Heri Purwanto bp3ip STMT 11

Nama : Heri Purwanto

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang memiliki puluhan ribu pulau, di mana wilayah Indonesia dua pertiganya merupakan daerah perairan dan laut yang menjadikan negara Indonesia sebagai negara Maritim. Karenanya transportasi laut mempunyai peran yang sangat penting di Indonesia. Tidak hanya sebagai alat penghubung dari satu wilayah ke wilayah yang lain di Indonesia, namun juga sebagai alat angkut perdagangan nasional maupun internasional.
Pertumbuhan dan perkembangan industri transportasi laut membawa tantangan dalam menangani armada laut sebagai transportasi laut itu sendiri maupun dalam menangani infrastruktur kepelabuhanan Indonesia. Dengan kondisi tersebut transportasi laut sebagai bagian dari sistem transportasi nasional perlu dikembangkan untuk mewujudkan kuatnya armada laut dengan didukung oleh pelayanan jasa di pelabuhan yang handal.
Industri jasa angkutan laut dengan menggunakan kapal laut merupakan jasa angkutan yang berperan dalam jasa pengangkutan barang dan penumpang. Sektor transportasi selain sebagai sektor penunjang sektor lain, juga sebagai urat nadi dalam pembangunan nasional. Transportasi terdiri dari tiga moda antara lain darat, laut dan udara. Di dalam perdagangan internasional maupun nasional transportasi laut, yakni kapal laut banyak digunakan karena jumlah barang yang dapat di angkut lebih banyak dan uang tambangnya (Freight) relatif lebih murah dibanding moda angkutan lainnya.
Di dalam sistem transportasi nasional terdapat sektor kepelabuhan yang merupakan bagian strategis dari sistem transportasi nasional dan merupakan faktor penting dalam menunjang aktivitas perdagangan. Sektor pelabuhan memerlukan suatu kesatuan yang terintegrasi dalam melayani kebutuhan dari sarana transportasi. Ujung tombak dari kepelabuhan tersebut adalah sektor jasa dalam melayani jasa kepelabuhan.
Kegiatan pelayanan jasa kepelabuhan yang diselenggarakan oleh pelabuhan, salah satunya adalah kegiatan membongkar/memuat barang atau penumpang dari kapal ke dermaga atau sebaliknya yang merupakan bagian dari kegiatan pelayanan jasa bongkar muat barang.
Salah satu pelabuhan yang dikelola PT. (Persero) ASDP adalah pelabuhan Merak, Banten, Jawa Barat. Di dalam areal pelabuhan cabang merak terjadi kegiatan bongkar-muat barang dan penumpang untuk tujuan Jawa-Sumatera. Adakalanya pengelola jasa kepelabuhan tidak mampu mengelola kegiatan operasional akibat ketidakseimbangan sarana fasilitas dan prasarana, mempengaruhi proses kelancaran barang yang masuk maupun keluar. Keadaan di atas merupakan gambaran pelabuhan itu sendiri, bagaimana pelabuhan dituntut untuk mampu menjadi prasarana angkutan dalam intermoda transportasi yang handal.
Tiap-tiap pelabuhan memberikan pelayanan terhadap kapal untuk berlabuh dan bertambat guna melakukan bongkar muat barang dan turun penumpang serta memberikan pelayanan terhadap barang yang akan dimuat dan barang yang telah dibongkar dari kapal.
Pelayanan pokok pelabuhan yang diberikan pada pemakai jasa pelabuhan adalah pelayanan terhadap kapal berupa pemanduan dan penambatan, serta pelayanan air bersih. Di Indonesia, pelayanan terhadap kapal hampir seluruhnya diselenggarakan oleh pengelola pelabuhan, sedangkan pelayanan terhadap barang, berupa pemberian jasa bongkar muat dan jasa penyimpanan atau penumpukan barang di gudang transit, biasanya diselenggarakan oleh pihak swasta. Industri swasta yang menyelenggarakan penanganan barang tersebut dapat berstatus operator terminal dan berstatus perusahaan bongkar muat.
Umumnya kapal yang sandar di pelabuhan merak adalah kapal Ferry (Ro-Ro), karena pelabuhan Merak merupakan pelabuhan penyeberangan atar pulau, yakni pulau Jawa dan pulau Sumatera. Banyak kapal Ro-Ro digunakan di pelabuhan ini karena kapal Ro-Ro tersebut dapat mengangkut muatan barang berupa mobil, bis, truk ataupun muatan umum (General cargo) lainnya dan juga kapal jenis ini dapat mengangkut jumlah penumpang yang cukup banyak dalam satu kali rutenya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan pada saat kapal berada ditambatan adalah kegiatan bongkar dan muat. Demi kelancaran arus barang dan penumpang, kegiatan bongkar muat memerlukan produktivitas yang tinggi dan dalam waktu yang singkat. Dari uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang bongkar muat khususnya kapal Ro-Ro dengan judul “Kajian Produktivitas Bongkar Muat Terhadap Kapal RoRo di Pelabuhan Merak Tahun 2007”.
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Kelancaran arus barang berkaitan dengan prosedur dan produktivitas bongkar muat di pelabuhan. Hal tersebut dapat dijadikan ukuran sistem kepelabuhan yang efektif dan efisien.
a. Banyaknya muatan diangkut dan jumlah kapal yang beroperasi mempengaruhi produktivitas bongkar muat kapal RoRo.
b. Kapal RoRo memiliki keungulan dari segi efisiensi waktu dalam pelaksanaan bongkar muat, tingkat Effective Time di pelabuhan tinggi dibandingkan dengan ringkat Idle Timenya.
c. Faktor alam, SDM, sarana dan prasarana di pelabuhan harus turut mendukung proses bongkar muat.
2. Pembatasan Masalah
Batasan masalah dalam kajian ini adalah mengukur produktivitas bongkar muat terhadap 5 (lima) kapal RoRo yang ada di pelabuhan Merak-Banten, pada tanggal 17 Mei 2007 yang dilaksanakan penulis dengan menggunakan instrumen tally sheet.
3. Pokok permasalahan
Dengan demikian masalah dan pokok pemasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana sistem dan prosedur operasi bongkar muat di pelabuhan Merak?
b. Berapa produktivitas bongkar muat kapal RoRo di pelabuhan Merak?
c. Apa hambatan-hambatan yang ada dalam proses bongkar muat kapal Ro-Ro?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui cara kerja bongkar muat kapal Ro-Ro
b. Untuk mengetahui produktivitas bongkar muat kapal Ro-Ro
c. Untuk mengetahui masalah-masalah yang ada dalam penanganan bongkar muat kapal Ro-Ro di pelabuhan Merak.
2. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis, bagi perusahaan, dan bagi civitas akademika Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti (STMT TRISAKTI).
a. Bagi penulis, sebagai media untuk belajar dan memperluas wawasan dalam menjembatani antara ilmu pengetahuan yang diterima selama kuliah daan dunia praktek sebenarnya.
b. Bagi perusahaan, adalah sebagai bahan informasi atau masukan kepada perusahaan yang telah diteliti untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa.
c. Bagi Lembaga dan Civitas Akademika
Dapat dijadikan bahan/ referensi bagi mahasiswa yang ingin mempelajari lebih jauh tentang bongkar muat muatan pada kapal Ro-Ro.

D. Metodologi Penelitian
1. Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini ada 2 (dua) jenis data yang digunakan, yaitu:
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian yang dicatat oleh penulis.
b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dengan cara mempelajari buku-buku teks, diktat yang ada hubungannya dengan permasalahan yang ada dalam skripsi.
2. Populasi dan Sampel
Menurut Sugiyono (2003:73) adalah:
a. Populasi (Population) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun populasi data dalam penelitian ini adalah 26 kapal RoRo dengan 72 trip setiap harinya.
b. Sampel adalah bagian dari populasi/bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 (lima) kapal RoRo.
3. Teknik analisis Data
a. Penelitian Lapangan (Field Research)
Yaitu, teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan melaksanakan riset pada PT.ASDP (Persero) cabang Merak. Adapun penelitian dilakukan dengan cara:

1) Pengamatan langsung
Penulis mengambil secara langsung segala aktifitas kegiatan kerja perusahaan di lapangan dan instrumen yang digunakan adalah tally sheet untuk mencatat data-data yang diperoleh di lapangan.
Tally sheet adalah catatan yang mengambarkan berapa banyak muatan yang dimuat atau dibongkar.
2) Wawancara
Yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan wawancara langsung dengan para karyawan yang terkait secara langsung dalam kegiatan bongkar muat untuk memperoleh informasi secara lisan yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi ini.
b. Penelitian kepustakaan (Library Research)
Yaitu, pengumpulan data dari berbagai buku-buku dan bahan yang berkaitan dengan objek penelitian.
4. Teknik Analisis Data
Metode yang digunakan adalah gabungan antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan melukiskan keadaan yang ada dalam kinerja bongkar muat kapal RoRo. Dan kemudian dianalisis hasil observasi yang telah dilakukan oleh penulis mengenai produktivitas kapal RoRo.
Untuk menganalisis data yang telah diperoleh dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan metode statistik :
a. Koefisien Korelasi
Analisis ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara 2 (dua) variable (X) dan variebel (Y).
Rumusnya adalah :

Dari rumus di atas diperoleh harga koefisien yang hasilnya bila :
a. r = 1 atau mendekati 1 positif, berarti hubungan antara variable X dengan Variable Y sempurna dan searah.
b. r = -1 atau mendekati negatif, berarti hubungan antara variabel X dengan variabel Y sedehana dan berlawanan arah.
c. r = 0 atau mendekati 0, berarti antara variabel Y tidak ada hubungan atau sangat lemah
Tabel I.1
Pedoman Interprestasi terhadap koefisien korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Lemah
0,20 – 0,399 Lemah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Sumber : Sugiono, 2005 : 216
b. Koefisien Penentu
Merupakan besarnya kontribusi variabel X terhadap variabel Y (dalam %) dengan rumus :
KP = (r)2 x 100%
c. Uji Hipotesis
Analisis satu arah ini digunakan untuk lebih meyakinkan kebenaran dari uji tersebut apakah signifikan atau tidak, maka dapat dilihat dengan melakukan uji hipotesis (t hitung). Adapun kriteria tahap-¬tahapnya adalah sebagai berikut :
1. Menentukan Formulasi Hipotesis
a. Dengan rumus

b. Ho : ρ = o , tidak mempunyai hubungan dengan X dan Y
Hi : ρ > 0, ada hubungannya antara X dan Y positif
ρ 0;
Ho diterima jika thit ttab
3. Bandingkan hasil observasi dengan tabel
t t = t tabel = t (a : df = n-) a = 5 %
4. Kesimpulan
1. Apabila t hitung > t tabel, maka Ho ditolak
2. Apabila t hitung < t tabel, maka Ho diterima

E. Sistematika penulisan
Untuk memudahkan penulis mempelajari dan mengkaji materi skripsi ini, maka penulis menyajikan suatu sistematika penulisan yang dibagi menjadi 5 (lima) bab dan diuraikankan lagi menjadi sub bab.
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah yang meliputi pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian serta sistemetika penulisaan skripsi.
BAB II LANDASAN TEORI
Menjelaskan pengertian produktivitas, pelabuhan, kapal serta bongkar muat.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Pada bab ini mencakup tentang sejarah singkat dan perkembangan perusahaan, struktur organisasi dan manajemen, kegiatan usaha serta fasilitas dan peralatan yang dimliki.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini menguraikan analisis dan pembahasan serta perumusan masalah dan berdasarkan atas judul yang dikemukakan.
BAB V PENUTUP
Merupakan bagian akhir dari keseluruhan pembahasan yaitu merupakan kesimpulan dari bagian-bagian yang diperoleh penulis serta memberikan saran-saran perbaikan yang mungkin ada manfaatnya bagi perusahaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: