SANOTONA TELAMBANUA STMT 11 TUGAS MANDIRI

NAMA       : SANOTONA TELAMBANUA

NIM           : 2443.08.073

SUBJECT : TUGAS MANDIRI SEMINAR

 

                                                                     BAB I                                                             

                                                                    PENAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

               Dalam sistem pengoperasian sebuah kapal sebagai media angkutan laut yang sangat dominan memindahkan suatu barang hasil komoditi atau produk suatu daerah dari daerah asal ke daerah tujuan. Maka demi kelancaran operasional tersebut maka kapal tentunya oleh pihak perusahaan pelayaran mempersiapkan kelaiklautan kapal itu sendiri agar mampu bersaing dalam pasar dunia kemaritiman dalam hal ini khususnya angkutan laut  atau transportasi laut. Untuk mengoptimalkan kelancaran operasional kapal oleh pihak perusahaan pelayaran ,baik yang standart nasional maupun yang internasinal , harus memperhatikan kelayakan kapal itu sendiri melalui tingkat perawatan dan perbaikan yang sangat baik agar mampu bersaing mempertahankan kelangsungan hidup demi meningkatkan produktivitas perusahaan                                                                 Namun dalam hal ini sistem perawatan dan perbaikan kapal ,juga memperhatikan /mengontrol masalah biaya-biaya yang harus dikeluarakan oleh perusahaan seperti biaya operasi (operating cost),baik biaya tetap (fixed cost) maupun biaya tidak tetap (variable cost),agar semuanya dapat mampu mengefisiensi secara ekonomis memaksimalkan penghasilan kapal itu sendiri demi kelancara opersional dan kelasungan hidup perusahaan.Untuk itu pihak perusah pelayaran tidak boleh membiarkan kapal tidak dirawat atau menunda-nunda pekerjaan perawatan,agar opersional selalu lancar.                                                                                                                               Oleh karna armada kapal laut salah satu media angkutan sangat mempengaruhi pelayaran niaga baik pelayaran niaga yang berskala nasional maupun pelayaran skala internasional,harus mampu bersaing menggalangkan transportsi angkutan laut yang handal, karena kapal laut merupakan angkutan yang mendominasi pemindahan barang dari pulau yang satu kepulau yang lainnya.Suatu kegiatan pemindahan barang dari suatu tempat (=pelabuhan pemuatan) ketempat lain yaitu pelabuhan tujuannya ( Sudjatmiko FDC 1997 : 4). Dalam hal ini pihak perusahaan pelayaran turut mengambil bagian dalam proses pemindahan barang tersebut guna memperoleh jasa angkutan.Selain melancarkan arus barang dan mobilisasi manusia, tetapi juga membantu tercapainya pengalokasian sumber ekonomi secara optimal.Untuk itu jasa transportasi laut harus cukup tersedia secara merata dan terjangkau oleh daya beli para pegunanya.

              Bagi perusahaan pelayaran yang mempunyai armada perkapalan sebagai sarana distribusi  produk lewat laut,maka hal ini merupakan peluang yag sangat besar bagi pihak perusahaan pelayaran untuk berinvestasi di dunia kemaritiman. Hal ini dapat kita ketahui secara letak geografis bahwa banyak egara-negara didunia ini memiliki banyak kepulauan serta lautnya yang luas untuk ditempuh/dijangkau. Sepeti kita ketahui bahwa Indonesia juga salah satu diantaranya yang memiliki luas lautan 5,9 juta km2  yaitu 2/3 dari luas wilayah Indonesia yang merupakan daerah perairan dan laut yang menjadikan Negara Indonesia identik dengan Negara Maritim.Dalam hal ini pihak perusahaan pelayarhususnya PT.SAMUDERA INDONESIA GROUP sebagai salah satu perusahaan yang mempunyai armada perkapalan yaitu PT.SAMUDERA INDONESIA SHIP MANAGEMENT,turut mengambil bagian untuk menunjang kelancara operasional pelayaran niaga dengan mempersiapkan/pengadaan kapal-kapalyang laik laut,agar tidak membahayakan kapalnya sendiri,anak buah kapal, muatan yang dibawa, dang juga lingkungannya. Menurut Suyono (2000 : 48) pengertian dari laik laut

      1.  Kapal laik untuk menghadapi resiko dan kejadian secara wajar dalam pelayaran

      2.  Kapal laik untuk menerima muatan dan mengangkutnya serta melindungi

    keselamatan Muatan      dan Anak Buah Kapal (ABK) .

      3. Kapal tidak mencemarin lingkungan.

Dengan demikian  Devisi Armada dan Devisi Operasi merupakan bagian yang     memegang peranan penting dalam melakukan tindakan perawatan dan perbaikan kapal suatu perusahaan pelayaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasi perusahaan tersebut. Sistem perawatan terencana termasuk perbaikan mesin-mesin kapal adalah suatu pedoman utama pelaksanaan perawatan dan perbaikan kapal, baik yang dilakukan oleh anak buah kapal maupun perusahaan kontraktor yang dituju oleh devisi teknik untuk memperbaiki kapal. Repair and Maintenace, docking merupakan komponen komponen pelaksanaan perwatan dan perbaikan rutin kapal yang dilakukan oleh PT.SAMUDERA INDONESIA SHIP MANAGEMENT. Melalui system perawatan terencana serta perbaikan ,sudah tentu banyka mengeluarkan biaya-biaya yang sangat banyak  sehingga mempengaruhi pendapatan kapal itu sendiri .Oleh karena kapal-kapal yang beroperasi pada PT.SAMUDERA INDONESIA GROUP sudah berumur tua, maka sangat banyak perawatan-perawatan yang berkesinambungan,baik perwatan preventif maupu perwatan korektif. Diharapkan supaya perwatan dan perbaikan itu dapat meminimalisir keruskan sehingga kapal-kapal tersebut dapat mencapai target yang diharapkan yaitu pendapatan hasil usaha operasi kapal yang maksimal guna kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri .Dengan demikian maka perusahaan pelayaran harus mengupayakan pengaturan efisiensi biaya perwatan dan operasional agar memperoleh keutungan, kerena biaya operasi yang cukup besar adalah biaya perwatan dan perbaikan kapal. Dari uraian tersebut diatas, penulis memberikan judul “PENGRUH BIAYA PERAWATAN DAN PERBAIKAN TERHADAP PENDAPATAN KAPAL MT. AMANAH PADA PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP TAHUN 2005 – 2008.

B. Perumusan Masalah

Perawatan dan perbaikan merupakan merupakan kegiatan yang terpenting dalam beroperasinya sebuah kapal. Perbaikan kapal timbul akibat kerusakan yang terjadi karena usia kapal yang bertambah tua dan ausnya bagian – bagian  konstruksi dan dan kerusakan bagian system lainya yang mengakibatkan hambatan operasinal yang amat fatal  dalam arti kurangnya kemampuan kapal untuk bersaing dalam dunia pelayaran niaga, sebagai contoh pada MT. AMANAH milik PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP membuat kerugian-kerugian di berbagai aspek seperti finansial ,kepercayaan konsumen dan menurunnya frekwensi voyage sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

    1.Identifikasi maslah

              Untuk mengoprasikan sebuah kapal dibubuhkan perawatan yang rutinitas agar kapal tersebut terpelihara dengan baik dan tidak terkendalan operasional kapal dalam melaksanakan aktifitasnya sebagai media angkutan pelayaran niaga. Dan apabila permesinan kapal tersebut sudah waktunya untuk diperbaiki,maka perlu biaya pebaikan yang semuanya ini biaya – biaya yang sangat mempengaruhi pendapatan kapal.

2. Batasan Masalah

Pembatasan ini di titik beratkan pada biaya perwatan dan perbaikan pada permesinan kapal karena biaya operasional yang paling besar pengaruhnya terhadap hasil usaha pelayaran adalah pereawatan dan perbaikan mesin kapal. Didalam sikripsi ini penulis membatasi penelitian terhadap kapal MT.AMANAH ( kurun waktu 2005 – 2008 )

3. Pokok masalah

a. Bagaimana biaya perawatan dan perbaikan kapal MT.AMANAH

b. Bagaimana pendapatan kapal MT. AMANAH

c. Apakah ada hubungan antara biaya perawatan dan perbaikan terhadap    pendapatan

     kapal MT.AMANAH milik PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP.

C. Tujuan dan manfaat penelitian

 1. Tujuan Penelitian

      Penulisan ini untuk dapat mengetahui :

a.  Biaya perawatan dan perbaikan kapal yang dilaksanakan oleh anak    buah  kapal MT.AMANAH selama ini.                                   

b.  Pendapatan yang dihasilkan oleh kapal MT.AMANAH .                                                                    c.  Hubungan biaya perawatan dan perbaikan terhadap pendapatan kapal MT.AMANAH

2. Manfaat penelitiana

    a. Manfaat bagi peneliti :

        1.  Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar S1.

         2. Untuk mengetahui prosedur perawatan dan perbaikan kapal sehingga dapat  memperkaya manajemen dan biaya operasi perusahaan pelayaran yang efektif dan efisien.

    

b. Manfaat bagi perusahaan:                          

         1. Diharapkan dapat menjadi masukan dan rujukan untuk     meningkatkan               kegiatan   operasional kapal  – kapal pada PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP.

2.             Agar dapat meminimalisir kerusakan – kerusakan kapal  sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang maksimal.

  1. Mafaat bagi STMT – Tri Sakti dan masyarakat :

             1. Untuk melengkapi dan memperkaya kepustakaan di STMT – Tri Sakti

             2. Sebagai tambahan masukan bagi para teman – teman  di STMT – Tri Sakti

       3. Masyarakat dalam penelitian ini merupakan pengguna jasa yang               mengirim  dan  menerima muatan, dengankondisi konstruksi kapal dan permesinan kapal yang baik akan menjamin jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal sehingga aktifitaperekonomian masyarakat lebih terjamin.

                4.  Masukan bagi para pembaca danpeneliti lain.

D. Hipotesis

              Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga terdapat hubungan yang signifikan antara biaya perawatan dan perbaikan terhadap pendapatan kapal .

 

E. Metodologi Penelitian                                                                         

1. Metodologi pengumpulan  data                                                                                         Penulis menggunakan metode penelitian populasi mengenai hal ini Suharsini (   2003 : 120 ) mengatakan “metode penelitian populasi dimana sebuah sempel dipiliha secara langsungn sehingga hasil analisis merupakan populasisempel yang bersangkutan”. Penelitian populasi ini di ambil dari sempel  dimana sempelnya adalah kapal MT.AMANAH  milik PT. SAMUDERA INDONESI GROUP. Dan data – data dari perusahaan tersebut, berupa data primer dan data sekunder. Data primer yaitu dokumen – dokumen terjadinya kerusakan permesinan kapal serta peralatan pesawat bantu yang menunjang system kegiatan opersional kapal, laporan – laporan biaya perawatan dan perbaikan kapal dan hasil wawancara yang diperoleh dari bagian opersional,bagaian armada dan bagian teknik. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan mengenai topic pembahasan sikripsi ini.

2. Metode Analisis Data.

        Untuk permasaalahan bagian biaya perawatan dan perbaikan dianalisis melalui analisis horizontal menurut Suharsini ( 2008 : 48 ) adalah membandingkan sesuatu masalah dengan hasil yang dicapai. Untuk permasalahan pengaruh biaya perawatan dan perbaikan terhadapa pendapatan kapal MT. AMANAH tahun 2005 – 2008 dianalisis melalui analisis hubungan menurut Sugiono ( 2004 :11 ) merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

 

F. Sistematika Penulisan

                     Adapun  materi sikripsi yang akan dibahas dibagi menjadi lima bab dengan sitematika penulisan sebagai berikut :

BAB         I. Pendahuluan

Dalam bab ini berisi latar belakang kemudian perumusan masalah  dan batasan masalah  termasuk tujuan dan manfaat penulisan,selanjutnya dalam bab ini juga diuraikan   mengenai metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

BAB       II. Landasan Teori

Untuk menjelaskan lebih rinci, maka pada bab ini diuraikan tentang teori – teori yang berkenan dengan sistem perawatan dan perbaikan khususnya kapal MT. AMANAH Milik PT. SAMUDERA INDONESIA GROUP, juga dijelaskan mengenai biaya operasional kapal terutama biaya harian kapal atau Ship Daily Cost ( SDC ) serta menganalisis pendapatran biaya dengan menggunakan konsep analisis Horizontal dan pengaruhnya terhadap pendapatan kapal dianalisis dengan menggunakan Analisis Hubungan.

BAB   III.   Gambaran Umum Perusahaan

Pada bab ini berisi tentang sejarah berdirinya perusahaan PT.  SAMUDERA INDONESIA         GROUP dan perkembangannya sampai saat ini. Berikut juga diuraikan mengenai struktur Organisasi dan manajemen tiap – tiap departemen termasuk bagian opersional, bagian Armada dan bagian teknik serta kegiatan – kegiatan operasionalnya yang dijalankan.  

BAB  IV.   Analisis Pembahasan

               Sebelumnya telah dijelaskan mengenai gambaran umum perusahaan  tentang objek penelitian yang didekripsikan dari hasil pengumpulan data, dan kemudian melalui analisis Horizontal dapathasil analisis biaya perawatan dan perbaikan dilanjut dengan memamparkan pengaruh perawatan dan perbaikan kapal terhadap pendapatan kapal.

BAB    V.  Penutup    

Sebagai penutup dari sikripsi ini penulis memberikan kesimpulan dan saran – saran yang nantinya akan berguna perusahaan dan dan bagi penulis mengenai hasil penelitiantentang biaya perawatan dan perbaikan terhadap pendapat kapal untuk memberikan masukan guna menentukan langkah – langkah kebijakan selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: