Tugas Seminar Bab 1

Nama     : Benny Christian O.

Nim         : 244308075

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perusahaan agar dapat tetap bertahan hidup dan terus berkembang haruslah mempunyai suatu bentuk pola tertentu yang menciptakan rasa persatuan, menentukan dan mengarahkan sikap dan perilaku karyawan dalam melakukan tugasnya. Pola perusahaan tersebut kemudian akan nampak dalam suatu perwujudan identitas perusahaan yang khas yang membedakan dengan perusahaan lain sebagai sumber keunggulannya.

Karyawan adalah sumber daya manusia dalam suatu perusahaan yang merupakan penggerak utama atas kelancaran jalannya perusahaan.. Masalah sumber daya manusia yang berada dalam suatu perusahaan sering kali menemui kendala-kendala yang tidak kita inginkan, karena itu untuk pemecahannya dituntut keahlian khusus untuk mengetahui latar belakang dan perilaku setiap personal, baik mengenai kebiasaan sehari-hari, watak dan perilakunya.

”Perusahaan harus mampu melakukan berbagai kegiatan dalam rangka menghadapi atau memenuhi tuntutan dan perubahan-perubahan di lingkungan perusahaan” (Rivai, 2004, p. 307).

Untuk menciptakan karyawan yang berkualias perusahaan harus mengembangkan program-program yang berkaitan dengan praktek manajemen sumber daya manusia. Program-program tersebut diterapkan selain agar karyawan mampu beradaptasi dengan perubahan juga diharapkan memiliki dampak dalam peningkatan prestasi kerja, tanggung jawab serta loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Dalam penelitian ini, penulis ingin melihat pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dalam hal ini yang dimaksud adalah anak buah kapal pada perusahaan pelayaran PT. Dry Docks World South East Asia. Dimana perusahaan ini adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang  pelayaran. Penulis hanya melakukan penelitian pada 2 (dua) faktor saja saja yaitu faktor kepemimpinan dan kinerja karyawan dalam penelitian ini adalah anak buah kapal (ABK).

Sondang P. Siagian berpendapat,  pemimpin adalah “kepala sekaligus atasan dari sekelompok orang. Dalam kegiatan organisasi, pemimpin merupakan pemegang peranan yang sangat  penting, di samping sebagai pengendali jalannya kegaitan operasional organisasi, pemimpin juga sebagai pengambil keputusan bagi tercapainya tujuan organisasi.

Seorang pemimpin harus mampu menggerakkan para karyawannya untuk bekerja, terutama dalam cara bekerja yang efektif, efisien, ekonomis dan produktif. Hal ini disebabkan karena “pemimpin adalah seseorang yang menggerakkan bawahan sedemikian rupa, sehingga bawahan itu memberikan pengabdian dan sumbangannya kepada organisasi.

Seseorang yang menjadi pemimpin, berarti ia memiliki suatu kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain sebagai bawahannya, untuk berbuat sesuatu ke arah yang ingin ditujunya.

Pendapat lain mengatakan bahwa pemimpin adalah “mereka yang memiliki pengaruh antar personal yang dilaksanakan dalam suatu keadaan yang ditujukan untuk mencapai suatu tujuan khusus melalui proses komunikasi.

Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting yang membentuk perilaku manajemen dalam suatu perusahaan. Kepemimpinan merupakan suatu hal yang perlu dikembangkan dalam kaitannya dengan kinerja dan prestasi karyawan terutama dalam lingkungan dunia usaha yang makin kompetitif dan maju. Oleh karena itu, maka identitas suatu perusahaan menunjukkan hasil dan implementasi kepemimpinan yang ada di suatu perusahaan.

Kepemimpinan dibangun dari nilai-nilai yang dikenalkan oleh pendiri perusahaan atau pimpinan yang dominan dalam perusahaan. Dengan adanya kepemimpinan yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan semangat kerja karyawan.

Dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi perhatian manusia. Ada yang berpendapat masalah kepemimpinan muncul bersamaan dengan adanya peradaban manusia, yaitu sejak nenek moyang manusia berkumpul bersama, bekerja bersama-sama untuk mempertahankan eksistensi hidupnya” (Kartono, 1998).

Dengan adanya keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia membuat kepemimpinan menjadi sangat dibutuhkan. Di satu pihak manusia terbatas kemampuannya untuk memimpin, di pihak lain ada orang yang mempunyai kelebihan untuk dapat memimpin. Disinilah timbul kebutuhan akan pemimpin dan kepemimpinan.

Selain itu seorang pemimpin hendaknya juga memperhatikan karyawan dari segi kompensasinya. Ini penting dilakukan karena merupakan faktor yang dapat mendorong partisipasi karyawan pada perusahaan. Disamping itu kompensasi merupakan hak seorang karyawan karena telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya demi kemajuan dan perkembangan perusahaan, dalam hal ini kompensasi yang diberikan harus bijaksana sesuai dengan tugas dan tanggung jawab karyawan bersangkutan.

Seorang pemimpin yang baik tidak hanya asal memberi perintah saja tetapi juga harus memahami situasi kerja yang terjadi dalam unit kerjanya, mengkoordinasikan aktivitas karyawan dengan cara yang tepat serta memberikan perhatian kepada karyawan salah satunya dengan sistem kompensasi sehingga karyawan tersebut dapat memberikan kinerja yang baik pada perusahaan dan akhirnya tujuan dari perusahaan dapat tercapai.

Pengertian kinerja atau prestasi kerja diberi batasan oleh Maier  (dalam As’ad, 1991:47) sebagai kesuksesan seseorang di dalam  melaksanakan suatu pekerjaan. Lebih tegas lagt Lawler and Poter menyatakan bahwa kinerja adalah “succesfull role achievement” yang    diperoleh  seseorang  dari   perbuatan-perbuatannya (As’ad,  1991:46-47). Dari batasan tersebut As’ad menyimpulkan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan.

Pengertian kinerja menurut Mangkunegara (2001 :67) adalah “hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yanng diberikan kepadanya”. Kualitas yang dimaksud disini adalah dilihat dari kehalusan, kebersihan dan ketelitian dalam pekerjaan sedangkan kuantitas dilihat dari jumlah atau banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan karyawan.

Prawirosentono (1997:2), mendifinisikan kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.

Selain itu kinerja juga dapat diartikan sebagai suatu hasil dari usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. Sehingga kinerja tersebut merupakan hasil keterkaitan antar usaha, kemampuan dan persepsi tugas.

Dari definisi-definisi diatas dapat diketahui bahwa unsur-unsur yang terdapat dalam kinerja terdiri dari :

  1. Hasil-hasil fungsi pekerjaan.
  2. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan seperti : motivasi, kecakapan, persepsi peranan dan tugas dan lain sebagainya.
  3. Pencapaian tujuan organisasi.
  4. Periode waktu tertentu.

Kinerja merupakan hal yang paling penting dijadikan landasan untuk mengetahui tentang perfomance dari karyawan tersebut. Dengan melakukan penilaian demikian, seorang pimpinan akan menggunakan uraian pekerjaan sebagai tolak ukur, bila pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan atau melebihi uraian pekerjaan, berarti pekerjaan itu berhasil dilaksanakan dengan baik. Akan tetapi, kalau pelaksanaan pekerjaan berada dibawah uraian pekerjaan, maka pelaksanaan tersebut kurang berhasil.

B.     Rumusan Masalah

1.      Identifikasi Masalah

Dari uraian latar belakang masalah, maka dapat kita lihat bagaimana pentingnya suatu pembahasan mengenai kepemimpinan dalam melaksanakan aktivitasnya disuatu organisasi (perusahaan) dan dijalankannya sistem kompensasi bagi karyawan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja karyawan.

