Tugas Perorangan Skripsi Seminar Bab 1

Nama : Darwin Bin Baso

Trisakti Bp3ip :  244308042

Angkatan 11

PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN  KERJA (K-3) ABK TERHADAP MOTIVASI KERJA PADA KAPAL CREWBOAT MICLYN EXPRESS OFFSHORE INDONESIA TAHUN 2008

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Suatu organisasi baik perusahaan maupun instalasi dalam melakukan aktivitasnya sudah tentu memerlukan sumber daya manusia yang mendukung usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Bagaimanapun lengkap dan canggihnya sumber-sumber daya non-manusia yang di miliki oleh suatu perusahaan, tidaklah menjadi jaminan bagi perusahaan tersebut untuk mencapai suatu keberhasilan. Jaminan untuk dapat berhasil, lebih banyak ditentukan oleh sumber daya manusia yang mengelola, megendalikan, dan mendayagunakan sumber-sumber daya non-manusia yang dimiliki. Oleh karena itu masalah karyawan merupakan masalah besar yang harus mendapat perhatian bagi perusahaan. Dalam rangka penerapan tehnologi canggih, beberapa persiapan dan langkah perlu dilakukan untuk menghindari bencana, memperkecil kecelakaan dan penyakit kerja. Setiap teknologi baru yang hendak diterapkan perlu diketahui dan diinformasikan kemungkinan resiko yang akan ditimbulkan, sehingga karyawan dan pengguna tehnologi tersebut dapat mempersiapkan sarana penanggulangan bahaya dan cara mencegahannya.

Dalam penggunaan peralatan canggih tersebut sebagai alat bantu manusia dalam melakukan suatu pekerjaannya dapat menghasilkan dampak positif dan dapat pula menghasilkan dampak negatif. Salah satu dampak positif dalam penggunaan peralatan tersebut adalah membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan secara efisien, sedangkan dampak negatifnya adalah kemungkinan bahaya atau kecelakaan yang ditimbulkan dari penggunaan peralatan tersebut.

Pada umumnya kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor yaitu manusia dan lingkungan. Faktor manusia yaitu tindakan tidak aman dari manusia seperti sengaja melanggar peraturan keselamatan kerja yang di wajibkan, kurang terampilnya pekerja itu sendiri. Sedangkan faktor lingkungan yaitu keadaan tidak aman dari lingkungan kerja yang menyangkut antara lain peralatan atau mesin-mesin, tetapi frekuensi terjadinya kecelakaan kerja lebih banyak terjadi karena faktor manusia, karena manusia yang paling banyak berperan dalam menggunakan peralatan di perusahaan.

Perusahaan perlu melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) yang diharapkan dapat menurunkan tingkat kecelakaan kerja, dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan produktivitas kerja karyawan. pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja perlu dan sangat penting, karena membantu terwujudnya pemeliharaan karyawan yang baik, sehingga mereka menyadari arti penting dari pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja bagi dirinya maupun perusahaan.
Dengan adanya pelaksanaan program K-3 ini, karyawan akan merasa aman, terlindungi dan terjamin keselamatannya, sehingga diharapkan dapat mencapai efisiensi baik dari segi biaya, waktu dan tenaga serta dapat meningkatkan produktivitas kerja. Mengingat sangat pentingnya pelaksanaan program K-3 ini, maka peneliti merasa tertarik untuk mengambil judul:
” PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN  KERJA (K-3) ABK TERHADAP MOTIVASI KERJA PADA KAPAL CREWBOAT MICLYN EXPRESS OFFSHORE INDONESIA TAHUN 2008.”

B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang pemikiran diatas, maka masalah-masalah yang akan diidentifikasi adalah:

a.     Masalah kualitas karyawan yang belum memadai.

b.     Masalah peralatan kapal yang belum memadai.

c.     Masalah SDM yang kurang handal dan kurang terampil.

d.     Masalah peningkatan prestasi kerja yang belum diperhatikan

e.     Masalah pelaksanaaa program K-3 yang belum terlaksana dengan baik.

2. Batasan Masalah

Dalam hal ini penulis membatasi pembahasan permasalahan ini hanya pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) terhadap motivasi kerja pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia Tahun 2008.

3. Pokok Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan latar belakang di atas maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :

a. Bagaimanakah pelaksanaan keselamatan kesehatan kerja (K-3) ABK pada kapal crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia?

b. Bagaimana motivasi kerja ABK pada kapal crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia?

c. Seberapa besar pengaruh keselamatan kesehatan kerja (K-3) terhadap motivasi kerja ABK pada kapal crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a.     Untuk mengetahui pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia

b.     Untuk mengetahui motivasi kerja ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia.

c.     Untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) terhadap Motivasi  Kerja ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia.

2. Manfaat Penelitian

a.     Bagi penulis, dapat menambah pengetahuan di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia khususnya mengenai pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) yang ada di perusahaan.

b.     Bagi perusahaan, dijadikan sebagai masukan yang bermanfaat terutama mengenai pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) yang dapat meningkatkan motivasi kerja ABK.

c.     Bagi pihak lain, terutama rekan-rekan mahasiswa serta para pembaca sebagai sumbangan pemikiran dan informasi dalam bidang manajemen sumber daya manusia, khususnya mengenai pelaksanaan program Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3) dan motivasi kerja bagi ABK.

D. Metodologi Penelitian

1. Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis menitikbertakan kepada pengumpulan data sebagai berikut :

a. Penelitian Lapangan

Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara peninjauan langsung pada obyek penelitian untuk memperoleh data – data primer, yakni dengan cara:

1) Observasi (Pengamatan)

Penulis mengadakan pengamatan langsung terhadap hubungan antara keselamatan kerja  dengan motivasi kerja.

2) Interview (Wawancara)

Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara bertanya secara langsung kepada seluruh karyawan  yang berhubungan dengan materi yang dibahas.

3) Daftar Pertanyaan (Kuesioner)

Yaitu pengumpulan data dengan cara membuat daftar pertanyaan secara tertulis dengan menyebarkan daftar pertanyaan tersebut kepada responden (ABK yang bekerja  pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia).

Tabel I.1

Bobot atau Nilai Jawaban

Jawaban

Nilai /   Bobot

Jawaban

Sangat Baik (SB)

5

Selalu (Sl)
Baik (B)

4

Sering (Sr)
Netral (N)

3

Kadang-kadang (KK)
Tidak Baik (TB)

2

Jarang (J)
Sangat Tidak Baik (STB)

1

Tidak Pernah (TP)

Sumber : Supranto (2006 :241)

b. Riset Perpustakaan

Dimana penelitian yang dilakukan oleh penulis untuk memperoleh data yang bersumber dari buku – buku dan diktat yang penulis peroleh dari lapangan dan juga perpustakaan yang mana data tersebut relevan dengan penelitian yang penulis ambil.

2. Metode Analisis Data

Data / bahan yang penulis peroleh kemudian diolah dengan mengggunakan metode statistik yaitu :

a. Analisis Regresi Linear Sederhana

Adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dalam satu garis lurus yang dinyatakan sebagai variabel X dan variabel Y.     J. Supranto (2000 : 176)

Adapun rumus persamaan regresi adalah : Y = a  +  bX

a             =             – b

b    =

Dimana :

a    =    Konstanta

b    =    Koefisien regresi mengukur besarnya pengaruh X terhadap Y

X   =   Variabel Bebas dalam hal ini = Keselamatan Kesehatan  Kerja

Y   =    Variabel Terikat dalam hal ini = Motivasi Kerja

n    =   Jumlah sampel observasi

b. Koefisien Korelasi Pearson

Penulis menggunakan analisis koefisien korelasi pearson ini adalah untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan Keselamatan Kesehatan  Kerja (K-3) (X) dan motivasi kerja (Y). Bahwa koefisien korelasi merupakan koefisien yang sesuai bila variable Y dianggap sebagai dependen terhadap X. nilai-nilai Y mungkin sebagian ditentukan atau disebabkan oleh X, seperti misalnya…atau, Y mungkin menyudahi X. dalam hal demikian itu, regresi dari Y terhadap X merupakan statistik yang memberikan keterangan-keterangan yang kita butuhkan. Jadi, korelasi merupakan rata-rata hubungan yang dua arah sifatnya. Sugiyono (2005 : 212)

Koefisien korelasi dinyatakan dengan rumus :

r        =

Dimana :

r     =    Koefisien korelasi.

n    =  Jumlah sampel yang digunakan.

X   =    Variabel Bebas dalam hal ini = Keselamatan Kesehatan Kerja

Y   =    Variabel Terikat dalam hal ini = Motivasi Kerja

Tabel I.2

Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi

Koefisien Korelasi

Tingkat Hubungan

0,00 – 0,19

Hubungan bisa di abaikan

0,20 – 0,39

Hubungan rendah tapi pasti

0,40 – 0,59

Hubungan cukup

0,60 – 0,79

Hubungan kuat

0,80 – 1,00

Hubungan sangat tinggi

Sumber : Sugiyono ; Metode Penelitan Bisnis ( 2004 : 216 )

c. Koefisien Penentu

Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (K-3)   terhadap motivasi kerja ABK  pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia digunakan rumus koefisien penentu sebagai berikut :

Kp  =    r² x 100 %

Dimana :

Kp    =      Koefisien penentu.

r²      =       Koefisien korelasi dikuadratkan.

d. Uji Hipotesis

Sementara penulis beranggapan bahwa penerapan penanganan keselamatan kesehatan kerja (K-3) berpengaruh terhadap motivasi kerja ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia. Uji hipotesis yang penulis gunakan adalah satu arah. Tahap-tahapnya adalah :

1)   Hipotesis awal

Ho : ρ = 0 tidak ada hubungan antara X dan Y (tidak signifikan)

Hi  : ρ0 ada hubungan antara X dan Y (signifikan)

2)    Untuk mengetahui nilai t digunakan rumus

t=

3)    Untuk mengetahui nilai t digunakan tabel distribusi t pada α= 0,05; df = n –2

4)    Kesimpulan

Jika t > t, maka : Ho ditolak, sedangkan Hi diterima, berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.

Jika t < t, maka : Ho diterima, sedangkan Hi ditolak, berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.

E. Sistematika Penulisan

BAB    I       PENDAHULUAN

Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, hipotesis, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

BAB    II      LANDASAN TEORI

Dalam bab ini penulis akan memaparkan teori yang mencakup tentang pengertian manajemen sumber daya manusia, pengertian keselamatan kerja, dispilin kerja, pengertian kinerja, pengertian motovasi kerja hubungan keselamatan kerja  dengan motivasi kerja karyawan.

BAB    III    GAMBARAN UMUM KAPAL CREWBOAT MICLYN EXPRESS OFFSHORE Indonesia.

Bab ini menguraikan secara singkat sejarah berdirinya perusahaan, organisasi dan manajemen Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia.

BAB    IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini dilakukan analisis dan pembahasan masalah dari data yang telah diolah yaitu : dispiln kerja, kinerja  karyawan,  karyawan terhadap motivasi kerja   ABK pada Kapal Crewboat Miclyn Express Offshore Indonesia.

BAB    V   PENUTUP

Dalam bab ini penulis akan mengemukakan tentang kesimpulan dari Bab IV serta saran-saran yang mungkin bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: