat ini untuk menyediakan ruang bagi pusat distribusi barang, lapangan penumpukan dan lain-lain, tanpa rekonstruksi dari fasilitas yang ada saat ini. Merupakan masalah kritis saat ini untuk mencari areal untuk menampung muatan tambahan seperti kendaraan ekspor/impor yang akan timbul dari perjanjian AFTA.
2. Isu Efisiensi/Produtivitas
    a. Tata Guna Tanah
        Tata guna tanah (land use) yang tidak benar dan penggunaan yang semrawut dari berbagai fasilitas, seperti adanya lalu lintas penumpang dalam areal cargo handling, penanganan gabungan untuk muatan peti kemas dan muatan curah, alokasi depot peti kemas yang tersebar sampai dengan adanya penggunaan untuk militer (TNI-AL) dalam pelabuhan menyebabkan inefisiensi dan produktivitas yang rendah dari Pelabuhan Tanjung Priok.
      b. Operasi Terminal yang Semrawut
      Kecuali JICT dan TPK Koja, berbagai jenis muatan ditangani di Pelabuhan Tanjung Priok seperti penumpang, general cargo, peti kemas, muatan curah cair dan kering serta muatan berbahaya. Saat ini setiap terminal dikelola dan dioperasikan oleh suatu terminal operator melalui kontrak antara Pelindo II dengan perusahaan swasta. Sistem ini menyebabkan kongesti lalu lintas di dalam dan luar pelabuhan, sementara Pelindo II hanya mengelola alokasi dermaga, pemanduan kapal dan pelayanan kapal tunda dalam usaha jasa pelabuhan.
Terdapat inefisiensi dan kondisi biaya tinggi dalam prosedur cargo handling karena kurangnya situasi kompetitif, dimana terdapat beberapa situasi monopoli sementara kompetisi di antara terminal operator pada dermaga konvensional tidak jelas dan transparan.
c. Prosedur yang Semrawut
     Prosedur pengiriman dan penerimaan muatan dalam pelabuhan sangat semrawut. Agen perusahaan pelayaran dan penerima barang harus memasukkan banyak dokumen ke banyak kantor yang berbeda.
Menyangkut kepabeanan (custom clearance), terdapat tiga kantor Bea Cukai dalam pelabuhan. Perusahaan pelayaran dan para pengguna jasa pelabuhan banyak mengeluhkan tentang kurangnya koordinasi di antara ketiga kantor Bea Cukai tersebut, yang menghambat pergerakan muatan dari pelabuhan.

d. Terbatasnya Sistem Komputer
     Pelindo II telah memulai sistem EDI (Electronic Data Interchange), meskipun demikian sistem komputer Pelindo II hanya meliputi manajemen dari kedatangan dan keberangkatan kapal, dan belum meliputi operasi lain dan tugas manajemen seperti operasi pada terminal konvensional dan terminal peti kemas. Perusahaan-perusahaan pelayaran telah mengembangkan sistem komputer mereka di seluruh dunia.
e. Sistem Statistik yang Lemah
Sistem komputer sangat kompeten dalam pemprosesan data statistik, meskipun demikian Pelindo II tidak dapat memanfaatkan potensi dari sistem ini. Saat ini sistem komputer tidak selalu dapat menyediakan data statistik yang konsisten.
f. Isu-isu Institusional
Merupakan hal yang esensial menciptakan suatu pelabuhan yang lebih berdaya guna dan menarik dalam hal fasilitas dan manajemen/operasi bagi pengguna jasa seperti perusahaan pelayaran, agen perusahaan pelayaran, perusahaan ekspedisi (forwarder), pengirim barang, penerima barang dan lain-lain dalam rangka meningkatkan kegunaan dari pelabuhan serta mendapatkan posisi sebagai salah satu pelabuhan utama di dunia. Untuk itu diperlukan waktu yang cukup, pemahaman yang luas dan sistematis dari kebutuhan pengguna jasa dan mempertimbangkan kebutuhan mereka dalam pengembangan praktis dan manajemen/operasi pelabuhan.
Juga diperlukan upaya menyediakan informasi yang berguna bagi pengguna jasa dan memajukan pelabuhan secara agresif. Semakin keras kompetisi di antara pelabuhan, semakin penting upaya-upaya tersebut. Meskipun demikian tidak ada pejabat yang bertanggung jawab terhadap aktivitas tersebut dalam struktur organisasi Pelindo II.
3. Isu Lingkungan
Konservasi dari fasilitas yang baik dan lingkungan merupakan keharusan bagi pelabuhan kota metropolitan untuk kohabitasi yang lebih baik dengan fungsi kota besar. Pelabuhan Tanjung Priok kurang mempertimbangkan masalah ini dan menyebabkan kualitas air yang buruk dalam pelabuhan, kemacetan lalu lintas yang kronis dan masalah drainase kota Jakarta.

Tugas Mandiri Skripsi BAB I.

July 16, 2009

Max. SKRIPSI -BAB 1

herman lubis ( nim : 244308058 )

July 15, 2009

Tugas perorangan skripsi,seminar bab I, Dengan Judul:

‘PENGARUH MOTIVASI PIMPINAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA   KARYAWAN PADA PT ABADI MANDIRI INTERNATIONAL  TAHUN 2008 – 2009′

oleh : Herman  Lubis

nim  : 244308058

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Suatu bentuk usaha tanpa manusia tidaklah ada dan tidak dapat dibayangkan bagaimanapun kompleksnya sesuatu bentuk usaha yang menjadi intinya. Segala bentuk usaha akhirnya dapat disimpulkan sebagai suatu gerak dari manusia oleh manusia dan untuk manusia. Kalau dalam data perusahaan kita faktor-faktor adalah hasil dari manusia dan faktor organisasi dilaksanakan dan dihasilkan juga oleh manusia.
Tingkah laku manusia sebenarnya adalah cerminan yang paling sederhana dari motivasi dasar mereka. Setiap orang punya semacam cita-cita tentang dirinya dalam perusahaan, hal itu dapat merupakan tekanan bagi seseorang bila perusahaan menuntut dari padanya bertindak berlawanan dengan apa yang dianggapnya sebagai kepentingan sendiri, agar karyawan bertingkah laku sesuai dengan tuntutan perusahaan maka harus ada integrasi antara kebutuhan mereka sendiri dan permintaan perusahaan.
Sebagai diketahui bersama, bahwa pada umumnya perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya tentunya mempunyai tujuan dan sasaran. Salah satu sasaran dan tujuan perusahaan tersebut adalah berusaha meningkatkan kinerjanya, baik peningkatan dalam hal produktivitas kerja maupun dalam hal pencapaian probabilitas yang maksimal. Oleh karena itu perusahaan perlu mengadakan evaluasi terhadap pekerjaan yang dilaksanakan oleh karyawannya untuk mengetahui apakah produktivitas kerja mengalami peningkatan dan sebaliknya dengan demikian perusahaan dapat menentukan langkah apakah yang perlu dilaksanakan untuk selanjutnya dalam rangka meningkatkan produktivitas kerjanya sehingga apa yang menjadi tujuan dan sasarannya sebagaimana telah ditetapkan sebelumnya dapat tercapai.
Adapun langkah-langkah yang perlu dilaksanakan oleh perusahaan agar produktivitas kerjanya dapat meningkat, sehingga tujuan dan sasarannya dapat tercapai adalah dengan memberi motivasi terhadap karyawannya. Motivasi karyawan sebagai bentuk usaha yang dilaksanakan pimpinan untuk meningkatkan produktivitas kerja yang sangat berpengaruh terhadap suatu hasil dari suatu pekerjaan, karena hasil kerja yang baik merupakan motivasi yang mendorong semangat dalam kegiatan karyawan.
Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, pimpinan diberi tanggung jawab dalam pengelolaan hasil kerja pada karyawannya. Dengan demikian apa yang menjadi tujuan dan sasaran perusahaannya tidak dapat tercapai sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Permasalahan yang berkaitan dengan penjelasan di atas sedang dihadapi oleh PT. Abadi mandiri international ,dimana motivasi yang diberikan kepada karyawannya tidak maksimal atau dengan kata lain motivasi kurang sering diberikan kepada karyawan, sehingga produktivitas kerja perusahaan tersebut tidak dapat ditingkatkan, dengan demikian apa yang menjadi tujuan dan sasarannya tidak dapat tercapai sebagaimana telah ditetapkan sebelumnya.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk memilih judul “PENGARUH MOTIVASI PIMPINAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT ABADI MANDIRI INTERNATIONAL TAHUN 2008 -2009”

B. Rumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang pengamatan yang dilakukan terhadap kinerja para karyawan PT. Abadi mandiri international, maka penulis dapat mengidentifikasikan bahwa kurang adanya motivasi terhadap karyawan dalam melakukan pekerjaan.
2. Batasan Masalah
Dengan melihat kompleksnya kegiatan para karyawan pada PT. Abadi mandiri international dalam melaksanakan tugasnya, maka penulis membatasi penyusunan skripsi ini pada masalah motivasi pimpinan PT. Abadi mandiri international dalam meningkatkan produktivitas karyawan.
3. Pokok Masalah
Dari batasan masalah tersebut di atas dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah pelaksanaan motivasi pimpinan di PT.Abadi mandiri international
2. Bagaimanakah tingkat produktivitas karyawan PT.Abadi mandiri international
3. Adakah hubungan pelaksanaan motivasi pimpinan PT.Abadi mandiri international dengan produktivitas karyawan.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Dalam hal ini tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
a. Pelaksanaan motivasi pimpinan PT. Abadi mandiri international
b. Produktivitas kerja karyawan PT. Abadi mandiri international
c. Hubungan motivasi pimpinan dengan produktivitas kerja karyawan
PT. Abadi mandiri international
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bagi Penulis
Sebagai pengetahuan dalam memahami peranan pimpinan memotivasi karyawan dalam usaha peningkatan produktivitas kerja pada perusahaan pelayaran PT. Abadi mandiri international dengan membandingkan teori dan praktek secara nyata juga sebagai tambahan wawasan bagi penulis dimasa yang akan datang.
b. Bagi PT. Abadi mandiri international
Sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi pimpinan operasional PT. Abadi mandiri international dalam memotivasi karyawan dimasa yang akan datang.
c. Bagi Civitas Akademika STMT TRISAKTI JAKARTA Sebagai bahan untuk menambah kepustakaan dan sebagai tambahan wawasan. Khususnya bagi mahasiswa/i peminatan program studi manajemen transpor laut.
D. Hipotesis
Hipotesis penelitian sebagai berikut : diduga ada hubungan motivasi pimpinan PT. Abadi mandiri international dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
E. Metodologi Penelitian
1. Jenis dan sumber data
Jenis penelitian yang di yang digunakan adalah metode kuantitatif,dan sumber data yang di dapat penulis adalah melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan di PT.Abadi mandiri international
2. Populasi dan Sampel
Untuk keperluan analisis statistik maka di bagikan kuesioner kepada 40 responden di mana hanya 30 responden yang terkumpul, yaitu karyawan/ti PT. Abadi mandiri international. Daftar pertanyaan atau kuesioner tersebut berisikan 20 pertanyaan, 10 pertanyaan yang berhubungan dengan motivasi dan 10 pertanyaan berikutnya mengenai produktivitas.
3. Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data untuk melakukan analisis dan pembahasan skripsi ini penulis menggunakan 2 (dua) jenis data:
a. Data Premier / Field Research (Penelitian Lapangan)
Merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya, yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap aktifitas-aktifitas perusahaan. Adapun cara-cara yang penulis lakukan adalah :
1. Interview
Adalah tekhnik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan wawancara secara langsung dengan pimpinan perusahaan atau orang¬-orang yang diberi wewenang oleh perusahaan.
2. Observasi
Adalah tekhnik pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada karyawan yang ada hubungannya dengan masalah ini.
b. Data sekunder / Library Research (Penelitian Kepustakaan)
Adalah penelitian yang penulis lakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi-informasi yang bersumberkan dari buku-buku, diklat, majalah, maupun koran yang didapat dari perpustakaan baik yang berada dilingkungan kampus STMT TRISAKTI JAKARTA maupun yang didapat dilingkungan PT. Abadi mandiri international yang mana sumber-sumber tersebut dapat memudahkan penulis dalam penyusunan skripsi.

4. Metode analisis data
Untuk menganalisis data yang telah diperoleh dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan metode statistik :
a . Koefisien Korelasi
Analisis ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara 2 (dua) variable (X) dan variebel (Y).
Rumusnya adalah :

Dari rumus di atas diperoleh harga koefisien yang hasilnya bila :
1. r = 1 atau mendekati 1 positif, berarti hubungan antara variable X dengan Variable Y sempurna dan searah.
2. r = -1 atau mendekati negatif, berarti hubungan antara variabel X dengan variabel Y sedehana dan berlawanan arah.
3. r = 0 atau mendekati 0, berarti antara variabel Y tidak ada hubungan atau sangat lemah

Tabel I.1
Pedoman Interprestasi terhadap koefisien korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Lemah
0,20 – 0,399 Lemah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiono, 2005 : 216
b. Koefisien Penentu
Merupakan besarnya kontribusi variabel X terhadap variabel Y (dalam %) dengan rumus :
KP = (r)2 x 100%
c. Uji Hipotesis
Analisis satu arah ini digunakan untuk lebih meyakinkan kebenaran dari uji tersebut apakah signifikan atau tidak, maka dapat dilihat dengan melakukan uji hipotesis (t hitung). Adapun kriteria tahap-¬tahapnya adalah sebagai berikut :

1. Menentukan Formulasi Hipotesis
a. Dengan rumus

b. Ho : ρ = o , tidak mempunyai hubungan dengan X dan Y
Hi : ρ > 0, ada hubungannya antara X dan Y positif
ρ 0;
Ho diterima jika thit ttab
3. Bandingkan hasil observasi dengan tabel
t t = t tabel = t (a : df = n-) a = 5 %
4. Kesimpulan
a) Apabila t hitung > t tabel, maka Ho ditolak
b) Apabila t hitung < t tabel, maka Ho diterima

F. Sistematika Penulisan Skripsi
Untuk memberikan gambaran secara sistematis mengenai penulisan skripsi ini, maka penulis membagi skripsi ini dalam 5 (lima) BAB yang penulisannya saling berkaitan dengan maksud agar apa yang ingin dikemukakan oleh penulis mudah dipahami dan dimengerti bagi yang membacanya dimana masing-masing BAB diuraikan lagi menjadi sub-sub yang membahas hal-hal yang berhubungan dengan skripsi ini, yaitu sebagai berikut :

BABI : PENDAHULUAN
Dalam bab ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, hipotesis metode penelitian, dan sistematika penulisan
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini membahas tentang Landasan Teoritis ilmiah untuk mendukung judul yang dipilih serta relevan dengan masalah yang diidentifikasi. Bab ini juga menguraikan antara lain: pengertian kepemimpinan, pengertian motivasi, tujuan dan fungsi motivasi karyawan, metode dan alat-alat memotivasi karyawan, pengertian produktivitas kerja, faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja dan hubungan motivasi pimpinan dengan produktivitas kerja dan hubungan motivasi pimpinan dengan produtivitas kerja.
BAB III : GAMBARAN UMUM PT.ABADI MANDIRI INTERNATIONAL
Merupakan bab yang membahas tentang gambaran umum perusahaan mulai dari sejarah singkat perusahaan, visi dan misi perusahaan mulai, organisasi dan manajemen, bidang usaha perusahaan dan juga fasilitas yang dimiliki perusahaan.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini merupakan pembahasan masalah-masalah yang berhubungan dengan motivasi karyawan, analisis pengaruh motivasi analisis produktivitas, analisis pengaruh motivasi terhadap produktivitas.
BAB V : PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir secara keseluruhan yang dibahas pada penulisan skripsi ini yang meliputi kesimpulan dan saran mengenai pembahasan yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas guna peningkatan kinerja bagi perusahaan pada khususnya dan pada pembaca pada umumnya melalui penelitian skripsi ini.

Tugas Perorangan Skripsi Seminar Bab 1

July 15, 2009

Nama : Darwin Bin Baso

Trisakti Bp3ip :  244308042

Angkatan 11

PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN  KERJA (K-3) ABK TERHADAP MOTIVASI KERJA PADA KAPAL CREWBOAT MICLYN EXPRESS OFFSHORE INDONESIA TAHUN 2008

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Suatu organisasi baik perusahaan maupun instalasi dalam melakukan aktivitasnya sudah tentu memerlukan sumber daya manusia yang mendukung usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Bagaimanapun lengkap dan canggihnya sumber-sumber daya non-manusia yang di miliki oleh suatu perusahaan, tidaklah menjadi jaminan bagi perusahaan tersebut untuk mencapai suatu keberhasilan. Jaminan untuk dapat berhasil, lebih banyak ditentukan oleh sumber daya manusia yang mengelola, megendalikan, dan mendayagunakan sumber-sumber daya non-manusia yang dimiliki. Oleh karena itu masalah karyawan merupakan masalah besar yang harus mendapat perhatian bagi perusahaan. Dalam rangka penerapan tehnologi canggih, beberapa persiapan dan langkah perlu dilakukan untuk menghindari bencana, memperkecil kecelakaan dan penyakit kerja. Setiap teknologi baru yang hendak diterapkan perlu diketahui dan diinformasikan kemungkinan resiko yang akan ditimbulkan, sehingga karyawan dan pengguna tehnologi tersebut dapat mempersiapkan sarana penanggulangan bahaya dan cara mencegahannya.

Dalam penggunaan peralatan canggih tersebut sebagai alat bantu manusia dalam melakukan suatu pekerjaannya dapat menghasilkan dampak positif dan dapat pula menghasilkan dampak negatif. Salah satu dampak positif dalam penggunaan peralatan tersebut adalah membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan secara efisien, sedangkan dampak negatifnya adalah kemungkinan bahaya atau kecelakaan yang ditimbulkan dari penggunaan peralatan tersebut.

Pada umumnya kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor yaitu manusia dan lingkungan. Faktor manusia yaitu tindakan tidak aman dari manusia seperti sengaja melanggar peraturan keselamatan kerja yang di wajibkan, kurang terampilnya pekerja itu sendiri. Sedangkan faktor lingkungan yaitu keadaan tidak aman dari lingkungan kerja yang menyangkut antara lain peralatan atau mesin-mesin, tetapi frekuensi terjadinya kecelakaan kerja lebih banyak terjadi karena faktor manusia, karena manusia yang paling banyak berperan dalam menggunakan peralatan di perusahaan.

Perusahaan perlu melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) yang diharapkan dapat menurunkan tingkat kecelakaan kerja, dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan produktivitas kerja karyawan. pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja perlu dan sangat penting, karena membantu terwujudnya pemeliharaan karyawan yang baik, sehingga mereka menyadari arti penting dari pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja bagi dirinya maupun perusahaan.
Dengan adanya pelaksanaan program K-3 ini, karyawan akan merasa aman, terlindungi dan terjamin keselamatannya, sehingga diharapkan dapat mencapai efisiensi baik dari segi biaya, waktu dan tenaga serta dapat meningkatkan produktivitas kerja. Mengingat sangat pentingnya pelaksanaan program K-3 ini, maka peneliti merasa tertarik untuk mengambil judul:
” PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN  KERJA (K-3) ABK TERHADAP MOTIVASI KERJA PADA KAPAL CREWBOAT MICLYN EXPRESS OFFSHORE INDONESIA TAHUN 2008.”

B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang pemikiran diatas, maka masalah-masalah yang akan diidentifikasi adalah:

a.     Masalah kualitas karyawan yang belum memadai.

b.     Masalah peralatan kapal yang belum memadai.

c.     Masalah SDM yang kurang handal dan kurang terampil.

d.     Masalah peningkatan prestasi kerja yang belum diperhatikan

e.     Masalah pelaksanaaa program K-3 yang belum terlaksana dengan baik.

2. Batasan Masalah

Dalam hal ini penulis membatasi pembahasan permasalahan ini hanya pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) terhadap motivasi kerja pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia Tahun 2008.

3. Pokok Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan latar belakang di atas maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :

a. Bagaimanakah pelaksanaan keselamatan kesehatan kerja (K-3) ABK pada kapal crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia?

b. Bagaimana motivasi kerja ABK pada kapal crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia?

c. Seberapa besar pengaruh keselamatan kesehatan kerja (K-3) terhadap motivasi kerja ABK pada kapal crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a.     Untuk mengetahui pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia

b.     Untuk mengetahui motivasi kerja ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia.

c.     Untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) terhadap Motivasi  Kerja ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia.

2. Manfaat Penelitian

a.     Bagi penulis, dapat menambah pengetahuan di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia khususnya mengenai pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) yang ada di perusahaan.

b.     Bagi perusahaan, dijadikan sebagai masukan yang bermanfaat terutama mengenai pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) yang dapat meningkatkan motivasi kerja ABK.

c.     Bagi pihak lain, terutama rekan-rekan mahasiswa serta para pembaca sebagai sumbangan pemikiran dan informasi dalam bidang manajemen sumber daya manusia, khususnya mengenai pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) dan motivasi kerja bagi ABK.

D. Metodologi Penelitian

1. Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis menitikbertakan kepada pengumpulan data sebagai berikut :

a. Penelitian Lapangan

Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara peninjauan langsung pada obyek penelitian untuk memperoleh data – data primer, yakni dengan cara:

1) Observasi (Pengamatan)

Penulis mengadakan pengamatan langsung terhadap hubungan antara keselamatan kerja  dengan motivasi kerja.

2) Interview (Wawancara)

Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara bertanya secara langsung kepada seluruh karyawan  yang berhubungan dengan materi yang dibahas.

3) Daftar Pertanyaan (Kuesioner)

Yaitu pengumpulan data dengan cara membuat daftar pertanyaan secara tertulis dengan menyebarkan daftar pertanyaan tersebut kepada responden (ABK yang bekerja  pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia).

Tabel I.1

Bobot atau Nilai Jawaban

Jawaban

Nilai /   Bobot

Jawaban

Sangat Baik (SB)

5

Selalu (Sl)
Baik (B)

4

Sering (Sr)
Netral (N)

3

Kadang-kadang (KK)
Tidak Baik (TB)

2

Jarang (J)
Sangat Tidak Baik (STB)

1

Tidak Pernah (TP)

Sumber : Supranto (2006 :241)

b. Riset Perpustakaan

Dimana penelitian yang dilakukan oleh penulis untuk memperoleh data yang bersumber dari buku – buku dan diktat yang penulis peroleh dari lapangan dan juga perpustakaan yang mana data tersebut relevan dengan penelitian yang penulis ambil.

2. Metode Analisis Data

Data / bahan yang penulis peroleh kemudian diolah dengan mengggunakan metode statistik yaitu :

a. Analisis Regresi Linear Sederhana

Adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dalam satu garis lurus yang dinyatakan sebagai variabel X dan variabel Y.     J. Supranto (2000 : 176)

Adapun rumus persamaan regresi adalah : Y = a  +  bX

a             =             – b

b    =

Dimana :

a    =    Konstanta

b    =    Koefisien regresi mengukur besarnya pengaruh X terhadap Y

X   =   Variabel Bebas dalam hal ini = Keselamatan Kesehatan  Kerja

Y   =    Variabel Terikat dalam hal ini = Motivasi Kerja

n    =   Jumlah sampel observasi

b. Koefisien Korelasi Pearson

Penulis menggunakan analisis koefisien korelasi pearson ini adalah untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan Keselamatan Kesehatan  Kerja (K-3) (X) dan motivasi kerja (Y). Bahwa koefisien korelasi merupakan koefisien yang sesuai bila variable Y dianggap sebagai dependen terhadap X. nilai-nilai Y mungkin sebagian ditentukan atau disebabkan oleh X, seperti misalnya…atau, Y mungkin menyudahi X. dalam hal demikian itu, regresi dari Y terhadap X merupakan statistik yang memberikan keterangan-keterangan yang kita butuhkan. Jadi, korelasi merupakan rata-rata hubungan yang dua arah sifatnya. Sugiyono (2005 : 212)

Koefisien korelasi dinyatakan dengan rumus :

r        =

Dimana :

r     =    Koefisien korelasi.

n    =  Jumlah sampel yang digunakan.

X   =    Variabel Bebas dalam hal ini = Keselamatan Kesehatan Kerja

Y   =    Variabel Terikat dalam hal ini = Motivasi Kerja

Tabel I.2

Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi

Koefisien Korelasi

Tingkat Hubungan

0,00 – 0,19

Hubungan bisa di abaikan

0,20 – 0,39

Hubungan rendah tapi pasti

0,40 – 0,59

Hubungan cukup

0,60 – 0,79

Hubungan kuat

0,80 – 1,00

Hubungan sangat tinggi

Sumber : Sugiyono ; Metode Penelitan Bisnis ( 2004 : 216 )

c. Koefisien Penentu

Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3)   terhadap motivasi kerja ABK  pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia digunakan rumus koefisien penentu sebagai berikut :

Kp  =    r² x 100 %

Dimana :

Kp    =      Koefisien penentu.

r²      =       Koefisien korelasi dikuadratkan.

d. Uji Hipotesis

Sementara penulis beranggapan bahwa penerapan penanganan keselamatan kesehatan kerja (K-3) berpengaruh terhadap motivasi kerja ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia. Uji hipotesis yang penulis gunakan adalah satu arah. Tahap-tahapnya adalah :

1)   Hipotesis awal

Ho : ρ = 0 tidak ada hubungan antara X dan Y (tidak signifikan)

Hi  : ρ0 ada hubungan antara X dan Y (signifikan)

2)    Untuk mengetahui nilai t digunakan rumus

t=

3)    Untuk mengetahui nilai t digunakan tabel distribusi t pada α= 0,05; df = n –2

4)    Kesimpulan

Jika t > t, maka : Ho ditolak, sedangkan Hi diterima, berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.

Jika t < t, maka : Ho diterima, sedangkan Hi ditolak, berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.

E. Sistematika Penulisan

BAB    I       PENDAHULUAN

Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, hipotesis, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

BAB    II      LANDASAN TEORI

Dalam bab ini penulis akan memaparkan teori yang mencakup tentang pengertian manajemen sumber daya manusia, pengertian keselamatan kerja, dispilin kerja, pengertian kinerja, pengertian motovasi kerja hubungan keselamatan kerja  dengan motivasi kerja karyawan.

BAB    III    GAMBARAN UMUM KAPAL CREWBOAT MICLYN EXPRESS OFFSHORE Indonesia.

Bab ini menguraikan secara singkat sejarah berdirinya perusahaan, organisasi dan manajemen Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia.

BAB    IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini dilakukan analisis dan pembahasan masalah dari data yang telah diolah yaitu : dispiln kerja, kinerja  karyawan,  karyawan terhadap motivasi kerja   ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia.

BAB    V   PENUTUP

Dalam bab ini penulis akan mengemukakan tentang kesimpulan dari Bab IV serta saran-saran yang mungkin bermanfaat.

Heri Purwanto bp3ip STMT 11

July 15, 2009

Nama : Heri Purwanto

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang memiliki puluhan ribu pulau, di mana wilayah Indonesia dua pertiganya merupakan daerah perairan dan laut yang menjadikan negara Indonesia sebagai negara Maritim. Karenanya transportasi laut mempunyai peran yang sangat penting di Indonesia. Tidak hanya sebagai alat penghubung dari satu wilayah ke wilayah yang lain di Indonesia, namun juga sebagai alat angkut perdagangan nasional maupun internasional.
Pertumbuhan dan perkembangan industri transportasi laut membawa tantangan dalam menangani armada laut sebagai transportasi laut itu sendiri maupun dalam menangani infrastruktur kepelabuhanan Indonesia. Dengan kondisi tersebut transportasi laut sebagai bagian dari sistem transportasi nasional perlu dikembangkan untuk mewujudkan kuatnya armada laut dengan didukung oleh pelayanan jasa di pelabuhan yang handal.
Industri jasa angkutan laut dengan menggunakan kapal laut merupakan jasa angkutan yang berperan dalam jasa pengangkutan barang dan penumpang. Sektor transportasi selain sebagai sektor penunjang sektor lain, juga sebagai urat nadi dalam pembangunan nasional. Transportasi terdiri dari tiga moda antara lain darat, laut dan udara. Di dalam perdagangan internasional maupun nasional transportasi laut, yakni kapal laut banyak digunakan karena jumlah barang yang dapat di angkut lebih banyak dan uang tambangnya (Freight) relatif lebih murah dibanding moda angkutan lainnya.
Di dalam sistem transportasi nasional terdapat sektor kepelabuhan yang merupakan bagian strategis dari sistem transportasi nasional dan merupakan faktor penting dalam menunjang aktivitas perdagangan. Sektor pelabuhan memerlukan suatu kesatuan yang terintegrasi dalam melayani kebutuhan dari sarana transportasi. Ujung tombak dari kepelabuhan tersebut adalah sektor jasa dalam melayani jasa kepelabuhan.
Kegiatan pelayanan jasa kepelabuhan yang diselenggarakan oleh pelabuhan, salah satunya adalah kegiatan membongkar/memuat barang atau penumpang dari kapal ke dermaga atau sebaliknya yang merupakan bagian dari kegiatan pelayanan jasa bongkar muat barang.
Salah satu pelabuhan yang dikelola PT. (Persero) ASDP adalah pelabuhan Merak, Banten, Jawa Barat. Di dalam areal pelabuhan cabang merak terjadi kegiatan bongkar-muat barang dan penumpang untuk tujuan Jawa-Sumatera. Adakalanya pengelola jasa kepelabuhan tidak mampu mengelola kegiatan operasional akibat ketidakseimbangan sarana fasilitas dan prasarana, mempengaruhi proses kelancaran barang yang masuk maupun keluar. Keadaan di atas merupakan gambaran pelabuhan itu sendiri, bagaimana pelabuhan dituntut untuk mampu menjadi prasarana angkutan dalam intermoda transportasi yang handal.
Tiap-tiap pelabuhan memberikan pelayanan terhadap kapal untuk berlabuh dan bertambat guna melakukan bongkar muat barang dan turun penumpang serta memberikan pelayanan terhadap barang yang akan dimuat dan barang yang telah dibongkar dari kapal.
Pelayanan pokok pelabuhan yang diberikan pada pemakai jasa pelabuhan adalah pelayanan terhadap kapal berupa pemanduan dan penambatan, serta pelayanan air bersih. Di Indonesia, pelayanan terhadap kapal hampir seluruhnya diselenggarakan oleh pengelola pelabuhan, sedangkan pelayanan terhadap barang, berupa pemberian jasa bongkar muat dan jasa penyimpanan atau penumpukan barang di gudang transit, biasanya diselenggarakan oleh pihak swasta. Industri swasta yang menyelenggarakan penanganan barang tersebut dapat berstatus operator terminal dan berstatus perusahaan bongkar muat.
Umumnya kapal yang sandar di pelabuhan merak adalah kapal Ferry (Ro-Ro), karena pelabuhan Merak merupakan pelabuhan penyeberangan atar pulau, yakni pulau Jawa dan pulau Sumatera. Banyak kapal Ro-Ro digunakan di pelabuhan ini karena kapal Ro-Ro tersebut dapat mengangkut muatan barang berupa mobil, bis, truk ataupun muatan umum (General cargo) lainnya dan juga kapal jenis ini dapat mengangkut jumlah penumpang yang cukup banyak dalam satu kali rutenya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan pada saat kapal berada ditambatan adalah kegiatan bongkar dan muat. Demi kelancaran arus barang dan penumpang, kegiatan bongkar muat memerlukan produktivitas yang tinggi dan dalam waktu yang singkat. Dari uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang bongkar muat khususnya kapal Ro-Ro dengan judul “Kajian Produktivitas Bongkar Muat Terhadap Kapal RoRo di Pelabuhan Merak Tahun 2007”.
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Kelancaran arus barang berkaitan dengan prosedur dan produktivitas bongkar muat di pelabuhan. Hal tersebut dapat dijadikan ukuran sistem kepelabuhan yang efektif dan efisien.
a. Banyaknya muatan diangkut dan jumlah kapal yang beroperasi mempengaruhi produktivitas bongkar muat kapal RoRo.
b. Kapal RoRo memiliki keungulan dari segi efisiensi waktu dalam pelaksanaan bongkar muat, tingkat Effective Time di pelabuhan tinggi dibandingkan dengan ringkat Idle Timenya.
c. Faktor alam, SDM, sarana dan prasarana di pelabuhan harus turut mendukung proses bongkar muat.
2. Pembatasan Masalah
Batasan masalah dalam kajian ini adalah mengukur produktivitas bongkar muat terhadap 5 (lima) kapal RoRo yang ada di pelabuhan Merak-Banten, pada tanggal 17 Mei 2007 yang dilaksanakan penulis dengan menggunakan instrumen tally sheet.
3. Pokok permasalahan
Dengan demikian masalah dan pokok pemasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana sistem dan prosedur operasi bongkar muat di pelabuhan Merak?
b. Berapa produktivitas bongkar muat kapal RoRo di pelabuhan Merak?
c. Apa hambatan-hambatan yang ada dalam proses bongkar muat kapal Ro-Ro?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui cara kerja bongkar muat kapal Ro-Ro
b. Untuk mengetahui produktivitas bongkar muat kapal Ro-Ro
c. Untuk mengetahui masalah-masalah yang ada dalam penanganan bongkar muat kapal Ro-Ro di pelabuhan Merak.
2. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis, bagi perusahaan, dan bagi civitas akademika Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti (STMT TRISAKTI).
a. Bagi penulis, sebagai media untuk belajar dan memperluas wawasan dalam menjembatani antara ilmu pengetahuan yang diterima selama kuliah daan dunia praktek sebenarnya.
b. Bagi perusahaan, adalah sebagai bahan informasi atau masukan kepada perusahaan yang telah diteliti untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa.
c. Bagi Lembaga dan Civitas Akademika
Dapat dijadikan bahan/ referensi bagi mahasiswa yang ingin mempelajari lebih jauh tentang bongkar muat muatan pada kapal Ro-Ro.

D. Metodologi Penelitian
1. Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini ada 2 (dua) jenis data yang digunakan, yaitu:
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian yang dicatat oleh penulis.
b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dengan cara mempelajari buku-buku teks, diktat yang ada hubungannya dengan permasalahan yang ada dalam skripsi.
2. Populasi dan Sampel
Menurut Sugiyono (2003:73) adalah:
a. Populasi (Population) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun populasi data dalam penelitian ini adalah 26 kapal RoRo dengan 72 trip setiap harinya.
b. Sampel adalah bagian dari populasi/bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 (lima) kapal RoRo.
3. Teknik analisis Data
a. Penelitian Lapangan (Field Research)
Yaitu, teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan melaksanakan riset pada PT.ASDP (Persero) cabang Merak. Adapun penelitian dilakukan dengan cara:

1) Pengamatan langsung
Penulis mengambil secara langsung segala aktifitas kegiatan kerja perusahaan di lapangan dan instrumen yang digunakan adalah tally sheet untuk mencatat data-data yang diperoleh di lapangan.
Tally sheet adalah catatan yang mengambarkan berapa banyak muatan yang dimuat atau dibongkar.
2) Wawancara
Yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan wawancara langsung dengan para karyawan yang terkait secara langsung dalam kegiatan bongkar muat untuk memperoleh informasi secara lisan yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi ini.
b. Penelitian kepustakaan (Library Research)
Yaitu, pengumpulan data dari berbagai buku-buku dan bahan yang berkaitan dengan objek penelitian.
4. Teknik Analisis Data
Metode yang digunakan adalah gabungan antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan melukiskan keadaan yang ada dalam kinerja bongkar muat kapal RoRo. Dan kemudian dianalisis hasil observasi yang telah dilakukan oleh penulis mengenai produktivitas kapal RoRo.
Untuk menganalisis data yang telah diperoleh dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan metode statistik :
a. Koefisien Korelasi
Analisis ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara 2 (dua) variable (X) dan variebel (Y).
Rumusnya adalah :

Dari rumus di atas diperoleh harga koefisien yang hasilnya bila :
a. r = 1 atau mendekati 1 positif, berarti hubungan antara variable X dengan Variable Y sempurna dan searah.
b. r = -1 atau mendekati negatif, berarti hubungan antara variabel X dengan variabel Y sedehana dan berlawanan arah.
c. r = 0 atau mendekati 0, berarti antara variabel Y tidak ada hubungan atau sangat lemah
Tabel I.1
Pedoman Interprestasi terhadap koefisien korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Lemah
0,20 – 0,399 Lemah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiono, 2005 : 216
b. Koefisien Penentu
Merupakan besarnya kontribusi variabel X terhadap variabel Y (dalam %) dengan rumus :
KP = (r)2 x 100%
c. Uji Hipotesis
Analisis satu arah ini digunakan untuk lebih meyakinkan kebenaran dari uji tersebut apakah signifikan atau tidak, maka dapat dilihat dengan melakukan uji hipotesis (t hitung). Adapun kriteria tahap-¬tahapnya adalah sebagai berikut :
1. Menentukan Formulasi Hipotesis
a. Dengan rumus

b. Ho : ρ = o , tidak mempunyai hubungan dengan X dan Y
Hi : ρ > 0, ada hubungannya antara X dan Y positif
ρ 0;
Ho diterima jika thit ttab
3. Bandingkan hasil observasi dengan tabel
t t = t tabel = t (a : df = n-) a = 5 %
4. Kesimpulan
1. Apabila t hitung > t tabel, maka Ho ditolak
2. Apabila t hitung < t tabel, maka Ho diterima

E. Sistematika penulisan
Untuk memudahkan penulis mempelajari dan mengkaji materi skripsi ini, maka penulis menyajikan suatu sistematika penulisan yang dibagi menjadi 5 (lima) bab dan diuraikankan lagi menjadi sub bab.
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah yang meliputi pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian serta sistemetika penulisaan skripsi.
BAB II LANDASAN TEORI
Menjelaskan pengertian produktivitas, pelabuhan, kapal serta bongkar muat.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Pada bab ini mencakup tentang sejarah singkat dan perkembangan perusahaan, struktur organisasi dan manajemen, kegiatan usaha serta fasilitas dan peralatan yang dimliki.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini menguraikan analisis dan pembahasan serta perumusan masalah dan berdasarkan atas judul yang dikemukakan.
BAB V PENUTUP
Merupakan bagian akhir dari keseluruhan pembahasan yaitu merupakan kesimpulan dari bagian-bagian yang diperoleh penulis serta memberikan saran-saran perbaikan yang mungkin ada manfaatnya bagi perusahaan.

BUDI SATRIA STMT/BP3IP

July 15, 2009

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pengaruh perdagangan bebas akan sulit dibendung, semua negara didunia akan meraskan kebebasan berdagang. Untuk itu diperlukan kesiapan dan siasat agar dunia bisnis dan perdagangan dalam negeri tidak tertinggal oleh perkembangan arus globalisasi. Tanpa kesiapan yang cukup perdagangan bebas hanya akan memberikan keuntungan bagi yang telah terlebih dulu mengantisipasinya.
Salah satu usaha yang perlu dilakukan dalam menghadapi perdagangan bebas yaitu kesiapan Perusahaan Pelayaran khususnya dalam kegiatan penjualan space petikemas, karena melalui kegiatan tersebut perusahaan-perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri, akan semakin memerlukan jasa penjualan space petikemas untuk mengangkut hasil produksinya baik keluar negeri maupun kedalam negeri. Untuk itu, perlu adanya kejelian dalam melihat perkembangan pasar, agar perusahaan mampu bersaing dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
Dengan adanya harga jual yang kompetitif dengan para pesaing. Berpengaruh terhadap penjualan space petikemas. Oleh karena itu, semakin besarnya arus penerimaan dan pengiriman petikemas diharapkan Perusahaan Pelayaran

akan mendapatkan peningkatan pendapatan perusahaan yang juga harus diimbangi dengan usaha-usaha yang kreatif dan efektif guna mengungguli para pesaing pada sektor tersebut.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengungkapkan dalam bentuk skripsi dengan judul: “ANALISIS HUBUNGAN HARGA TERHADAP VOLUME PENJUALAN SPACE PETIKEMAS PADA SAMUDERA SHIPPING LINE Ltd.JAKARTA”
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
a. Perkembangan harga jual space petikemas
b. Perkembangan volume penjualan space petikemas
c. Hubungan antara harga jual dengan volume penjualan space petikemas
2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas maka penulis mencoba menganalisa permasalahan yang timbul yaitu hubungan harga jual terhadap volume penjualan space petikemas untuk rute Jakarta – Singapura. Dalam pembahasan ini penulis menitikberatkan pada petikemas 20’ (feet) dan harga jual yang digunakan adalah harga jual rata-rata per triwulan pada tahun 2007-2008.
3. Pokok Masalah
Dari latar belakang permasalahan tersebut diatas diperoleh pokok masalah sebagai berikut :
a. Bagaimana perkembangan harga jual space petikemas ?
b. Bagaimana perkembangan volume penjualan space petikemas ?
c. Bagaimana hubungan antara harga jual dengan volume penjualan space petikemas ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah:
1. Untuk mengetahui perkembangan harga jual space petikemas.
2. Untuk mengetahui perkembangan volume penjualan space petikemas.
3. Untuk mengetahui adanya hubungan antara harga jual dengan volume penjualan space petikemas.
2. Manfaat Penelitian
Dengan mengetahui tujuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat :
a. Bagi Penulis
Penulisan ini bermanfaat untuk menambah wawasan penulis dalam menganalisis dan membandingkan antara teori dan praktek.
b. Bagi Perusahaan
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai input atau bahan masukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang akan diambil dimasa yang akan datang.
c. Bagi STMT
Sebagai bahan untuk menambah kepustakaan dan perbandingan dalam bidang manajemen materi perkuliahan yang diterapkan dalam pengajaran sehari-hari.
D. Metodologi Penelitian
Metodologi Penelitian ini dibagi menjadi 2 ( dua ) bagian:
1. Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan skripsi ini penulis menggunakan metode sebagai berikut:
a. Penelitian Lapangan
Melalui penelitian lapangan akan diperoleh data primer. Penelitian tersebut dilakukan dengan cara:
1) Interview (wawancara) yaitu suatu cara mengumpulkan data melalui hubungan langsung atau tanya jawab dengan responden.
2) Metode observasi yaitu teknik mengumpulkan data dimana penulis langsung mengamati subjek yang diteliti.
b. Penelitian kepustakaan.
Melalui penelitian kepustakaan akan diperoleh data sekunder. Penelitian kepustakaan termasuk hasil penelitian melalui segala bahan tertulis dalam bentuk teks books, jurnal, brosur, dan sumber tertulis lainnya yang relevan dengan judul skripsi serta dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
2. Metode Analisis Data
Metode Analisis Data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah perhitungan korelasi dengan menganalisis suatu data menggunakan model matematika, model statistik atau model lainnya. Walaupun hasil analisis berupa angka-angka,hasil tersebut dapat dijelaskan atau diinterpretasikan dalam suatu uraian sihingga maknanya dapat diketahui dengan jelas, dengan perkataan lain angka-angka itu harus berbicara. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas ( variabel x ) adalah harga jual. Untuk memperoleh variabel terikat ( variabel y ) adalah volume penjualan space petikemas yang menunjukkan persamaan hubungan antara dua variabel, pada skripsi ini penulis dapat menggunakan :
a. Analisis Regresi Linear Sederhana
Digunakan untuk mengetahui sejauh mana ketergantungan ataupun hubungan antara variabel harga jual terhadap variabel volume penjualan space petikemas, persamaan Garis Regresi Sederhana (J. Supranto.1998 : 218 ) dengan rumus sebagai berikut :
Y = a + bx
a = ( ∑y ) – b ( ∑x )
n

b = n ( ∑xy ) – ( ∑x ) ( ∑y )
n ( ∑x2 ) – ( ∑x2 )
Dimana :
X = Variabel bebas = Harga jual
Y = Variabel terikat = Volume penjualan space petikemas
a, b = Bilangan tetap
b = Koefisien Regresi
n = Jumlah pasang observasi / pengukuran
b. Analisis koefisien Korelasi
Merupakan alat yang dapat dipakai untuk mengetahui seberapa besar ( mengukur keeratan ) hubungan antara variabel x dan variabel y.
Koefisien Korelasi Product Moment = r
Bila hubungan kedua variabel berpola linear maka dapat dilihat kekuatan hubungannya. Kekuatan hubungan dapat diidentifikasikan melalui koefisien korelasi ( r ). Rumus Koefisien Korelasi ( J. Supranto.1998 : 245 ) adalah :
r = n ∑xy – ∑x . ∑y
√ n∑ x2 – ( ∑x )2 . √ ∑y2 ( ∑y )2
Koefisien korelasi akan berkisar antara -1 sampai 1. Nilai r dapat dinyatakan sebagai berikut :
-1 ≤ r ≤ 1
1). Jika r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan linear.
2). Jika r = +1 atau mendekati 1, maka hubungan antara kedua linear sangat kuat dan positif.
3). Jika r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan antara kedua variable linear sangat kuat dan negatif.
c. Koefisien Penentu
Dari koefisien korelasi dapat dilihat lebih lanjut kuadret r, disebut sebagai koefisien penentu, koefisien r2 dapat diartikan sebagai besarnya kontribusi variabel x terhadap variabel y ( dalam persen ).
KP = r2 => KP ( r )2 x 100%
Koefisien penentu mempunyai dua fungsi yaitu sebagai berikut:
1) Menentukan kelayakan penelitian menggunakan model Regresi Linear
2) Menentukan peranan variabel independen mempengaruhi variabel dependen ( % )
c. Uji Hipotesis
Yaitu merupakan alat untuk mengetahui signifikan antara variabel x dengan variabel y, uji hipotesis yang pennulis gunakan adalah uji satu arah.
Tahap-tahapnya adsalah:
1) Hipotesis Awal
Ho : ρ = 0 → Hubungan antara variabel x dengan y tidak signifikan
Hi : ρ > 0 →Hubungan antara variabel x dengan variabel y signifikan
Hi :ρ <0 → Tidak ada hubungan antara variabel x dan variabel y yang
signifikan.

2) Rumus uji Korelasi ( J. Supranto. 1998 : 246 )
thit = r √ n – 2
√ ( 1 – r2 )

a. Bandingkan hasil hitung dengan tabel
Tt = ttabel = t( α ; df = n – 2 )
b. Kesimpulan
Jika thit ttabel maka Ho ditolak dan Hi diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara fariabel x (harga jual) terhadap variabel y ( volume penjualan space petikemas ).

E. Hipotesis
Merupakan hasil penelitian sementara yang perlu dibuktikan kebenaranya
dan hipotesis penelitian ini adalah “ diduga adanya hubungan antara harga jual terhadap volume penjualan space petikemas pada samudera shipping line”

F. Sistematika Penulis
Skripsi ini disiapkan dalam 5 (lima) bab dengan sistematika penulis sebagai berikut:
Bab I : Pendahuluan
Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, perumusan mesalah,tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, hipotesis dan sistem penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Landasan yang berhubungan dengan penulis skripsi ini adalah hal-hal yang mendukung pada pembahasan permasalahan. Teoti-teori digunakan sebagai acuan dalam pembahasan skripsi yaitu hubungan harga terhadap volume penjualan perusahaan.
Bab III :Gambaran Umum Samudera Shipping Line Ltd
Dalam bab ini diuraikan tentang sejarah perusahaan, organisasi dan manajemen, kegiatan usaha perusahaan.

Bab IV : Analisis dan Pembahasan
Dalam bab ini diuraikan tentang analisis harga jual space petikemas, analisis volume penjualan penjualan space petikemas, analisis hubungan hatrga jual terhadap volume penjualan space petikemas.

Bab V : Penutup
Bab ini merupakan bab terakir, dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dan saran-saran


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.