Agar tidak mengaburkan persepsi dan mempermudah pemahaman terhadap keseluruhan pembahasan dalam tulisan ini, identifikasi permasalahannya adalah sebagai berikut :

  1. Pimpinan perusahaan manjalankan kepemimpinannya dan apa pengaruhnya terhadap kinerja anak buah kapal.
  2. Kinerja karyawan yang baik merupakan harapan sebuah perusahaan, kinerja karyawan dalam suatu perusahaan umumnya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: motivasi, dukungan perusahaan, dan kemampuan karyawan

2.      Pembatasan Masalah

Dalam membatasi penelitian ini agar tidak memperluas permasalahan yang dihadapi dan untuk mencapai hasil yang optimal maka penulis membatasi penelitian ini pada pengaruh kepemimpinan terhadap tingkat kerja karyawan pada perusahaan pelayaran PT. Dry Docks World East Asia.

3.      Perumusan Masalah

Dengan kondisi dan latar belakang diatas, maka permasalahan dalam penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana faktor kepemimpinan pada perusahaan  pelayaran PT. Dry Docks World South East Asia ?
  2. Bagaimana kinerja anak buah kapal pada perusahaan  pelayaran PT. Dry Docks World South East Asia ?

C.    Tujuan Penelitian

Pada penyusunan skripsi ini ada beberapa tujuan yangn hendak penulis capai, yaitu:

  1. Untuk mengetahui peran kepemimpinan pada PT. Dry Docks World South East Asia.
  2. Untuk mengetahui kinerja karyawan pada PT. Dry Docks World South East Asia.
  3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Dry Docks World South East Asia.

D.    Manfaat penelitian

  1. Bagi Penulis :

Hasil penelitian diharapakan sebagai bentuk nyata dalam mengaplikasikan teori manajemen transportasi laut yang diperoleh di bangku kuliah pada dunia usaha, dan melatih diri dalam menganalisis serta memecahkan masalah yang berhubungan dengan faktor kepemimpinan dan kinerja karyawan

  1. Bagi Perusahaan :

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi alternatif sumbangan pemikiran kepada perusahaan pelayaran PT. Dry Docks World South East Asia dalam dalam meningkatkan kinerja karyawan (anak buah kapal) melalui kepemimpinan.

E.     Hipotesis

Diduga ada pengaruh antara kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan pelayaran PT. Dry Docks World South East Asia.

F.     Metodologi Penelitian

  1. Jenis dan Sumber Data

Peneltian ini menggunakan jenis metode kuantitatif (angka) berupa data laporan mengenai faktor kepemimpinan dan faktor kinerja karyawan. Sumber data merupakan data sekunder mengenai faktor kepemimpinan dan kinerja karyawan.

  1. Populasi dan Sampel
    1. Populasi data merupakan data secara keseluruhan dari data laporan mengenai kepemimpinan dan kinerja karyawan.
    2. Sampel data merupakan data sebagian dari populasi yang dapat mewakili dari data laporan mengenai kepemimpinan dan kinerja karyawan.
  2. Metode Pengumpulan Data
    1. Riset Lapangan (Field Research)

Yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan observasi dan pengamatan langsung terhadap objek studi yang menjadi pokok permasalahan untuk memperoleh data-data yang diperlukan, antara lain diperoleh melalui:

  1. Interview, yaitu mengadakan wawancara langsung dan mengajukan pertanyaan kepada karyawan PT. Titian Bahtera Segara.
  2. Pengamatan (observasi), yaitu melakukan peninjauan langsung ke objek penelitian sehingga data yang penulis kumpulkan benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada saat penelitian berlangsung.
  3. Riset Kepustakaan (Library Research)

Yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data-data yang bersumber dari buku-buku diktat dan lain-lain, serta materi perkuliahan di STMT Trisakti dengan didalamnya penulis mendapatkan teori-teori untuk memudahkan penulisan dalam penyusunan skripsi.

  1. Metode Analisis data
    1. Analisis Regresi Linier

Menggunakan rumus (M. Iqbal Hasan, 2002 : 250)

Dimana:

X =   Variabel Bebas  = Kepemimpinan

Y =   Variabel Terikat = Kinerja Karyawan

a =    Bilangan tetap

b =    Koefisien regresi

n = Jumlah pasang observasi/pengukuran, dalam hal ini responden penilaian dan tahun penelitian.

  1. Koefisien Korelasi Pearson

Menggunakan rumus (M. Iqbal Hasan, 2002 : 2235)

Batasan:

Artinya:

  • Jika r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak terdapat hubungan sama sekali.
  • Jika r = +1 atau mendekati 1, maka hubungan antara kedua variabel dikatakan positif dan sangat kuat sekali.
  • Jika r = -1 atau kendekati -1, maka hubungan kedua variabel tersebut dikatakan negative dan sangat kuat sekali.
  1. Koefisien Penentu

Digunakan untuk mengetahui berapa besarnya kontribusi/pengaruh dari variabel X terhadap naik turunnya variabel Y. Menggunakan rumus (M. Iqbal Hasan, 2002:248).

Kp = r2 x 100%

Dimana:

Kp = Koefisien Penentu

r = Koefisien korelasi Y dan X

  1. Uji Hipotesis

Hipotesis adalah hasil sementara suatu penelitian  yang perlu diuji kebenarannya.

Taraf nyata µ = 0,05 dan df = n – 2,

Dalam skripsi ini uji hipotesa yang penulis lakukan dengan uji satu arah (one tail), dan rumus untuk mencari thitung:

Keterangan:

thitung = Hasil perhitungan;

rhitung = Koefisien korelasi X dan Y;

nhitung = jumlah sampel

Perumusan hipotesis menggunakan r (rho) yaitu nilai koefisien koerlasi sebenarnya, dimana:

H0 : r =  0, artinya tidak ada hubungan antara Kepemimpinan (Variabel X) dengan Kinerja Karyawan (variabel Y) ® (hubungan tidak signifikan).

Ha : r >      0, artinya ada hubungan antara Kepemimpinan (Variabel X) dengan Kinerja Karyawan (Variabel Y) ® (hubungan signifikan).

Pembuktian signifikansi:

Jika thitung < ttabel, maka Ho diterima, dan Ha = ditolak artinya hubungan X dan Y tidak signifikan, dan Jika thitung > ttabel, maka Ho ditolak, dan Ha = diterima artinya hubungan X dan Y signifikan.

G.    Sitematika Penelitian

Sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi lima bab yang masing-masing bab yang secara garis besar terdiri dari bab-bab sebagai berikut:

BAB I       :  Pendahuluan

Dalam bab pendahuluan ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian dan sistimatika penulisan skripsi.

BAB II      :  Landasan Teori

Dalam bab ini membahas tentang pengertian kepemimpinan, gaya kepemimpinan, kepemimpinan dan kekuasaan, pemimpin dan kepala, komponen kepemimpinan, pengertian kinerja, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, dan penggunaan penilaian kinerja bagi karyawan.

BAB III    :  Tinjauan Umum PT. DRY DOCKS WORLD SOUTH EAST ASIA

Dalam bab ini akan membahas gambaran mengenai PT. Dry Docks World South East Asia, mulai dari sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan manajemen, serta kegiatan usaha PT. Dry Docks World South East Asia.

BAB IV    :  Analisis Dan Pembahasan

Dalam bab ini akan dibahas mengenai permasalahan yang ada di perusahaan seperti masalah yang berkaitan dengan kepemimpinan dan kinerja anak buah kapal (ABK).

BAB V      :  Penutup

Pada bab ini merupakan bab terakhir, dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dari penelitan serta sumbangan pemikiran yang didapat dari hasil penelitian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: