TUGAS SEMINAR KELOMPOK 2 (BAB I,2)

TUGAS SEMINAR KELOMPOK 2 (BAB I DAN II)

1.  ASEP SAEPUROHMAN

2.  SYAMSUL ARIF

3.  HERWANDI

4.  YUDI ARIYANTO

5.  EKPRINA SURUH

6.  FEBRIYANTI

7.  DEWI SRI NURHAYATI

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang Masalah

Dalam suatu negara maritim seperti halnya dengan negara Indonesia, pelabuhan memegang peranan yang cukup penting sesuai dengan salah satu fungsinya sebagai “Gateway”, atau pintu gerbang pelabuhan yaitu  pintu masuk atau keluarnya barang dari suatu negara atau daerah dimana lebih dari 50% dari total barang tersebut di angkut melalui moda laut, yang memasuki pelabuhan tujuan. Orientasi kegiatan pelabuhan yang paling dominan adalah untuk pelayanan kapal dan barang,  dimana pelayanan untuk kapal yang diberikan pihak pengelola pelabuhan adalah pelayanan pemanduan.PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok memiliki beberapa unit kerja perencanaan dan pengendalian operasi/ PPSA (Pusat Pelayanan Satu Atap), Pelayanan Pelanggan, Usaha Terminal, Properti, Teknik,  Sumber Daya Manusia dan Umum, Keuangan, dan Unit Kerja Kepanduan,  Sebagaimana unit kerja lainnya di lingkungan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok, maka unit kerja kepanduan dipimpin seorang Manager yang kedudukannya berada di bawah General Manager, di samping berfungsi di bidang pengusahaan jasa unit kepanduan berfungsi juga di bidang pemerintahan. Selama ini kedudukan unit kerja kepanduan di PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok di bina melalui Bidang Pemerintahan, ( pihak pengelola pelabuhan) melaksanakan dan mengawasi    keselamatan dan kelancaran lalu lintas gerakan kapal, memelihara tertib hukum perkapalan dan pelayaran pada daerah perairan wajib pandu serta secara teknis bertanggung jawab kepada Syahbandar, kemudian juga dapat dibina melalui bidang Pengusahaan Jasa, pihak pelabuhan melaksanakan usaha- usaha bidang pelayanan pemanduan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditentukan, serta secara administratif  bertanggung jawab kepada General Manager.

Pekerjaan memandu kapal ternyata termasuk pekerjaan yang tidak saja memerlukan sumber daya manusia berketrampilan khusus untuk melaksanakannya, tetapi juga dituntut tanggung jawab prestasi kerja, kerjasama, prakarsa, kejujuran, ketaatan dan perilaku kondisi fisik yang prima dalam pelaksanaannya. Masalah kelancaran, keamanan, keselamatan dari kapal yang dipandu adalah hal yang utama dalam pelaksanaan pemanduan kapal karena akibat yang dapat ditimbulkan dari suatu kelalaian atas kegiatan pemanduan kapal dapat berpengaruh pada kelancaran lalu lintas kapal dalam pelabuhan, bahkan juga terhadap perairan dan lingkungannya

Semakin cepatnya perkembangan kegiatan pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok, perlu mengoptimalkan mutu pelayanan pemanduan kapal yang terutama dalam rangka mengantisipasi perkembangan globalisasi perdagangan dunia dewasa ini.

Pelayanan jasa pemanduan kapal merupakan ujung tombak dari PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok, yang merupakan kegiatan awal serta akhir dari keseluruhan rangkaian kegiatan pelayanan jasa kepanduan. Dalam meningkatkan pelayanan pemanduan kapal di pelabuhan maka pendukung faktor sumber daya manusia pemanduan kapal perlu mendapat perhatian dalam pembinaannya. Sehingga peranannya dalam kegiatan pelayanan pemanduan dipelabuhan akan memberi hasil yang maksimal dan memuaskan para pengguna jasa pemanduan

            Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis membuat skripsi yang berjudul “ANALISIS HUBUNGAN PERAN PANDU TERHADAP PELAYANAN KELUAR MASUK KAPAL PADA PELABUHAN TANJUNG PRIOK,  TAHUN 2009 “. 

 B.     Perumusan Masalah

  1. Identifikasi Masalah

Seperti telah diuraikan diatas mengenai salah satu sarana pendukung dalam transportasi laut beserta fasilitas penunjang dalam kegiatan pemanduan maka penulis dapat, maka mengindentifikasi permasalahan yang ada sebagai berikut :

  1. Terbatasnya jumlah personil pandu yang dimiliki oleh PT Pelindo II cabang Tanjung Priok
  2. Lamanya waktu tunggu untuk bertambat.
  3. Kegiatan operasional pemanduan kapal sering terlambat.
  4. Pemanfaatan fasilitas dan peralatan pendukung pelayanan kapal kurang

optimal.

  1. Terbatasnya pelayanan kepil PT Pelindo II untuk mengantar pandu ke kapal
  2. Terbatasnya jumlah kapal tunda yang ada di pelabuhan Tanjung Priok

 

2. Pembatasan Masalah

Pembahasan skripsi ini di batasi pada hubungan antara peran pandu dengan pelayanan keluar masuk kapal pada pelabuhan Tanjung Priok, periode Januari hinga Juni tahun 2009.

  1. Pokok Masalah

Berdasarkan identifikasi permasalahan dan pembatasan masalah, maka pokok permasalahan dalam penyusunan skripsi ini  latar belakang yang penulis uraikan, maka penulis merumuskan pokok permasalahannya sebagai berikut :

  1. Bagaimana tanggapan pengguna jasa kepanduan terhadap peran pandu pada pelabuhan Tanjung Priok?
  2. Bagaimana tanggapan pengguna jasa kepanduan terhadap pelayanan keluar masuk kapal pada pelabuhan Tanjung Priok?
  3. Bagaimana hubungan peran pandu terhadap pelayanan keluar masuk kapal pada pelabuhan Tanjung Priok, tahun 2009?

 C.    Tujuan Dan Manfaat Penelitian

  1. Tujuan Penelitian
  2. Untuk mengetahui tanggapan pengguna jasa kepanduan terhadap peran pandu pada pelabuhan Tanjung Priok.
  3. Untuk mengetahui tanggapan pengguna jasa kepanduan terhadap pelayanan keluar masuk kapal pada pelabuhan Tanjung Priok.
  4. Untuk mengetahui hubungan peran pandu terhadap pelayanan keluar-masuk kapal pada pelabuhan Tanjung Priok, tahun 2009.
  5. Manfaat Penelitian
    1. Bagi Penulis

Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan penulis tentang peran pandu terhadap pelayanan keluar masuk kapal di pelabuhan.

  1. Untuk Perusahaan

Penelitian ini merupakan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan di dalam menentukan langkah – langkah kebijakan atau tindak lanjut pengelolaan pelabuhan, antara lain melalui profesionalitas pelayanan pemanduan kapal, yang memberi kepuasan kepada pengguna jasa pemanduan di pelabuhan.

       2.  Bagi STMT Trisakti dan Masyarakat Umum

Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam rangka penelitian sejenis khususnya di bidang kepanduan pada masa yang akan datang.

 D.    Metodologi Penelitian

Dalam penyusunan skripsi ini sangat diperlukan dukungan data yang obyektif. Berdasarkan perumusan masalah yang penulis tuangkan pada bagian sebelum ini ada tiga metode yang dipakai penulis dalam mengumpulkan data  yaitu:

  1. Jenis Dan Sumber Data
    1. Data kualitatif

Adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, dan gambar.

  1. Data kuantitatif

Adalah data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan (scoring : baik sekali = 4, baik = 3, kurang baik = 2, dan tidak baik =1), dimana dalam penelitian data kualitatif yang diperoleh diberikan skor dengan menjadi data kuantitatif.

      2.  Populasi dan sampel

  Populasi seluruh nakhoda kapal adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualiatas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Sampel sebagian dari nakhoda kapal adalah bagian dari jumlah karakteristik  yang dimiliki oleh populasi tersebut.

3.   Teknik Pengumpulan Data

  1. Penelitian Lapangan (field research)

Penelitian ini diperlukan untuk memperoleh data primer yang diperlukan melalui cara-cara sebagai berikut:

1)      Interview (wawancara)

Teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada pihak – pihak yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas.

2)      Observasi (pengamatan)

Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan terhadap perusahaan yang menjadi objek penelitian.

3)      Questionare (daftar pertanyaan)

Teknik pengumpulan data dimana sebelumnya penulis membuat dan menyiapkan daftar pertanyaan sesuai dengan masalah yang diteliti.

b.  Penelitian Kepustakaan (library research)

Perolehan data sekunder dilakukan dengan mempelajari literatur, diktat kuliah dan  sumber – sumber lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

  1. Teknik  Analisis Data

Teknik analisis statistik yang akan digunakan penulis dalam rangka penelitian ini akan dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Analisis regresi linear sederhana

Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan proporsional antara variabel X (peran pandu) terhadap variabel Y (pelayanan keluar masuk kapal) menurut (M. Iqbal Hasan, 2002 : 250)

Y =   a + b X

 Untuk menghitung nilai a dan b digunakan rumus sebagai berikut:

 

Dimana

Y   =   variabel terikat (pelayanan keluar masuk kapal);

X   =   variabel bebas (peran Pandu);

a    =   bilangan tetap;

b    =   koefisien regresi;

n    =   jumlah sampel dalam hal ini responden b.   Analisis koefisien korelasi.

Koefisien korelasi atau r merupakan alat untuk mengetahui apakah variable X dan variable Y mempunyai hubungan yang kuat atau lemah. Persamaan koefisien korelasi product moment, menurut (M. Iqbal Hasan, 2002 : 235)

                          

Dalam hal ini :

  • Jika r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali.
  • Jika r = +1 atau mendekati 1, maka hubungan antara kedua variabel dikatakan positif dan sangat kuat.
  • Jika r = -1 atau mendekati –1, maka hubungan kedua variabel tersebut dikatakan negatif dan sangat kuat.

Besaran nilai r berada diantara -1 s/d +1 atau dapat ditulis:  r = -1< r < +1

Agar lebih jelas menginterprestasikan tingkat hubungan tersebut, makadapat berpedoman pada ketentuan sebagaimana  tertuang pada tabel I.1

Tabel I.1

Tingkat Hubungan

Interval Korelasi

Tingkat Hubungan

0.00 – 0.199

Sangat Rendah

0.20 – 0.399

Rendah

0.40 – 0.599

Sedang

0.6 – 0.799

Kuat

0.8 – 1.00

Sangat Kuat

 

 

 

                    Sumber Sugiono (2003 : 214)

 

b.  Analisis Koefisien Penentu

Analisis ini digunakan untuk mengetahui berapa besar konstribusi atau pengaruh dari variabel X terhadap naik turunnya variabel Y dengan rumus:

Kp = r2 x 100%

Keterangan :

Kp = Koefisien Penentu; dan r2 = Koefisien korelasi yang dikwadratkan. 

c.  Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan melalui pendekatan pengujian satu arah dengan cara membandingkan nilai  dengan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

1)         Hipotesis awal

a)         Ho : r  = 0, berarti tidak ada hubungan antar X dan Y

b)         Hi :  r  > 0, berarti ada hubungan antara X dan Y

2)       Untuk mengetahui nilai  digunakan rumus: 

3)       Untuk mengetahui nilai digunakan tabel distribusi t pada

a = 0,050 ; df = n-2

4)       Kesimpulan uji hipotesis

a)      Jika < , maka Ho diterima dan Hi ditolak, berarti tidak ada hubungan antara X dan Y

b)      Jika > , maka Ho ditolak dan Hi diterima, berarti terdapat hubungan antar X dan Y

 E.     Hipotesis

Dalam penelitian ini penulis menggunakan hipotesis yang menduga adanya hubungan antara peran pandu dengan pelayanan keluar masuk kapal pada pelabuhan Tanjung Priok, tahun 2009.

F.     Sistematika Penulisan

BAB I   :   PENDAHULUAN

Pada bab ini dibahas, latar belakang masalah, perumusan masalah yang meliputi identifikasi masalah, pembatasan masalah, dan pokok masalah; tujuan dan manfaat penelitian, metodelogi penelitian, hipotesis, serta sistematika penulisan

BAB II :   LANDASAN TEORI

Bab ini membahas tentang pengertian kepelabuhanan, pengertian kapal, pengertian kepanduan, sistem dan prosedur pemanduan kapal, pengertian manajemen sumber daya manusia, pengertian kualitas pelayanan da hal-hal lain yang relevan dengan topik penelitian.

BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Bab ini menyajikan gambaran umum perusahaan, sejarah  perkembangan perusahaan, visi dan misi perusahaan, tugas pokok perusahaan, organisasi dan manajemen perusahaan, serta kegiatan usaha perusahaan.

BAB IV :   ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini akan dilaporkan hasil analisis peran pandu pada pelabuhan tanjung priok, hasil analisis pelayanan keluar masuk kapal pada pelabuhan tnjung priok dan hasil analisis hubungan peran pandu terhadap pelayanan keluar masuk kapal pada pelabuhan Tanjung Priok, tahun 2009 dengan menggunakan rumus-rumus statistik yang telah dibahas pada bab I.

 BAB V    :  PENUTUP

Merupakan bab terakhir dari keseluruhan isi skripsi yang memuat kesimpulan dari pembahasan pada bab IV serta saran-saran yang dianggap perlu untuk bahan pertimbangan perusahaan.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 A.          Pengertian  Manajemen  Sumber Daya Manusia

  1. Menurut Malayu S.P Hasibuan (2002: 9)

“Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

  1. Menurut T. Hani Handoko (1987: 3)

“Manajemen adalah seni untuk menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”.

  1. Menurut Malayu S.P Hasibuan (2002: 244)

“Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu”. Perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerja di motivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.

  1. Manajemen Sumber Daya Manusia menurut, Malayu S.P Hasibuan (2002: 244)

“Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat “.

  1. Manajemen Sumber Daya Manusia menurut, T. Hani Handoko (1987:3)

“Penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi”.

Pembinaan sumber daya manusia pandu, dalam meningkatkan pelayanan pemanduan di PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok adalah :

  1. Melalui Diklat Pendidikan dan Latihan di PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok.
  2. Basic Safety Training (BST), pendidikan tersebut dilakukan dimana saja tetapi harus rekomendasi dari Direktur jendral Perhubungan Laut.
  3. Pendidikan Port Operation Management (POM).
  4. Pendidikan Kemaritiman (ANT I, ANT II, ANT III, ANT IV)
  5. Dan Lain-lain.

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Unsur MSDM adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan, tujuan tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif karyawan meskipun alat-alat yang dimiliki perusahaan begitu canggihnya.

Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia sangat menentukan bagi terwujudnya tujuan, tetapi untuk memimpin unsur manusia ini sangat sulit dan rumit. Tenaga kerja manusia selain mampu, cakap dan terampil juga tidak kalah pentingnya kemauan dan kesungguhan mereka untuk bekerja efektif dan efisien

B.        Penilaian Kinerja

Menurut Siswanto Sastrohadiwiryo (2001:231),  Penilaian kinerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan manajemen/penyelia penilai untuk menilai kinerja tenaga kerja dengan cara membandingkan kinerja atas kinerja dengan uraian/deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu biasanya setiap tahun.

Pihak yang menilai kinerja adalah manajemen lini dari tenaga kerja yang akan diberikan penilaian atau manajemen/penyelia khusus yang ditunjuk untuk melakukan penilaian kinerja kepada tenaga kerja yang bersangkutan.

 1.  Tujuan Penilaian Kinerja

Selain dapat digunakan sebagai standar dalam penentuan tinggi rendahnya kompensasi serta administrasi bagi tenaga kerja, menurut Siswanto Sastrohadiwiryo (2001: 233 ) penilaian kinerja dilakukan dengan tujuan sebagai :

a. Sumber data untuk perencanaan ketenaga kerjaan dan kegiatan pengembangan jangka panjang bagi perusahaan yang bersangkutan

b. Nasihat yang perlu disampaikan kepada para tenaga kerjadalam perusahaan

c.   Alat untuk memberikan umpan balik (feed back) yang mendorong kearah kemajuan dan kemungkinan memperbaiki/meningkatkan kualitas kerja bagi para tenaga kerja

d.   Salah satu cara untuk menetapkan kinerja yang diharapkan dari seorang pemegang tugas dan pekerjaan

e. Landasan/bahan informasi dalam pengambilan keputusan pada bidang ketenagakerjaan, baik promosi, mutasi, maupun kegiatan ketenagakerjaan lainnya

2.  Unsur-Unsur yang Dinilai

Menurut Siswanto Sastrohadiwiryo (2001 : 233), belum terdapat kesamaan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya dalam menentukan unsure yang harus dinilai dalam proses penilaian kinerja yang dilakukan manajemen/penyelia penilai. Hal ini disebabkan selain terdapat perbedaan yang diharapkan dari masing-masing perusahaan, juga karena belum terdapat standar baku tentang unsure-unsur yang perlu diadakan penilaian. Pada umumnya unsure-unsur yang perlu diadakan penilaian dalam proses penilaian kinerja adalah kesetiaan, presatasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerja sama, prakarsa dan kepemimpinan.

a.   Kesetiaan

Kesetiaan yang dimaksudkan adalah tekad dan kesanggupan mentaati, melaksanakan, dan mengamalkan sesuatu yang ditaati dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tekad dan kesanggupan tersebut harus dibuktikan dengan sikap dan prilaku tenaga kerja yang bersangkutan dalam kegiatan sehari-hari serta dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Kesetiaan tenaga kerja terhadap perusahaan sangat berhubungan dengan pengabdiannya. Pengabdian yang dimaksud adalah sumbangan pikiran dan tenaga yang ikhlas dengan mengutamakan kepentingan public di atas kepentingan pribadi.

b.   Prestasi Kerja

Yang dimaksud dengan prestasi kerja adalah kinerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Pada umumnya kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan, keterampilan, pengalaman, dan kesungguhan tenaga kerja yang bersangkutan.

c.   Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang seorang tenaga kerja dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik- baiknya dan tepat waktu serta berani memikul risiko atas keputusan yang telah diambilnya atau tindakan yang dilakukannya.

d.   Ketaatan

Yang dimaksud dengan ketaatan adalah kesanggupan seorang tenaga kerja untuk mentaati segala ketetapan, peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku, menaati perintah kedinasan yang diberikan atasan yang berwenang, serta kesanggupan untuk tidak melanggar larangan yang telah ditetapkan perusahaan maupun pemerintah, baik secara tertulis maupun tak tertulis

e.   Kejujuran

Yang dimaksud dengan kejujuran adalah ketulusan hati seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan serta kemampuan untuk tidak menyalah gunakan  wewenang yang telah diberikan kepadanya.

f.   Kerja Sama

Kerja sama adalah kemampuan seorang tenaga kerja untuk bekerja bersama-sama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan yang telah ditetapkan, sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya.

g.   Prakarsa

Prakarsa adalah kemampuan seorang tenaga kerja untuk mengambil keputusan. Langkah-langkah atau melaksanakan suatu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dan bimbingan dari manajemen lininya.

h.   Kepemimpinan

Yang dimaksud dengan kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seorang tenaga kerja untuk meyakinkan orang lain (tenaga kerja lain) sehingga dapat dikerahkan secara maksimum untuk melaksanakan tugas pokok. Penilaian unsur kepemimpinan bagi tenaga kerja sebenarnya khusus diperuntukan bagi tanaga kerja yang memiliki jabatan seluruh hirarki dalam perusahaan.

Dalam riset yang dilakukan oleh Income Data Service, London (IDS, 1989) disimpulkan bahwa faktor-faktor prestasi yang biasanya dinilai adalah sebagai berikut :

1)      Pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam pekerjaan.

2)      Sikap dalam bekerja, yang diekspresikan sebagai antusiasme, komitmen dan motivasi.

3)      Kualitas pekerjaan atas dasar konsistensinya dengan perhatian pada detail.

4)      Volume output produktif.

5)      Interaksi, seperti ditunjukan oleh keterampilan-keterampilan dan kemampuan berkomunikasi dengan yang lain dalam tim.

 C.       Pengertian  Kualitas Pelayanan

  1.  Menurut T.Hani Handoko (1987:19)

“Kualitas adalah suatu kata yang bagi penyedia jasa merupakan sesuatu yang terus dikerjakan dengan baik, aplikasi kualitas sebagai sifat dari penampilan produk atau kinerja merupakan bagian utama strategi perusahaan dalam rangka meraih keunggulan yang berkesinambungan, baik sebagai strategi untuk terus tumbuh”.

  1. Menurut Supranto (2001:227)

“Jasa/ pelayanan merupakan suatu kinerja penampilan, tidak terwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan dari pada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi”.

  1.  Menurut Moenir (1992:28)

“Pelayanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor material melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka berusaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya”.

Faktor-faktor material yang menjadi landasan tersebut antara lain :

  1. Adanya rasa cinta dan kasih sayang.
  2. Adanya keyakinan untuk saling tolong menolong sesamanya
    1. Adanya keyakinan bahwa berbuat baik kepada orang lain adalah salah satu bentuk amal saleh.

Kualitas jasa adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan (wyckof & love lock : 1988:39).

 D.       Pengertian Pelabuhan

Di Indonesia tidak ada perbedaan pengertian pelabuhan, apakah pelabuhan Tanjung Priok yang besar dengan segala fasilitas dan peralatannya yang cukup canggih, apakah pelabuhan Sunda Kelapa yang masih sederhana dimana kegiatan bongkar muat barang dari perahu. Pelayaran rakyat masih dilakukan langsung dengan dipanggul oleh buruh, keduanya sama-sama disebut pelabuhan.

Menurut Undang-undang Pelayaran No. 21 tahun 1992, yang dimaksud dengan Pelayaran adalah :

“Pelayaran adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan diperairan kepelabuhanan serta keselamatan dan keamanannya”.

Peraturan Pemerintah No. 69 tahun 2000, merumuskan pengertian pelabuhan    sebagai berikut :

“Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi”.

Dalam pengertian pelabuhan tersebut diatas, sudah mencerminkan fungsi umum pelabuhan, dan dengan konteks dan pengertian tersebut, pelabuhan sering juga disebut dalam berbagai terminology, sebagai berikut :

Menurut Diktat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II (2002) Fungsi dan Peran  Pelabuhan adalah sebagai berikut :

  1.   Fungsi umum pelabuhan
    1. Interface

Pelabuhan mempunyai fungsi Interface dalam arti pelabuhan menyediakan fasilitas dan pelayanan jasa yang dibutuhkan untuk perpindahan (transfer) dari kapal ke angkutan darat atau sebaliknya, dan atau memindahkan barang-barang dari kapal yang satu ke kapal yang lainnya dalam transhipment.

  1. Link

Sebagai Link, pelabuhan di pandang sebagai salah satu mata rantai dalam proses transportasi mulai dari tempat asal barang sampai ke tempat tujuan. Selain fungsinya sebagai link tersebut, maka pelabuhan agaknya sering dipandang sebagai mata rantai yang terlemah dan dengan sendirinya mempengaruhi dan menentukan kekuatan rantai atau seluruh mata rantai tersebut.

  1. Gateway

Pelabuhan berfungsi sebagai “Gate Way” atau pintu gerbang suatu negara atau daerah. Konsep ini di latarbelakangi oleh pendekatan peraturan dan prosedur yang harus diikuti bagi setiap kapal menyinggahi suatu pelabuhan harus memenuhi ketentuan dan prosedur yang berlaku terutama bagi kapal-kapal asing.

  1. Industry Entity

Pelabuhan adalah suatu sistem Industry Entity yang dinamis karena pelabuhan dapat memiliki bagian industrial estate/ zone lengkap dengan jaringan dan jasa transportasinya. Dalam fungsi ini pelabuhan dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan perdagangan, transportasi, pelayaran dan bahkan industri sendiri.

  1.    Peranan pelabuhan

Secara umum peranan pelabuhan adalah :

  1. Melayani kegiatan perdagangan internasional dari daerah/ hinterland dimana pelabuhan tersebut berada.
  2. Membantu agar berjalan dan berputarnya roda perdagangan dan pengembangan industri regional.
  3. Menampung pangsa pasar yang semakin meningkat dari lalu lintas (traffic) internasional baik transhipment maupun barang masuk.
  4. Menyediakan fasilitas transhit untuk tujuan daerah belakang (hinterland) atau daerah/ negara tetangga.

 E.           Pengertian Kepanduan

  1. Menurut Keputusan Menteri Perhubungan no. 24 KM tahun 2002 tentang penyelenggaraan pemanduan, Bab I pasal 1 ayat 1

:“Pemanduan adalah kegiatan dalam membantu Nahkoda kapal, agar navigasi dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib dan lancar dengan memberikan informasi tentang keadaan perairan setempat yang penting demi keselamatan kapal dan lingkungannya”.

  1. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 1983 adalah:

“Tugas pokok unit kerja kepanduan adalah melaksanakan dan mengawasi keselamatan dan kelancaran lalu lintas gerakan kapal keluar masuk serta memelihara tertib hukum perkapalan dan pelayaran didaerah perairan wajib pandu yang secara operasional bertanggung jawab kepada syahbandar”.

  1. Pengertian Pandu menurut Diktat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang  Tanjung Priok (2003) adalah

:“Pandu adalah petugas pelaksana pemanduan yaitu seorang pelaut nautis yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah”.

Didalam melaksanakan jasa pandu, semua kegiatannya diatur didalam peraturan yang telah ditetapkan oleh Menteri Perhubungan. Semua itu diharapkan agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Peraturan yang berkaitan dengan jasa pandu adalah Keputusan Menteri Perhubungan nomor 24 tahun 2002 tentang penyelenggaraan pemanduan, antara lain:

  1. Bab IV Penyelenggaraan Pemanduan, pasal 7 ayat 1 :

“Setiap kapal yang berukuran tonnase kotor GT 500 atau lebih yang berlayar diperairan wajib pandu, wajib menggunakan pelayanan jasa pemanduan”.

  1. Pasal 9 ayat 1 Penyelenggara pemanduan dalam menyelenggarakan pemanduan wajib :
  2. Menyediakan petugas pandu yang memenuhi persyaratan
  3. Menyediakan sarana bantu dan prasarana pemanduan yang memenuhi persyaratan.
  4. Memberikan pelayanan pemanduan secara wajar dan tepat.
  5. Melaporkan apabila terjadi hambatan dalam pelaksanaan pemanduan kepada pengawas pemanduan.
  6. Melaporkan kegiatan pemanduan setiap 3 (tiga) bulan kepada Direktur Jendral.

 F.           Pengertian Kapal

  1. Beberapa Definisi dari kapal adalah :
    1. Menurut Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 1957 ,

“Kapal laut adalah setiap alat pengangkutan yang digunakan atau disediakan untuk pengangkutan dilaut”.

  1.  Definisi kapal menurut pasal 1 ayat (2) Undang-undang No.21 tahun 1992 tentang pelayaran umum :

“Kapal adalah semua perahu dengan nama apapun dan dari macam apapun, yang digerakan dengan tenaga mekanik, tenaga angin dan tunda termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan dibawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah”.

  1. Definisi kapal niaga menurut sugianto, (1981:4) berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 1995, kapal niaga adalah:

“Setiap kapal yang digerakan secara mekanis dan yang digunakan untuk mengangkut barang dan atau penumpang, untuk umum dengan pemungutan biaya”.

Bila kita melihat kapal-kapal yang tiba dipelabuhan, maka yang terutama diperhatikan adalah ukuran besarnya, ukuran besarnya kapal dinyatakan dalam ton register (register ton). Untuk ukuran besarnya kapal dikenal dengan istilah berat kotor kapal sesuai dengan yang didaftarkan atau yang biasa juga dikenal dengan Gross Register Ton (GRT).

GRT itu sendiri dapat diartikan sebagai jumlah dari semua ruangan kapal yang tertutup atau yang dapat ditutup secara kedap air, baik yang berada dibawah geladak maupun yang berada diatasnya.

Kegunaan dari GRT itu sendiri didalam pemanduan adalah sebagai dasar penggunaan pemakaian pandu dan pemakaian kapal tunda serta kepil yang telah dituangkan didalam Keputusan Menteri Perhubungan nomor 24 tahun 2002 tentang penyelenggaraan pemanduan.

Selain GRT dipakai juga ukuran panjang kapal yang biasa dikenal dengan istilah panjang kapal atau Length Over All (LOA) yang artinya adalah panjang kapal secara keseluruhan yang diukur dari linggi-linggi sampai bagian paling belakang dari buritan. Kegunaan dari LOA ini sesuai dengan peraturan penyelenggaraan pemanduan adalah untuk dasar dalam proses penyandaran kapal didermaga.

 G.          Sistem dan Prosedur Pemanduan Kapal

  1. Pengertian Sistem, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 849)

“Sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas”.

  1. Menurut Zaki (1991:3)

“Sistem adalah kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan”.

  1. Menurut Zaki (1991:3)

“Prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan clerical (pegawai yang mengurusi keluar masuk barang) biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi yang sering terjadi “.

  1. Pengertian Pemanduan Kapal Menurut Diktat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok (2003) adalah :

“Pemanduan Kapal adalah kegiatan pandu dalam membantu Nahkoda kapal, agar navigasi dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib dan lancar dengan memberikan informasi tentang keadaan perairan setempat yang penting demi keselamatan kapal, penumpang dan muatannya sewaktu memasuki alur pelayaran menuju dermaga”.

 

  1. Sistem dan Prosedur Pemanduan Kapal
  2. Perencanaan Pemanduan

Kepala Sub Dinas Perencanaan Pemanduan bertugas :

1)               Menerima PPKB (Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang) dari agen pelayaran yang telah ditetapkan oleh petugas PPSA (Pusat Pelayanan Satu Atap) dan telah ada bukti pengesahan pembayaran dari petugas Uper/ Non uper.

2)               Mengevaluasi dan mengoreksi kebenaran data-data kapal dan bukti pembayaran yang telah disyahkan.

3)               Merencanakan dan menetapkan jam pelayanan pemanduan.

4)               Menandatangani PPKB yang telah ditetapkan kepada agen pelayaran.

Kepala Satuan Pelaksana Perencanaan Pelayanan Pemanduan bertugas :

1)               Menerima PPKB dan menuliskannya ke dalam Daftar Rencana Harian Gerakan Kapal dan pelaksanaannya.

2)               Menginformasikan ke kapal sehubungan dengan rencana pelayanan pemanduan melalui Menara Pengawas Kepanduan.

Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan Telepon dan Radio bertugas :

Menerima informasi rencana pelayanan pemanduan untuk diteruskan kepada kapal yang akan dilayani Jika kapal yang akan dilayani siap.

 

Kepala Dinas Pemanduan bertugas:

1)               Membuat Surat Perintah Kerja (SPK) pandu bandar dan menandatanganinya kemudian diserahkan kepada pandu yang bersangkutan, untuk selanjutnya diteruskan kepada kepala sub dinas operasi sarana pemanduan untuk penyiapan sarana yang dibutuhkan Jika kapal yang akan dilayani tidak siap :

2)               Pelaksanaan pelayanan pemanduan dibatalkan dan apabila ada kapal telah siap pihak pelayaran membuat PPKB baru.

Kepala Sub Dinas Operasi Sarana Pemanduan bertugas :

Menerima SPK dari pandu kemudian menentukan sarana bantu pemanduan, sarana bantu berupa : kapal tunda, motor pandu, motor kepil, mobil angkutan pandu. Sesuai dengan keperluan kapal dan Peraturan Pemerintah (SK. Menteri Nomor 66 tahun 1994).

  1. Pelaksanaan Pemanduan

1)            Pandu melaksanakan tugas sesuai nomor urut jaga dan SPK yang telah diterima.

2)            Sarana bantu pemanduan disiapkan, pandu menuju ke kapal untuk melaksanakan pelayanan pemanduan.

3)            Sarana bantu pemanduan melaksanakan tugasnya

4)            Setelah pelayanan pemanduan selesai dilaksanakan, pandu menyelesaikan administrasi pemanduan.

5)            Administrasi pemanduan selesai, pandu dan saran bantu kembali ke pangkalan divisi kepanduan untuk stand-by tugas berikutnya.

H.          Kisi-kisi Instrument Penelitian

Kisi-kisi instrument penelitian dibuat untuk memberikan acuan pada pembuatan kuesioner melalui indikator dan dimensi. Berdasarkan Richard L. Draft (2006 : 220) faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen operasional dan relevan dengan topik penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Akses komunikasi dengan manajemen level
  2. Perencanaan operasional yang sistematis
  3. Koordinasi dengan unit terkait
  4. Fasilitas penunjang pekerjaan
  5. Produktivitas operasional

Dengan demikian, kisi-kisi instrumen yang penulis gunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel II.1

Kisi-Kisi Instrumen Peran Pandu

No

Dimensi

Indikator

1

Disiplin

  • Menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku
  • Tepat waktu dalam pelayanan kapal

2

Kerja sama

  • Dapat memberi masukan kepada nakhoda dan team kapal
  • Dapat menerima masukan dari lain team maupun team dikapal

3

Tanggung jawab

  • Mengambil keputusan yang tepat
  • Menyelesaikan tugas dengan baik

4

Kepemimpinan

  • Mampu berkomunikasi dengan baik
  • Memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang pelabuhan

5

Prestasi kerja

  • Berpengalaman
  • Kesungguhan dalam bekerja

Sumber Sugiono (2003 : 128)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: