SYAMSUL ARIF (TUGAS MANDIRI SEMINAR)

NAMA       : SYAMSUL ARIF

NIM            : 2443.08.069

SUBJ          : SEMINAR SKRIPSI BAB I & MASALAH TRANSPORTASI LAUT

BAB  I

 

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG MASALAH 

Wilayah Indonesia merupakan suatu Negara dengan jumlah pulau kurang lebih 17.504 pulau, dimana antara pulau yang satu dengan yang lainnya dipisahkan oleh selat. Faktor inilah yang sangat besar pengaruhnya terhadap sistim transportasi wilayah Indonesia, yang sebagian besar merupakan transportasi laut.

Sebagai Negara maritim yang terdiri dari berbagai macam pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan adalah wajar untuk memanfaatkan potensi laut sebagai jalur utama dalam pendistribusian hasil-hasil produksi dari daerah satu kedaerah lainnya baik didalam negeri maupun keluar negeri. Transportasi laut merupakan bagian dari sistim transportasi nasional yang perlu dikembangkan didalam mewujudkan Wawasan Nusantara yang mempersatukan diseluruh nusantara, termasuk laut nusantara sebagai salah satu kesatuan wilayah Republik Indonesia yang utuh, dengan pengembangan transportasi laut akan mampu menggerakan pembangunan Nasional dan pembangunan Daerah.

Perusahaan pelayaran merupakan salah satu dari sekian banyak badan usaha transportasi dalam menangani barang muatan umum yang hadir menjamin terjadinya mekanisme distribusi yang memadai. Suatu kapal beroperasi keseluruh bagian penjuru dunia haruslah layak laut, karena haruslah sesuai dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi modern dalam mengolah bahan-bahan mineral, yang terkandung didalam perut bumi telah banyak menghasilkan berbagai jenis produk muatan cair.

Produk dari minyak bumi yang dihasilkan diantaranya adalah solar, premium, gas alam cair, aspalt dan masih banyak lagi yang lainnya. Masing-masing dari jenis produk tersebut mempunyai sifat kimia dan fisika yang berbeda-beda, sehingga masing-masing produk memerlukan penanganan tersendiri untuk menjaga kualitas dan kuantitasnya. Untuk kegiatan pengeboran, pengambilan transportasi hasil produksi dari minyak bumi tersebut memakai jasa transportasi laut.

Guna menunjang kegiatan pengeboran dan anjungan lepas pantai adalah dengan menggunakan kapal Supply Anchor Handling Towing Supply (AHTS). Dalam kegiatan operasionalnya, kapal-kapal milik PT. Baruna Raya Logistics memiliki kendala dalam hal pemakiaian bahan bakarnya.

Untuk itulah para crew yang bekerja dikapal harus mematuhi dan tahu betul dimana jarak dan penggunaan bahan bakar tersebut untuk dipakai dan digunakan. Selain itu juga agar dapat menggunakan bahan bakar tersebut sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dan dibutuhkan oleh masing-masing dari setiap fungsi kapal-kapalnya agar supaya tingkat pemakaian bahan bakar menjadi seimbang dan sesuai dengan ketentuan dari perusahaan. Karena berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis mengambil judul skripsi ini adalah :

“ ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR KAPAL TERHADAP REALISASINYA PADA MV. KENARI MILIK PT. BARUNA RAYA LOGISTICS “.

 

  1. B.     RUMUSAN MASALAH
    1. 1.      Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat disusun identifikasi masalah yang timbul sebagai berikut :

  1. a.      Rute perjalanan MV. Kenari yang relatif panjang atau jauh.
  2. b.      Adanya fluktuasi anggaran biaya pemakaian bahan bakar kapal pada MV. Kenari yang cenderung naik.
  3. c.       Biaya pemakaian bahan bakar kapal MV. Kenari yang cenderung meningkat.
  4. d.      Realisasi pemakaian Bahan Bakar yang cenderung lebih besar dibandingkan perencanaanya pada MV. Kenari.
  5. 2.      Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka penulis membatasi masalah hanya pada Perbandingan Penggunaan Bahan Bakar Dengan Realisasinya.

  1. 3.      Pokok Permasalahan

Berdasarkan pembatasan masalah pada butir 2, maka pokok permasalahan yang akan dijadikan bahan analisis dan pembahasan dalam penyusunan skripsi ini, adalah sebagai berikut :

  1. a.      Bagaimana rencana dan pelaksanaan rute yang ditempuh oleh MV. Kenari ?
  2. b.      Berapa besar anggaran biaya bahan bakar kapal MV. Kenari ?
  3. c.       Berapa besar realisasi biaya bahan bakar kapal MV. Kenari ?
  4. d.      Bagaimana Perbandingan pemakaian bahan bakar dengan realisasinya pada MV. Kenari milik PT. Baruna Raya Logistics ?

 

  1. C.    TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
    1. 1.      Tujuan Penelitian
      1. a.      Untuk mengetahui analisis realisasi pemakaian bahan bakar pada kapal Supply Anchor Handling Towing Supply (AHTS) milik PT. Baruna Raya Logistics.
      2. b.      Untuk mengetahui pengeluaran anggaran biaya pemakaian bahan bakar pada kapal MV. Kenari milik PT. Baruna Raya Logistics.
      3. c.       Untuk mengetahui faktor-faktor pemakaian bahan bakar kapal pada MV. Kenari milik PT. Baruna Raya Logistics.
      4. d.      Untuk mengetahui perbandingan pemakaian bahan bakar kapal Supply Anchor Handling Towing Supply (AHTS) milik PT. Baruna Raya Logistics.
      5. 2.      Manfaat Penelitian
        1. a.      Bagi Penulis

Diharapkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta memahami tentang Sumber Daya Manusia, khususnya masalah pemakaian bahan bakar terhadap realisasinya pada kapal Supply Anchor Handling Towing Supply (AHTS) milik PT. Baruna Raya Logistics. Dan juga merupakan salah satu syarat kelulusan program S1 di Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti.

  1. b.      Bagi Perusahaan

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan atau kebijakan dimasa yang akan datang tentang pemakaian bahan bakar kapal di laut terutama pada jenis kapal Supply Anchor Handling Towing Supply (AHTS) milik PT. Baruna Raya Logistics khususnya dan kapal-kapal lain tentunya.

  1. c.       Bagi Lembaga STMT TRISAKTI

Sebagai bahan informasi tambahan yang berkaitan dengan pemakaian bahan bakar terhadap realisasinya pada kapal Supply Anchor Handling Towing Supply (AHTS) MV. Kenari, dan sebagai data dokumentasi pada perpustakaan.

 

  1. D.    METODOLOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ini penulis menggunakan Metode Evaluasi, yaitu dengan cara mengevaluasi dimana data-data yang didapat dari Data Primer dan Data Sekunder.

  1. 1.      Jenis Data
    1. a.      Data Primer

Yaitu data yang diperoleh melalui Riset Lapangan dengan melakukan Evaluasi pada karyawan dan dokumentasi pada PT. Baruna Raya Logistics Jakarta, dimana perusahaan tersebut yang menjadi objek penelitian untuk mendapatkan informasi dan keterangan yang diperlukan untuk mengumpulkan Data Primer.

  1. b.      Data Sekunder

Yaitu data-data yang diperoleh dari Divisi Operasional dan Humas PT. Baruna Raya Logistics, data statistik perusahaan, literatur perusahaan serta data-data pendukung lainnya seperti dari buku-buku yang sesuai dengan pokok permasalahan skripsi ini.

  1. 2.      Metode Pengumpulan Data

Adapun Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian penyusunan skripsi ini adalah :

  1. a.      Penelitian Lapangan (Field Research)

Penelitian ini dilakukan dengan cara datang langsung ke kantor yang bersangkutan, dalam hal ini adalah PT. Baruna Raya Logistics Jakarta. Penelitian Lapangan (Field Research) untuk memperoleh Data Primer yaitu dengan cara melakukan :

1)      Evaluasi

Yaitu metode pengumpulan data dengan membandingkan suatu kejadian, kegiatan atau produk dengan standar dari program yang telah ditetapkan sebagai bagian dari suatu proses pengambilan keputusan yang menekankan pada proses.

  1. b.      Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Yaitu penelitian yang dilakukan dengan membaca, meneliti serta mempelajari bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan topic skripsi untuk membangun kerangka teoritis. Pada dasarnya bahan-bahan untuk penelitian kepustakaan dikelompokan dalam tiga bagian yaitu :

1) Literatur diktat-diktat, catatan-catatan kuliah dan buku-buku lainnya baik terbitan dalam negeri maupun luar negeri yang diharapkan untuk membangun kerangka teoritis.

2)      Majalah-majalah, diktat-diktat kuliah yang penulis peroleh selama mengikuti kuliah, maupun diktat-diktat Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti dan dokumen-dokumen serta karya ilmiah lainnya yang berhubungan dengan judul yang ditulis pada skripsi ini.

3)      Media Komunikasi dan Informasi, yaitu diktat-diktat yang didapat melalui media informasi internet secara global.

  1. 3.      Metode Analisis Data

Dalam melengkapi skripsi ini penulis menggunakan Metode penulisan Deskriptif dan Kuantitatif. Menurut J Supranto (2003 : 4), Deskriptif adalah “Informasi yang diperoleh hanya untuk memberikan gambaran atau menguraikan tentang suatu keadaan yang ada di lapangan“. Sedangkan Kuantitatif, menurut P. Joko Sugayo (1991 :106), adalah “Data-data dalam bentuk angka atau memperbandingkan dari beberapa gambaran sehingga memperoleh gambaran baru“. Jadi penulis menguraikan serta menggambarkan dengan jelas dan lengkap tentang pembahasan masalah yang sebenarnya, dan pemecahan masalahnya yang oleh penulis gunakan adalah Teknik Analisis Horizontal dan Analisis Trend.

 

 

 

  1. E.     SISTEMATIKA PENULISAN

Dalam sistematika penulisan skripsi ini, penulis membaginya dalam 5 bab. Pembagian ini dimaksudkan agar dapat mempermudah dalam memahami materi skripsi. Adapun bagian dari kelima bab tersebut yaitu sebagai berikut :

BAB I       :  PENDAHULUAN

Dalam hal ini diuraikan beberapa hal mengenai Latar Belakang Masalah atau Alasan Pemilihan Judul. Perumusan masalah yang meliputi Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah dan Pokok Masalah. Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian, serta Sistematika Penulisan skripsi ini.

BAB II      : LANDASAN TEORI

Dalam ban ini diuraikan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan pokok bahasan skripsi yang berhubungan dengan pokok bahasan skripsi yaitu dengan Pengertian Target, Pengertian Bahan Bakar Secara Umum, Pengertian Bahan Bakar Kapal, Pengertian realisasi Pemakaian Bahan Bakar Kapal, Pengertian Kapal Secara Umum, Pengertian Kapal Supply Anchor Handling Towing Supply (AHTS), konsep Analisis Horizontal, dan Konsep Analisis Trend.

BAB III    : GAMBARAN UMU PT. Baruna Raya Logistics

Dalam bab ini menguraikan tentang gambaran umum PT. Baruna Raya Logistics, yang meliputi Sejarah Singkat Perusahaan, Struktur Organisasi Perusahaan, Sistim Manajemen Perusahaan serta kegiatan usaha perusahaan dengan segala Fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan.

 BAB IV    : ANALISIS DAN PEMBAHASAAN

Dalam bab ini mencakup tentang analisis dan pembahasan permasalahan yang merupakan ulasan dan uraian hasil penelitian yang didalamnya dijelaskan tentang Anggaran Pengukuran Pemakaian Bahan Bakar Kapal pertahun, Analisis Pencapaian Target atau Realisasi Pemakaian Bahan Bakar pada MV. Kenari, dan Analisis Perbandingan Pemakaian Bahan Bakar Terhadap realisasinya pada MV. Kenari Milik PT. Baruna Raya Logistics.

BAB V      : PENUTUP

Merupakan bab terakhir dari keseluruhan inti skripsi berupa Kesimpulan dan saran dari hasil analisis dan pembahasan Bab IV yang dianggap perlu bagi perusahaan sebagai bagian dari suatu proses pengambilan keputusan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 TUGAS MANDIRI SEMINAR  II

 

NAMA    : SYAMSUL ARIF

                                            NIM         : 244308069

 

“KECELAKAAN KAPAL DAN MARINE INSPECTOR DI INDONESIA”

 

       PERUMUSAN MASALAH

  1. A.     Identipikasi Masalah

Berdasar topic diatas dapat disusun identifikasi masalah yang timbul sebagaiberikut  :

  1. Frekuwensi kecalakan kapal di Indonesia.
  2. Standar keselamatan kapal di Indonesia.
  3. Tugas dan tanggun jawab merine insfector di Indonesia.
  4.  Hubungan kecelakan kapal dengan marine insfector di Indonesia.
  5. Penyebab kecelakaan kapal di Indonesia.
  6. Peran marine insfector tentang pembangunan sebuah kapal.

 

  1. B.      Pembatasan masalah

             Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka penulis membatasi masalah

             Hanya pada, Sejauhmana Hubungan Kecelakaan Kapal Dengan Marine

             Insfector.       

                   C.   Pokok permasalahan

Berdasarkan pembatasan masalah pada butir B, maka pokok permasalahan yang akan dijadikan bahan analisis dan pembahasan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :

  1. Berapa besar pengaruh marine Insfector terhadap kecelakaan kapal.
  2. Bagaimana pelaksanaan tugas marine insfector di Indonesia terhadap pembagunan sebuah kapal.
  3. Bagaimana standar keselamatan kapal menurut marine insfector  dalam hal ini kewenangan pada BKI (biro klasifikasi Indonesia) tentang  konstruksi lambung, perlistrikan, dan permesinan kapal.
  4. Bagaimana pelaksanaan tugas marine insfector di Indonesia terhadap realisasinya.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: