DANIEL L. TOBING STMT 11 (NIM: 2443.08.054)

NAMA : DANIEL L. TOBING

NIM     : 2443.08.054

SUBJECT : TUGAS MANDIRI SEMINAR

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.Latar Belakang Masalah

      Bagi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dalam menangani angkutan laut khususnya peti kemas saperti PT. ABC, dimana pelayanannya harus cepat, tepat, lancar, teratur yang merupakan persyaratan utama sehingga dalam menjalankan kegiatannya, PT. ABC memiliki kendala dalam kegiatan operasionalnya,yaitu jumlah muatan yang banyak akan berpengaruh terhadap lamanya sandar kapal di pelabuhan;sehingga antrian kapal yang masuk ke pelabuhan semakin tinggi. Akibatnya semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkandan sebaliknya.

      Perusahaan melakukan kebijakan untuk meningkatkan kualitas pelabuhan yaitu dengan menyediakan dan mengusahakan fasilitas pelabuhan yang memungkinkan kapal dapat berlabuh dengan cepat dan melakukan kegiatan bongkar muat dengan cepat pula, sehingga perusahaan menetapkan alokasi tempat tambatan dan menetapkan target produksi bongkar muat. Disamping itu perusahaan juga mengawasi tempat tambatan sesuai dengan perencanaan sebelumnya,dengan demikian terminal operator dan fasilitas pelabuhan dapat meningkatkan penampilan pelabuhan dengan pelayanan yang prima, handal dan berkualitas. Jumlah muatan yang banyak dapat berpengaruh terhadap kapal sandar, sehingga waktu sandar kapal menjadi lebih lama yang mengakibatkan waktu sandar kapal tidak sesuai dengan keberangkatan maupun kedatangan di pelabuhan berikutnya. Hal tersebut dapat membuat biaya operasional meningkat dan kepercayaan konsumen menurun sehingga mereka akan mengalihkan peti kemasnya ke perusahaan terminal peti kemas lainnya.

      Hal inilah yang menarik penulis dalam penyusunan skripsi. Sejauh mana kemampuan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh pelabuhan dalam menangani arus barang yang ada di atas kapal maupun di lapangan atau di gudang demi terselenggaranya pelayanan yang memadai serta memuaskan pelanggan atau pengguna jasa pelabuhan di masa yang akan datang.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengambil dan mengulas skripsi dengan judul ” HUBUNGAN JUMLAH MUATAN DENGAN LAMA SANDAR KAPAL DI PELABUHAN PADA PT. ABC TAHUN 2006 – 2008  “.

 

B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi masalah

a. Kecepatan bongkar muat barang di pelabuhan berfluktuasi.

b. Gejala lamanya kapal sandar di pelabuhan mengikuti jumlah muatan

c. Hubungan jumlah muatan yang diangkut di atas kapal terhadap lama sandar kapal di pelabuhan.

d. Kurangnya kesiapan alat produksi bongkar muat.

e. Kesalahan manusia di lapangan.

f. Faktor cuaca yang kurang mendukung.

2. Batasan Masalah

     Melihat dari identifikasi masalah tersebut maka penulis membatasi masalah yang dihadapi oleh PT. ABC mengenai seberapa besar hubungan Box Crane Hour dengan Berth Ocupancy Ratio yang ditangani tahun 2006 – 2008, kesiapan alat bongkar muat , SDM , serta faktor cuaca.

3. Pokok Masalah

     Dari latar belakang masalah tersebut di atas dikemukakan perumusan masalah sebagai berikut:

  1. Berapa banyak jumlah muatan yang diangkut pada PT. ABC periode 2006 – 2008 ?
  2. Bagaimana lamanya sandar kapal di pelabuhan pada PT. ABC 2006 – 2008 ?
  3. Apakah ada hubungan antara jumlah muatan yang diangkut terhadap lama sandar kapal di pelabuhan ?

 

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui jumlah muatan yang diangkut pada PT. ABC tahun 2006 – 2008 .
  2. Untuk mengetahui lamanya sandar kapal di pelabuhan pada PT. ABC tahun 2006 – 2008.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara jumlah muatan yang diangkut di atas kapal terhadap lama sandar kapal di pelabuhan pada PT.ABC tahun 2006 – 2008.

 

 

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagi Penulis

Mengembangkan ilmu dan pengetahuan mengenai faktor – faktor yang dapat berpengaruh terhadap jumlah muatan yang diangkut oleh kapal.

  1. Bagi Perusahaan

Menjadi bahan acuan dalam menyempurnakan kebijakan dan program dalam menentukan arah strategi usaha yang dilakukan pada masa yang akan datang dan sebagai alat evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

  1. Bagi Masyarakat

Sebagai sumbangan pemikiran bagi masyarakat sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan masukan dan sumbangan ilmu pengetahuan mengenai faktor – faktor yang berpengaruh terhadap jumlah muatan yang diangkut kapal container.

 

D. Metodologi Penelitian

      Menurut Ibnu Subiyanto ( 1998 : 1 ) Metodologi Penelitian merupakan suatu usaha pembuktian terhadap suatu objek penelitian untuk memperoleh kebenaran dari permasalahan dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk menghasilkan hasil yang obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara

( interview ) dengan tanya jawab secara langsung dengan pihak – pihak yang terkait di PT. ABC, yaitu kepala divisi operasional dan divisi perencanaan yang melakukan pengamatan sekitar ( observasi ) terhadap jumlah muatan yang dibongkar maupun dimuat serta melakukan pengumpulan data berupa data matang yang diperoleh dari perusahaan. Agar penulisan skripsi ini dapat dipertanggungjawabkan penyusunannya, maka untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian sebagai berikut :

  1. Jenis dan sumber data
  1. Jenis Data

Data kuantitatif yang merupakan karateristik dari suatu variabel yang nilainya dalam bentuk numerical atau angka. Dimana dalam melakukan observasi atau pengukuran data ini sangat dibutuhkan sebagai tolak ukur dari kebenaran data tersebut.

  1. Sumber Data
    1. Data primer, yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dilapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau orang yang bersangkutan yang memerlukannya.
    2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari perusahan dengan mempelajari buku – buku yang ada hubungan dengan permasalahan yang ada dalam skripsi ini.
    3. Metode pengumpulan data

            Untuk memeperoleh data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode sebagai berikut :

 

  1. Penelitian Lapangan ( Field Research )

Merupakan data yang diperoleh secara langsung pada obyek penelitian.

Adapun pengumpulan data melalui :

  1. Observasi

Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan peninjauan ke tempat obyek yang diteliti dan memeperoleh data melalui pengamatan secara langsung.

  1. Wawancara

Dalam hal ini mengadakan wawancara atau Tanya jawab dengan orang – orang yamng memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai data yang dicari, masalah yang timbul dan solusi dari masalah itu. Wawancara ini ditujukan kepada pemimpin dan karyawan.

  1. Penelitian Kepustakaan ( Library Research )

Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan cara mempelajari data sekunder, yaitu melalui buku – buku literatur, teks books, majalah dan laporan lain mengenai masalah penelitian ini.

  1. Metode Analisis Data

      Metode deskriptif kuantitatif dilakukan dengan menggunakan teori yang relevan untuk membahas hubungan antara jumlah muatan yang diangkut dengan lama sandar kapal di pelabuhan pada PT. ABC tahun 2006 – 2008. Khususnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti untuk kemudian ditarik kesimpulan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, yaitu suatu data yang menggunakan analisis statistik dalam pross analisisnya, yang meliputi :

  1. Analisa regresi linear

“ Analisa regresi linear merupakan data untuk mengukur besarnya pengaruh antara  variabel X terhadap variabel Y “.

Y = a + bx

Y = Variabel dependent

X = Variabel independent

a = Konstanta

b = Koefisien regresi

n = Tahun

Mancari nilai a dan b

 

 

 

 

  1. Koefisisen Korelasi

“ Koefisien korelasi merupakan alat untuk membuktikan kuat atau tidaknya hubungan antara variabel X terhadap variabel Y”.

 

 

Kesimpulan :

  1. Jika r = 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali.
  2. Jika r = 1, maka hubungan antara kedua variabel tersebut dikatakan positif dan sangat kuat sekali.
  3. Jika r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan kedua variabel tersebut dikatakan negatif atau sangat kuat sekali.

 

  1. Koefisisen Penentu

Digunakan untuk mengetahui barapa besar kontribusi / pengaruh dari variabel x terhadap naik turunnya variabel y dengan rumus :

KP = r2 x 100%

Keterangan :

KP = Koefisisen Penentu; Koefisien Korelasi X dan Y

 

  1. Uji Hipotesis

“ Suatu criteria yang biasa menyebutkan satu per satu hasil apa yang bias untuk menentukan ditolak atau diterimanya suatu hipotesis ‘

  1. Uji satu arah ( one tail )

Ho : P = 0, tidak ada hubungan yang signifikan antara X dan Y.

H1 : P > 0, ada hubungan yang signifikan antara X dan Y.

  1. Mencari thitung
  2. Bandingkan thitung dengan ttabel( t hit = α ; α f = n – 2 )
  3. Kesimpulan

Jika thitung < ttabel, maka Ho = diterima, dan Ha = ditolak artinya hubungan X dan Y tidak signifikan.

Jika thitung > ttabel, maka Ho = ditolak dan Ha = diterima artinya hubungan X dan Y signifikan.

 

E. Hipotesis

Diduga terdapat hubungan yang positif antara jumlah muatan dengan lama sandar kapal di pelabuhan pada PT. ABC periode 2006 – 2008.

 

F. Sistematika Penulisan

Agar dapat memudahkan penulis dalam mengkaji dan menjelaskan secara sederhana  masalah – masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini, maka secara garis besar sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :

 

Bab I         Pendahuluan

Pada bab ini penulisan menguraikan alasan penulis memilih judul dan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

 

 

 

 

Bab II       Landasan Teori

Dalam bab ini menguraikan mengenai pengertian muatan, pengertian kapal, pengertian pelabuhan, konsep analisis Box Crane Hour, Berth Ocupancy Ratio, konsep teori analisis hubungan.

 

Bab III      Gambaran umum perusahaan PT.ABC

PT. ABC terdiri dari sejarah singkat perusahaan, organisasi dan manajemen perusahaan serta kegiatan usaha perusahaan.

 

Bab IV      Analisis Pembahasan

Pada bab ini merupakan ulasan dan uraian hasil penelitian yang didalamnya dijelaskan tentang analisa jumlah muatan pada PT. ABC tahun 2006 – 2008, analisis lama sandar kapal, hubungan jumlah muatan yang diangkut terhadap lama sandar dipelabuhan.

 

Bab V       Penutup

Merupakan bab akhir, dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dan saran.

 

Tugas mandiri Searching di internet masalah transportasi laut

 

 

Transportasi Laut Masih Tertinggal

 

INILAH.COM, Ambon – Menteri Menteri Negara (Meneg) Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Lukman Edy, mengaku pemerintah pusat belum serius memperhatikan pembangunan transportasi laut dan perairan, sehingga berdampak daerah dengan yang memiliki karakteristik wilayah laut dan perairan luas masih tertinggal.

“Khusus program pembangunan di bidang perhubungan, perhatian pemerintah pusat masih terkonsentrasi untuk bangun transportasi darat, sedangkan laut dan perairan belum mendapatkan perhatian serius,” kata Meneg PDT, Lukman Edy, saat bertatap muka dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah, di Masohi, Senin (03/3) petang.

Di sisi lain, pemerintah daerah khususnya daerah yang memiliki karakteristik wilayah perairan dan laut yang lebih luas dari daratan, juga belum mampu mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap persoalan transportasi laut dan perairan.

Hal ini, kata Menteri, berdampak pembangunan di beberapa daerah pedalaman, malah cenderung memiliki kemajuan lebih signifikan, dibanding daerah-daerah yang berada di wilayah pesisir, karena telah ditunjang dengan pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat yang memadai.

“Pembangunan transportasi laut dan perairan belum dimaksimalkan, padahal wilayah seperti provinsi Maluku termasuk Maluku Tengah (Malteng) memiliki jalur transportasi laut dan perairan lebih besar dibanding daratan. Makanya banyak daerah terutama di wilayah pesisir Maluku belum tersentuh program pembangunan dan daerahnya masih terisolir karena kurang sarana transportasi lautnya,” katanya.

Sehubungan dengan itu, Lukman Edi menyambut baik rencana Pemprov Maluku mengembangkan program trans Maluku, yang diharapkan bisa menjawab berbagai masalah keterbatasan sarana dan prasarana perhubungan, khususnya transportasi laut dan perairan.

“Pemprov Maluku bersama Pemkab dan Pemkot juga harus mendorong pemerintah pusat agar memberikan perhatian besar terhadap masalah transportasi laut dan perairan, sehingga masalah rentang kendali dan keterisolasian wilayah yang dihadapi selama ini dihadapi, dapat teratasi,” katanya.

Khusus menyangkut program pembangunan secara nasional, menurut Meneg Lukman Edy, selama ini dirasakan belum memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah secara optimal, sehingga hasilnya belum mampu menyejahterakan masyarakat.

Sehubungan dengan itu, ia mengimbau pemerintah di masing-masing daerah dalam mengusulkan program pembangunan ke pusat, harus mengacu pada potensi daerah serta programnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah juga diminta melaksanakan program pembangunan termasuk infrastruktur yang dapat mengakses pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Terkait bencana alam dan konflik sosial yang terjadi di beberapa daerah, Menteri Lukman Edy, mengaku berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, dan bahkan proses pembangunan akan mengalami kemunduran 10 hingga 15 tahun.

Ia mencontohkan Maluku pascakonflik sosial sejak 1999 lalu, terpaksa harus melakukan perbaikan dan rehabilitasi terhadap infrastruktur yang rusak. “Tentunya ini membutuhkan biaya yang besar serta waktu yang tidak sedikit,” katanya.

Menteri menambahkan, Pemprov Maluku membutuhkan waktu beberapa tahun untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, sedangkan program pemberdayaan tidak berjalan maksimal dan dampaknya pertumbuhan ekonomi yang menurun dan meningkatkan angka kemiskinan. [*/R1]

Perumusan Masalah

 

Identifikasi Masalah

 

  1. Kurangnya Perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan transportasi laut dan perairan.
  2. Luasnya daerah perairan Indonesia
  3. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan jasa nagkutan laut.
  4. Tingginya biaya angkutan laut sehingga masyarakat cenderung menggunakan jalur darat.
  5. teknologi pengembangan transportasi laut masih belum memadai dalam peningkatan sarana transportasi laut.

 

 

 

 

 

 

Batasan Masalah

 

Berdasarkan uraian permasalahan di atas, penulis membatasi penelitian pada masalah kurangnya perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan transportasi laut dan teknologi pengembangan transportasi laut masih belum memadai dalam peningkatan sarana transportasi laut.

 

Pokok Masalah

 

  1. Bagaimana kurangnya perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan transportasi laut sehingga transportasi laut tertinggal ?
  2. Bagaimana teknologi pengembangan transportasi laut masih belum memadai dalam peningkatan sarana transportasi laut sehingga mengakibatkan transportasi laut tertinggal ?
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: