Philipus Seleky/Tugas Mandiri Seminar/ Nim 244308039

Philipus Seleky

Tugas Mandiri seminar.

Nim 244308039

BAB I
PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah

Keselamatan kerja di laut dewasa ini terus berkembang dari hari ke hari bahkan sudah merupakan tuntutan pelayanan yang harus dipenuhi. Transportasi merupakan sarana angkutan dalam usaha pemindahan suatu barang, hewan atau penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya. Dalam pengertian lebih luas usaha transportasi bukan hanya memindahkan barang, hewan atau penumpang saja, melainkan transportasi itu sendiri berkembang sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri ± 17.000 pulau, dengan luas laut mencapai 2/3 bagian dari luas wilayah daratan Indonesia sangat membutuhkan sarana dan prasarana transportasi sehingga menunjang pembangunan negara secara menyeluruh sampai pelosok tanah air kita Ibu Pertiwi. Perkembangan ekonomi yang terus berlanjut dan bergerak untuk mencapai tujuan akhir masyarakat adil dan makmur bagi seluruh wilayah dan rakyat Indonesia.

Perkembangan teknologi terutama teknologi informasi merupakan tantangan tersendiri bagi bisnis transportasi khususnya dunia maritim atau pelayaran dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, yang jika dapat didaya gunakan akan menjadi kekuatan dalam menjalankan bisnis serta merupakan salah satu kunci sukses dalam persaingan. Tantangan yang dihadapi khususnya pada keselamatan kerja transportasi laut terdiri dari 2 (dua) faktor penyebab utama yaitu kondisi fisik kapal dan awak kapalnya. Kondisi fisik kapal dan awak kapalnya merupakan tuntutan zaman untuk menjamin kelancaran dan keselamatan kerja transportasi laut sebagai tujuan mutlak bagi pengguna jasa khususnya tranportasi kapal laut. Globalisasi perdagangan bebas telah mendorong Perusahaan-perusahaan Pelayaran di seluruh dunia berlomba-lomba untuk bersaing dalam menjaring konsumen dengan menjanjikan ketepatan dan keselamatan muatan dan penumpang apabila menggunakan jasa transportasinya.

Internasional Maritime Organizatian (IMO) adalah sebuah organisasi internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusinya yaitu Standard Training Certificatian for Watckeeping for Seafarer (STCW) 1978 Amandemen 1995. Safety of Life at Sea (SOLAS) 1974, Maritime Pollusion (MARPOL) 1973/78. Pada dasarnya semua peraturan yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) bertujuan untuk menjamin keselamatan kerja transportasi laut dan mengatur tentang Kondisi fisik kapal dan Awak kapal sesuai standar Internasional.

Sangatlah wajar apabila Negara Indonesia sebagai Negara Kepulauan memiliki armada transportasi laut yang handal, yang dapat bersaing di pasar Internasional. Akan tetapi sangat ironis pula apabila suatu Negara Kepulauan seperti Indonesia ternyata banyak armada kapal dan awak kapalnya tidak laik-laut sehingga kurang mampu bersaing di pasar Internasional.

Perkembangan teknologi terutama teknologi informasi merupakan tantangan tersendiri bagi bisnis transportasi khususnya dunia maritim atau pelayaran dalam menghadapi era globalisasi dan perdagangan bebas, yang jika dapat didaya gunakan akan menjadi kekuatan dalam menjalankan bisnis serta merupakan salah satu kunci sukses dalam persaingan. Tantangan yang dihadapi yaitu mempersiapkan kondisi fisik kapal dan awak kapal sehingga mampu bersaing pada era globalisasi pasar dunia, terlebih dengan adanya Asian Free Trade Association (AFTA) (2003) dan Association Pretrolium Economic Company (APEC) (2020). Globalisasi pasar ini mendorong masuknya pemain-pemain baru sehingga iklim persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Hal ini akan sangat terasa terutama bagi perusahaan pelayaran di Indonesia, sebagian besar pemain utama di industri transportasi adalah pemain global misalnya Neptune Ocean Line (NOL) dari Singapore, Amercan Presiden Line (APL) dari Amerika Serikat, dan Nederland Hlyod (Nedllyod) dari Belanda.

Untuk menciptakan standarisasi kondisi fisik kapal dan awak kapal di kapal-kapal Indonesia menjadi tanggung jawab bersama antar Instansi Pemerintah terkait, Diklat dan Kesatuan Pelaut Indonesia. Akan tetapi dalam hal ini pemerintah harus ada kemauan politik untuk mengupayakan semua pihak-pihak yang terkait dengan kondisi fisik kapal dan awak kapal, untuk berbuat lebih sungguh-sungguh, demi terciptanya keselamatan kerja transportasi laut.

Apabila di sadari bahwa kondisi fisik kapal dan awak kapal yang melayani jasa transportasi laut merupakan prioritas utama yang harus selalu di evaluasi untuk menjamin kelancaran keselamatan kerja transportasi laut, keberadaan awak kapal yang bekerja di kapal asing cukup besar peranannya untuk menambah pemasukan devisa Negara. Kondisi fisik kapal dan awak kapal Indonesia harus dapat menghadapi persaingan dengan negara-negara asing. Keselamatan kerja transportasi laut memerlukan penanganan yang serius dewasa ini apalagi banyaknya kejadian-kejadian kecelakaan kapal baik kecelakaan tubrukan, kandas, maupun terbakar dan tenggelam.

Pada saat sekarang ini persaingan armada kapal laut antar perusahaan pelayaran di kawasan Asia maupun di dunia, berkembang sangat ketat sekali, banyaknya perusahaan pelayaran yang mengoperasikan armada kapalnya dengan standar kondisi fisik kapal dan awak kapal seperti perusahaan-perusahaan pelayaran dari Malaysia, Singapore, dan Republik Rakyat China.

Melihat ketatnya persaingan tersebut tentu hanya perusahaan pelayaran yang mempunyai armada kapalnya sudak laik-laut yang mampu bersaing dengan perusahaan pelayaran asing. Kondisi fisik kapal dan awak kapal dapat dibuktikan dengan validnya semua sertifikat-sertifikat yang dimiliki oleh kapal maupun awak kapalnya sehingga mendukung keselamatan kerja transportasi laut.

Sejalan dengan meningkatnya tuntutan dari para pengguna jasa angkutan laut, banyak perusahaan pelayaran mulai berbenah diri dengan meningkatkan standar pelayanan disesuaikan dengan harapan para konsumen. Adapun tujuan dari peningkatan standar pelayanan yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan pelayanan adalah untuk menjaring konsumen sebanyak mungkin. Kondisi semacam ini akan menciptakan persaingan sengit diantara sesama perusahaan pelayaran. Oleh karena itu, penulis ingin meneliti tentang hubungan antara kondisi fisik kapal dengan keselamatan kerja awak kapal dengan judul  “ANALISIS PENGARUH KONDISI FISIK KAPAL TERHADAP KESELAMATAN KERJA AWAK KAPAL MV. CREST OCEAN PADA PACIFIC RADIANCE PTE. LTD TAHUN 2008”. Adapun pokok bahasan yang akan dianalisis pada penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kondisi fisik kapal dan hubungannya dalam meningkatkan keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean sehingga dapat mengurangi kecelakaan di kemudian hari.

  1. B. Perumusan Masalah
  1. Identifikasi Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dibuat identifikasi permasalahan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Kondisi fisik kapal dan keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean sudah menurun
  2. Ada hambatan dalam pengoperasian MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD.
  3. Keterbatasan biaya pada Pacific Radiance PTE. LTD dalam pengoperasian kapal
  4. Sumber daya manusia pada Pacific Radiance PTE. LTD perlu ditingkatkan.
  1. Pembatasan Masalah

Terindikasi terhadap masalah pokok yaitu sejauhmana pengelolaan pelayanan ditinjau dari aspek manajemen, terutama perencanaan dan pengawasannya serta kelembagaan penyelenggara pelabuhan dalam upaya menerapkan semua aturan nasional maupun internasional dapat berfungsi secara optimal untuk meningkatkan keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean.

Merujuk uraian di atas maka peneliti membatasi penelitiannya pada “ANALISIS PENGARUH KONDISI FISIK KAPAL TERHADAP KESELAMATAN KERJA AWAK KAPAL MV. CREST OCEAN PADA PACIFIC RADIANCE PTE. LTD TAHUN 2008”.

  1. Pokok Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan pokok masalah sebagai berikut berikut

  1. Bagaimana kondisi fisik kapal di MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD tahun 2008 ?
  2. Bagaimana keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD tahun 2008 ?
  3. Sejauh  mana pengaruh kondisi fisik kapal terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD tahun 2008 ?

  1. C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
  1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui kondisi fisik kapal di MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD tahun 2008.
  2. Untuk mengetahui keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD tahun 2008.
  3. Untuk menganalisis pengaruh kondisi fisik kapal terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD tahun 2008.
  1. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat untuk berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi. Adapun manfaat yang bisa diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Bagi Perusahaan-perusahaan Pelayaran domestik diharapkan dapat mempersiapkan kapal-kapalnya tetap laik-laut untuk menangani permasalahan keselamatan transportasi dalam kondisi nyata dengan kajian ilmiah khususnya di MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD tahun 2008.
  2. Bagi Lembaga-Lembaga Pendidikan yang mendidik para awak kapal agar lebih ditingkatkan kemampuan dan keterampilannya dan diharapkan mampu menunjang keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean.
  3. Bagi Lembaga Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti diharapkan sebagai suatu bahan hasil penelitian analisis dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean.
  4. Bagi penulis merupakan aplikasi penerapan teori dan konsep yang telah didapat selama mengikuti perkuliahan Sarjana.
  5. D. Hipotesis

Berdasarkan uraian konsepsional di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis statistiknya, sebab berdasarkan data-data yang akan diperoleh akan diuji kebenaran dan diketahui berapa besar pengaruhnya. Adapun hipotesis statistiknya:

Ho   :  b   <  0  :           tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kondisi fisik kapal terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD tahun 2008

Ha  :   b   >   0  :           terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kondisi fisik kapal terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD tahun 2008

  1. E. Metodologi Penelitian
    1. 1. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan :

  1. Riset Kepustakaan

Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan cara mengambil literarur berbagai buku yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas untuk mendapatkan teori dan definisi yang dapat dipergunakan dalam penelitian ini.

  1. Riset Lapangan

Penelitian yang dilakukan langsung ke objeknya yaitu Pacific Radiance PTE. LTD guna memperoleh data yang dibutuhkan melalui dua cara :

1)      Wawancara, yaitu bertanya jawab langsung dan lisan dengan pihak yang bersangkutan.

2)      Observasi, yaitu memperoleh data atau bahan dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara teliti mengenai permasalahan yang akan diteliti.

  1. 2. Variabel, Dimensi dan Indikator Penelitian

Berikut variabel, dimensi dan indikator penelitian yang digunakan dalam kuesioner :

Tabel I.1

Instrumen Variabel Penelitian

Varibel Penelitian Indikator No. Item Instumen
Kondisi fisik kapal 1. Materi Kondisi fisik kapal 1, 2, 3
2. Pelatih / Instruktur 4, 5, 6, 7
3. Tujuan Kondisi fisik kapal 8, 9, 10, 11
4. Peserta Kondisi fisik kapal 12, 13, 14, 15
Keselamatan kerja awak kapal 1. Kemampuan Kerja 1, 2, 3, 4
2. Mencapai sasaran 5, 6, 7
3. Mutu pekerjaan 8, 9, 10, 11
4. Inisiatif 12, 13, 14, 15

Penelitian ini akan diukur dengan menggunakan skala likert dalam bentuk check list (Ö) yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang. Dalam penelitian ini, untuk mengetahui dan menilai sikap responden tentang kondisi fisik kapal dengan keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean. Jawaban dari pernyataan responden (kualitatif) diubah menjadi kuantitas berupa angka skor, seperti tabel berikut ini :

Tabel I.2

Ketentuan Pengukuran Instrumen Penelitian

Pernyataan

Skor

Sangat Setuju

5

Setuju

4

Ragu-ragu

3

Tidak Setuju

2

Sangat Tidak Setuju

1

  1. 3. Metode Analisis Data
    1. a. Pengolahan data

Setelah mendapatkan data, maka langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut dan siap untuk disajikan atau dibuat, sedangkan disini peneliti menggunakan cara pengolahan data secara manual dan SPSS (Statistial package for the social sciences) Ver. 13.00 untuk menghitung nilai statistik berupa regresi linier sederhana, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis dengan menggunakan       uji t.

  1. b. Penyajian  Data

Rencana penyajian data adalah dalam bentuk tabel untuk mempermudah perhitungan dan pemahaman dalam meneliti.

  1. c. Analisis Statistik Data

Pengolahan data yang baik adalah menggunakan komputer yaitu dengan program SPSS Ver. 13.00. Dimana dengan harapan tidak terjadi tingkat kesalahan yang besar serta teknik manual yang digunakan mengingat tidak semuanya data dapat diolah dengan menggunakan komputer tetapi dengan perantara manual data baru bisa diinput dengan komputer. Setelah data diolah kemudian terjadi hasil atau output dari perkalian, penjumlahan, pembagian, pengakaran, pemangkatan, serta pengurangan. Hasil yang diolah disajikan dalam bentuk tabel dimaksudkan agar penyajian dapat dibaca dengan mudah dan mudah dipahami.

1) Uji Validitas

Pengujian dengan SPSS yang pertama dilakukan adalah uji validitas. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Pengujian validitas dilakukan dengan teknik analisis faktor yaitu menguji apakah butir-butir pertanyaan yang digunakan dapat mengkonfirmasi sebuah faktor atau variabel konstruk.

Instrumen penelitian yang telah dibuat disebarkan kepada responden sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian dikatakan valid (akurat), dengan kata lain instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur untuk penelitian, jika memiliki nilai validitas besar atau sama dengan 0,30 dan sebaliknya jika nilai validitas lebih kecil dari 0,30 maka penelitian dikatakan tidak valid. Menurut Sugiyono (2002) ketentuan validitas instrument sahih apabila r hitung lebih besar dari r kritis (0,30). Teknik korelasi yang digunakan adalah skor korelasi Rank Spearman (Arief Prastito, 2005:241-257), yaitu:

Dalam hal ini:  rs =       Koefisien Korelasi Rank Spearman

d =      Selisih dari pasangan rank ke-1

n =      Banyaknya pasangan rank

Langkah dalam menguji validitas:

  1. Menentukan hipotesis.

H0 = Skor butir berkorelasi positif dengan skor faktor.

H1 = Skor butir tidak berkorelasi positif dengan skor faktor.

  1. Menentukan nilai a

Dengan tingkat signifikansi 5% maka yang digunakan untuk pembanding adalah 0,30

  1. Mencari rhasil

Melalui program SPSS 15.00 for Windows rhasil untuk tiap item (variabel) bisa dilihat pada kolom Corrected Item Total Correlation.

  1. Mengambil keputusan

Dasar pengambilan keputusan:

1)      Jika rhasil positif, serta rhasil > 0,30 maka butir atau variabel tersebut valid.

2)      Jika rhasil tidak positif, dan rhasil < 0,30 maka butir atau variabel tersebut tidak valid.

2) Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten atau stabil dari waktu ke waktu apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula, kualitas data yang diperoleh dari penggunaan instrumen penelitian dapat dievaluasi dengan menggunakan uji reliabilitas dan validitas. Peneliti melakukan uji reliabilitas dengan menghitung koefisien Cronbach Alpha dari masing-masing item dalam suatu variabel. Instrumen yang dipakai dalam variabel tersebut dikatakan handal (reliable) apabila memiliki Cronbach Alpha lebih dari 0,60 (Gozali, 2002:98).

Koefisien Alpha Cronbach:

Keterangan :

k = jumlah butir kuisioner

a it = koefisien keterandalan butir kuisioner

åSi2 = jumlah variansi skor butir yang valid

St2 = variansi total skor butir

Untuk mencari besarnya variansi butir kuisioner dan variansi total skor butir di gunakan rumus sebagai berikut :

dan

Keterangan:

åXi = jumlah skor setiap butir

åXi2 = jumlah kuadrat skor setiap butir

åXt = jumlah skor total

åXt2 = jumlah kuadrat skor total

Langkah dalam menguji reliabilitas :

a)      Menentukan hipotesis.

H0 = Skor butir berkorelasi positif dengan komposit faktornya.

H1 = Skor butir tidak berkorelasi positif dengan komposit faktornya.

b)      Membandingkan cronbach alpha dengan 0,60

c)      Mencari rhasil

Disini rhasil adalah Cronbach Alpha (terletak di akhir output pada program SPSS 15.0 for Windows).

d)     Mengambil keputusan.

Dasar pengambilan keputusan:

Jika ralpha positif atau ralpha > 0,60, maka butir atau variabel tersebut reliabel.

Jika ralpha tidak positif atau ralpha < 0,60 maka butir atau variabel tersebut tidak reliabel.

Oleh karena kuesioner telah dinyatakan valid dan reliabel maka kuesioner tersebut layak untuk dilanjutkan analisisnya.

Ukuran kemantapan alpha dapat diinterpretasi seperti pada tabel berikut :

Tabel I.3

Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Alpha

Alpha

Tingkat reliabilitas

0,00 s/d 0,20

> 0,20 s/d 0,40

> 0,40 s/d 0,60

> 0,60 s/d 0,80

> 0,80 s/d 1,00

Kurang reliable

Agak reliable

Cukup reliable

Reliabel

Sangat reliabel

Sumber : Triton (2006:248)

3) Analisis Koefisien Korelasi Sederhana

Analisis ini digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan mengetahui arah hubungan yang terjadi. Koefisien korelasi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara dua variabel. Dalam hal ini keeratan dan seberapa besar hubungan antara kondisi fisik kapal dan keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean dan bagaimana hubungannya, maka dapat digunakan rumus:

Keterangan :

rXY = Koefisien korelasi antara kedua variabel

X         = Kondisi fisik kapal

Y         = Keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean

n          = Jumlah data

Nilai koefisien korelasi ini paling sedikit -1 dan paling besar 1. Jadi kalau r = koefisien korelasi, nilai r dapat dinyatakan sebagai berikut:

-1 < rXY < 1

Dimana :

Jika :    rXY = 1, hubungan X dan Y sempurna positif

rXY = -1, hubungan X dan Y sempurna negatif

rXY = mendekati 1 hubungan kuat positif

rXY = mendekati 0 hubungan lemah positif (bergerak dari 1ke 0)

rXY = mendekati -1 hubungan lemah negatif

rXY = mendekati 0 hubungan lemah negatif (bergerak dari -1 ke 0)

atau dapat menggunakan tabel pedoman berikut ini :

Tabel I.4

Pedoman untuk memberikan interpretasi

Koefisien Korelasi

Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0,80 – 1,000

Sangat kuat

0,60 – 0,799

Kuat

0,40 – 0,599

Cukup kuat

0,20 – 0,399

Rendah

0,00 – 0,199

Sangat rendah

Artinya : X dikatakan mempengaruhi Y jika berubahnya nilai X akan menyebabkan adanya perubahan nilai Y. Artinya naik turunnya X akan membuat naik turunnya nilai Y. Akan tetapi naik turunnya Y tidak semata-mata disebabkan oleh X, karena masih ada faktor lain yang dapat menyebabkan naik turunnya nilai Y.

4) Analisis Koefisien Determinasi

Analisis ini digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan atau kontribusi pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).  Koefisin ini menunjukkan menunjukkan seberapa beasr persentase variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependen. rXY2 sama dengan 0, maka tidak ada sedikitpun persentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen yang digunakan dalam model tidak menjelaskan sedikitpun variasi variabel dependen. Sebaliknya rXY2 sama dengan 1, maka persentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna, atau variabel variabel independen yang digunakan dalam model menjelaskan 100% variasi variabel dependen. Dalam hal ini persentase kontribusi pengaruh kondisi fisik kapal (X) terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean (Y) dipergunakan koefisien determinasi (KD), dengan rumus sebagai berikut :

KD = (rXY)2.100%

5) Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisis ini digunakan untuk meramalkan atau memprediksi variabel terikat (Y) apabila variabel bebas (X) diketahui. Regresi sederhana dapat dianalisis karena didasari oleh hubungan fungsional atau hubungan sebab akibat (kausal) variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Dalam hal ini bagaimana variabel dependen yaitu keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean atau kriteria dapat diprediksikan melalui variabel independen yaitu kondisi fisik kapal atau prediktor, secara individual. Persamaan umum regresi linier sederhana adalah:

Ŷ = a + b (X)

Dimana:

dan

Ŷ          = Subjek variabel terikat yang diproyeksikan (keselamatan kerja awak kapal)

X         = Variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk diprediksikan (kondisi fisik kapal)

a = Nilai konstanta atau intercept harga Y jika X = 0

b          = Nilai arah koefisien regresi sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai peningkatan (+) atau nilai penurunan (-) variabel Y (kenaikan atau penurunan Ŷ untuk setiap perubahan satu-satuan X)

6) Pengujian Hipotesis

Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Signifikan berarti pengaruh yang terjadi dapat berlaku untuk populasi (dapat digeneralisasikan). Dimana pengujian hipotesis untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif yang signifikan kondisi fisik kapal terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean. Adapun langkah-langkah dalam melakukan pengujian hipotesis adalah sebagai berikut :

a)      Ho : b < 0,             tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan

kondisi fisik kapal terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean

Ha : b > 0,               terdapat pengaruh positif yang signifikan kondisi fisik kapal terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean

b)      Menentukan taraf nyata (a) atau tingkat keyakinan (1-a)

Taraf nyata (a) = 5% dan tingkat keyakinan (1-a) = 95%, dengan ttabel (ttabel = t (a,n-2))

c)    Menentukan daerah kritis (daerah penolakan Ho)

Ho diterima, Ha ditolak jika -t tabel < t hitung

–          Ho ditolak, Ha diterima jika t hitung > t tabel

d)     Perhitungan nilai t

t hitung =

Sb = Standard error of regression cofficient

Sebelum menentukan Sb, maka ditentukan terlebih dahulu Se yaitu Standard error of estimated sebagai berikut :

Se =  sehingga Sb =

e)      Menarik kesimpulan

Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima, Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan kondisi fisik kapal terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean pada Pacific Radiance PTE. LTD

Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak, Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh positif yang signifikan kondisi fisik kapal terhadap keselamatan kerja awak kapal MV. Crest Ocean pada      Pacific Radiance PTE. LTD

  1. B. Sistematika Penulisan Skripsi

Oleh karena skripsi adalah suatu karya ilmiah, maka disusun secara sistematis (dikelompokan) secara sistematis dan kronologis (secara berurutan) sebagai berikut :

BAB I :     PENDAHULUAN

Pembahasan pertama merupakan Pendahuluan, pembahasannya  meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah yang meliputi pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, hipotesis, metode penelitian dan sistematika penulisan skripsi.

BAB II  :  LANDASAN TEORI

Pembahasan kedua meliputi landasan teori, karena dalam bab ini dikemukakan teori-teori dari berbagai ahli dibidangnya, yang akan dipakai sebagai alat analisis dan pemecahan masalah atas hasil penelitian yang telah diperoleh. Teori-teori yang dikemukakan harus sesuai dengan penelitian.

BAB III:   GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PACIFIC RADIANCE PTE. LTD DAN KAPAL MV. CREST OCEAN

Pembahasan ketiga disusun dalam, memuat rangkuman tentang penelitian yang merupakan hasil tinjauan umum objek penelitian

BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pembahasan keempat disusun merupakan proses Analisis dan Pembahasan atas rumusan masalah yang telah ditentukan dalam bab I.

BAB V :     PENUTUP

Pembahasan kelima ini disusun dalam bab yang terakhir yang merupakan Bab Penutup berisi kesimpulan dari seluruh analisis dan pembahasan, serta saran-saran penulis, yang disesuaikan dengan tujuan dan kegunaan penelitian yang telah ditentukan dalam bab I.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: