TUGAS MANDIRI SEMINAR HERIANDI

NAMA  : HERIANDI

NIM : 244308055

BAB I

PENDAHULUAN

 

1)      Latar Belakang Masalah

           Kualitas sumber daya manusia yang baik sangat berperan penting dalam segala sektor. Sumber daya manusia yang baik memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dan juga memiliki dedikasi serta pengabdian dalam upaya pencapaian tujuan suatu perusahaan.

            Pelaut sebagai awak kapal merupakan sumber daya manusia yang memegang peranan sangat strategis dan dominan di dalam suatu perusahaan pelayaran. Hal ini dikarenakan pelaut sebagai perencana, pelaksana dan juga sebagai pengawas dalam tugas dan tanggung jawab disuatu armada perusahaan pelayaran. Seperti yang telah ditetapkan dalam Pasal 5 ayat 6 UU RI No.17 Tahun 2008 tentang pelayaran bahwa :

“ Mewujudkan sumber daya manusia yang berjiwa bahari, profesional, dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan penyelenggaraan pelayaran “ dan

“ Memenuhi perlindungan lingkungan maritim dengan upaya pencegahan dan penanggulan pencemaran yang bersumber dari kegiatan angkutan di perairan, kepelabuhan, serta keselamatan dan keamanan.

               Berdasarkan Konvensi International STCW (Standard Trainning Certification Watchkeeping for Seafarer) Code’78 Amendment’95 Annex I menyatakan bahwa kompetensi dan kriteria tenaga kerja pelaut yang akan bekerja di atas kapal harus memiliki Sertifikasi Pelatihan (Trainning) yang Standar.

          Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U2002 atau  Nomor 232/U/2000 menjelaskan bahwa seorang yang berkompeten harus dapat memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :

  1. Landasan kemampuan pengembangan kepribadian.
  2. Kemampuan penguasaan ilmu dan ketrampilan ( Know how dan know why )
  3. Kemampuan berkarya ( Know to do ).
  4. Kemampuan mensikapi dan berprilaku dalam berkarya sehingga dapat  mandiri dan mengambil dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab ( Capable to do ).
  5. Dapat hidup bermasyarakat dengan bekerja sama, saling menghormati dan menghargai nilai – nilai pluralisme dan kedamaian ( Able to live together ).

Sehingga akhirnya dapat di formulasikan bahwa awak kapal di harapkan memiliki :

  1. Kecerdasan pola berpikir
  2. Ketrampilan pola bertindak
  3. Kedewasaan pola bersikap
  4. Kematangan jiwa
  5. Keberanian mengambil keputusan secara tepat waktu dan tepat sasaran
  6. Rasa percaya diri dan bertanggung jawab.

           Selain itu, awak kapal bertugas untuk mengabdi kepada semua kepentingan perusahaan, masyarakat dan negara demi meningkatkan sumber daya  perusahaan, dan harus berwibawa serta bermental yang kuat. Di lain pihak awak kapal harus berkualitas yaitu memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif dan efisien.

                              Dalam upaya meningkatkan kualitas hasil sumber daya perusahaan, dituntut adanya peningkatan kualitas teknis maupun mental sebagai awak kapal untuk kemajuan perusahaan, serta untuk awak kapal itu sendiri. Apalagi bagi pelaksana di atas kapal harus memiliki dedikasi yang tinggi dalam tugasnya. Upaya ini haruslah di laksanakan dalam suatu proses yang berkesinambungan, yang menyangkut berbagai aspek seperti kedisiplinan dan pengawasan, sehingga dari waktu ke waktu awak kapal dapat meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik dan dapat selalu di sesuaikan dengan perkembangan zaman serta tuntutan tugas dan perannya.

           Kedisiplinan sangat penting di terapkan agar awak kapal dapat bekerja lebih baik sehingga kinerja pun akan meningkat. Kedisiplinan sebagai dasar dalam membentuk awak kapal berdedikasi dan bertanggung jawab terhadap tugasnya sudah sewajarnya di tegakkan dengan tepat. Kedisiplinan sebagai salah satu upaya dalam membangun pribadi awak kapal untuk bersikap dan berprilaku yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis yang harus di tegakkan. Hal ini harus menjadi komitmen bersama antara awak kapal dengan atasannya (Nahkoda). Penegakan kedisiplinan ini harus terbuka artinya semua komponen yang ada di atas kapal harus mewujudkannya.

           Selain itu pengawasan juga merupakan aspek yang penting dan berperan dalam membangun kinerja yang tinggi. Pengawasan bukanlah sesuatu yang menakutkan dan menjadi kendala bagi awak kapal  dalam menjalankan tugas, tetapi pengawasan sebagai upaya dalam menuju hasil pekerjaan yang lebih baik sesuai dengan standarisasi yang telah di tetapkan. Pengawasan akan sesuai dengan target tentunya harus berdasarkan standar yang telah di tetapkan sehingga pengawasan bukan hanya formalitas tetapi menghasilkan “sesuatu“ yang dapat memberikan masukan guna pembenahan ke depan.

           Dengan demikian, di harapkan dapat terciptanya awak kapal yang berkemampuan dan berkualitas sebagai sumber daya manusia yang mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara efektif dan efisien baik nasional maupun di dunia internasional. Apalagi diatas kapal sangat memerlukan disiplin yang tinggi, tentunya harus di upayakan agar terlaksanakan sehingga program kerja pun selesai sesuai target. Tentunya agar kedisiplinan dapat dilaksanakan dalam praktek, maka kedisiplinan hendaknya dapat menunjang tujuan perusahaan serta sesuai dengan kemampuan dari awak kapal itu sendiri dan pengawasan dari atasannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah skripsi dengan

Judul :

ANALISIS PENGARUH KEDISIPLINAN TERHADAP KINERJA AWAK KAPAL PADA ARMADA MILIK  PT ANDHIKA LINES TAHUN 2009

2)      Perumusan Masalah

1)     Identifikasi Permasalahan

      Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis mengindentifikasi masalah, yaitu :

  1. Masih dijumpai adanya awak kapal yang sepenuhnya belum disiplin.
  2. Latar belakang pendidikan awak kapal yang berbeda.
  3. Motivasi kerja awak kapal yang berbeda.
  4. Tidak disiplinnya awak kapal pada saat bongkar muat di pelabuhan.
  5. Tidak disiplinnya awak kapal pada saat melakukan perawatan harian kapal.
  6. Kinerja awak kapal yang belum optimal.
  7. Masih dijumpai adanya faktor – faktor yang menyebabkan kinerja awak kapal belum optimal.

2)      Pembatasan Masalah

          Penulis membatasi pada kedisiplinan dan kinerja yang dilakukan oleh awak kapal pada Armada Milik PT Andhika Lines untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia sebagai awak kapal dan Sumber Daya perusahaan. 

3)      Pokok Masalah

          Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di kemukakan, maka pokok permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Bagaimanakah kondisi kedisiplinan awak kapal pada armada milik  

PT. Andhika Lines Th.2009 ?

b. Bagaimanakah kondisi kinerja awak kapal pada armada milik PT. Andhika Lines Th.2009 ?

c. Apakah ada hubungan antara kedisiplinan dengan kinerja awak kapal pada armada  milik PT. Andhika Lines Th.2009 ?

3)      Tujuan  Dan Manfaat Penelitian

  1. 1.     Tujuan dari Penelitian ini adalah :

           Berdasarkan latar belakang masalah dan perumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan :

  1. Untuk mengetahui dan menganalisis kondisi kedisiplinan awak kapal pada armada milik PT. Andhika Lines. 
  2. Untuk mengetahui dan menganalisis kondisi kinerja awak kapal pada armada milik PT. Andhika Lines.
  3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja awak kapal pada armada milik PT. Andhika Lines. 
  4. 2.     Manfaat Penelitian 

                  Berdasarkan pada tujuan penelitian di atas, maka manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagi penulis

Penulis dapat mengimplementasikan ilmu yang di peroleh dari perkuliahan dengan pekerjaan secara langsung terutama berkenaan dengan pengelolaan awak kapal sebagai sumber daya manusia di atas kapal, dan juga untuk menyelesaikan studi program S1.

 

  1. Bagi Lembaga ( STMT Trisakti)

Dapat di jadikan sebagai bahan referensi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan tambahan pembendaharaan kepustakaan bagi STMT Trisakti.

  1. Bagi Perusahaan

Untuk PT. ANDHIKA LINES bisa mempertimbangkan dengan hasil penelitian ini bahwasannya kedisiplinan dan pengawasan itu sangat penting di terapkan dengan baik di  atas kapal untuk suatu perusahaan pelayaran agar kinerja awak kapal menjadi optimal.

 

  1. D.    Hipotesis

       Hipotesis merupakan jawaban sementara dari hasil penelitian yang perlu di uji kebenarannya. Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah diduga adanya pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja awak kapal pada armada milik PT. Andhika Lines.

  1. E.     Metodologi Penelitian

       Dalam memperoleh data dan analisis, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode – metode sebagai berikut :

  1. 1.      Metode Pengumpulan Data
    1. a.      Penelitian Lapangan (Hasil data primer)

                        Merupakan pengumpulan data yang berhubungan dengan pengaruh Disiplin terhadap kinerja awak kapal di armada milik PT. Andhika Lines :

 

1)     Observasi (pengamatan)

Melakukan pengamatan langsung ke tempat objek penelitian

2)     Wawancara

Melakukan wawancara langsung dengan awak kapal yang mempunyai hubungan dengan data penulisan penulis.

3)     Kuesioner (angket)

Mengajukan pertanyaan tertulis kepada awak kapal yang pernah bekerja di armada milik PT. Andhika Lines. dimana setiap jawaban untuk setiap pertanyaan telah tersedia dan responden (30 responden) hanya memilh salah satu jawaban yang dianggap paling tepat dari lima pilihan jawaban yang tersedia. yang hasilnya berupa data kualitatif dalam kuesioner (angket) dan data kuantitatif dalam bentuk skor dari jawaban angket.

  1. b.      Penelitian Kepustakaan (Hasil data sekunder)

            Penelitian yang penulis lakukan dengan cara pengumpulan data- data dan informasi yang berasal dari media internet, buku – buku literatur, text books yang di dapat dari perpustakaan baik yang berada di lingkungan kampus STMT Trisakti maupun yang di dapat dari lingkungan kampus BP3IP Jakarta.

  1. c.       Instrument Penelitian

            Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert, dengan membuat 14 pertanyaan mengenai pengaruh disiplin dan 14 pertanyaan mengenai kinerja awak kapal setelah disiplin tersebut di terapkan.

           Untuk mengukur data yang di peroleh dari kuesioner pendapat responden diberi nilai untuk setiap alternatif jawaban yang berjumlah 5 kategori. Dengan demikian instrumen ini akan menghasilkan sudut pandang tertentu, dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini.

Tabel 1.1

Bobot atau Nilai Jawaban

Jawaban

Nilai atau Bobot

Sangat setuju

Setuju                                                          

Ragu – Ragu

Tidak Setuju

Sangat Tidak Setuju

5

4

3

2

1

          Sumber : Sugiono (2008 : 108)

  1. 2.      Metode Analisis Data

Di dalam pembahasan masalah menggunakan model statistika, yaitu :

  1. a.      Persamaan Garis Regresi

Digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh yang fungsional antara kedisiplinan terhadap kinerja awak kapal pada armada milik PT. Andhika Lines.

Persamaan garis regresi linear menurut J.Supranto (2000 : 48) :

 

 

Y = a + bX

                         a = ( ∑Y – b∑X )

      ___________

               n

 

 

b = n . ( ∑XY ) – ( ∑X ) . ( ∑Y )

      _______________________

              n . ∑X² – ( ∑X )²

 

              Dimana :

            n         = Jumlah responden

            a,b       = Bilangan konstanta / tetap

             X       = Variabel independen X ( Kedisiplinan )

             Y       = Variabel dependen Y ( Kinerja awak kapal )

  1. b.      Analisis Koefisien Korelasi

            Setelah menentukan dan mendapatkan persamaan garis regresi yang merupakan hubungan fungsional antara variabel dependen dan variabel independen, maka selanjutnya untuk melihat ada tidaknya keeratan atau pengaruh antara variabel X ( independen ) dan variabel Y ( dependen ), maka di gunakan alat yang di namakan koefisien korelasi R. Pearson atau koefisien korelasi Product Moment.

Adapun rumus yang di gunakan oleh Anto Dajan ( 1984 : 369 ), yaitu:

r =              n . ∑XY  –  ∑X . ∑Y

     ________________________________

           

                √ n . ∑X² – ( ∑X )²      √ n . ∑Y² – ( ∑Y )²

 

Dimana :

r           = Koefisien korelasi

X         = Variabel independen X ( Kedisiplinan )

Y         = Variabel dependen Y ( Kinerja awak kapal )

Tabel 1.1

Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0,00 – 1,99 Sangat Rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat Kuat

                          Sumber : M.Iqbal Hasan ( 2002 : 234 )

 

 

  1. c.       Analisis Koefisien Penentu

Merupakan besarnya kontribusi atau pengaruh variabel X terhadap variabel Y dalam presentase dengan rumus sebagai berikut:

Kp = r² x 100%

Dimana :

Kp = Koefisien Penentu

   r = Koefisien korelasi

 

 

  1. d.      Uji Hipotesis

      Pengujian ini di gunakan untuk menguji keabsahan korelasi dalam menyatakan hubungan antara variabel X dan Y. Pengertian uji hipotesis adalah suatu prosedur yang memungkinkan untuk mengambil keputusan antara suatu hipotesis diterima atau di tolak dengan menggunakan rumus α = 0,05. Tahap – tahapnya adalah :

1)      Perumusan hipotesis awal sebagai berikut :

Ho : ρ = 0 tidak ada hubungan antara variabel X dan Y.

H1 : ρ > 0 ada hubungan positif antara variabel X dan Y.

H1 : ρ < 0 ada hubungan negatif antara variabel X dan Y.

2)      Mencari thitung = r √n – 2    

                             √1 – r ²          

3)      Tentukan ttabel = ( α ; df = n – 2 ) α = 0,05

4)      Kesimpulan :

Jika thitung < ttabel, maka Ho diterima dan H1 ditolak artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan Y. Jika thitung > ttabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan Y.

 

 

 

 

 

  1. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam skripsi ini diuraikan sebagai berikut :

BAB I : Merupakan  Bab Pendahuluan yang menguraikan latar belakang  masalah, perumusan masalah yang meliputi identifikasi masalah, batasan masalah pokok permasalahan, tujuan dan manfaat penelitian hipotesis, metodologi penelitian serta sistematika penulisan skripsi.   

BAB II    :  Pada Bab ini diuraikan tinjauan / teori tentang sumber daya manusia, kedisiplinan, awak kapal serta kinerjanya.

 BAB III :  Pada Bab ini diuraikan tentang sejarah singkat, struktur organisasi dan

                       manajemen serta kegiatan dari PT Andhika Lines dan perkembangan  

                       objek penelitian.

  BAB IV :  Pada Bab ini diuraikan pembahasan dan analisis

  1. Bagaimanakah kondisi disiplin terhadap kinerja awak kapal pada

    armada      milik PT. Andhika Lines Th.2009

  1. Bagaimanakah kondisi kinerja awak kapal pada armada milik PT.

   Andhika Lines Th.2009

  1. Apakah ada hubungan antara disiplin dengan kinerja awak kapal  

  pada armada  milik PT. Andhika Lines Th.2009

   BAB V     : Merupakan Bab Penutup / terakhir dari penulisan skripsi yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Kesimpulan diambil dari Bab IV yaitu hasil dari analisis dan pembahasan serta saran-saran yang bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: