Tugas Seminar. Transportasi laut. Asep.S. Bp3ip STMT 11

Tugas Mandiri Seminar. Transportasi Laut

Nama  : Asep Saepurohman

NIM    : 244 308 040

 

Peran Transportasi Maritim dalam Pembangunan Ekonomi

Perdagangan internasional merupakan salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi terjadi apabila perdagangan diciptakan dan pertumbuhan itu sendiri dapat menghasilkan perdagangan. Perdagangan tidak dapat terjadi tanpa ketersediaan transportasi yang memadai. Salah satu keunggulan transportasi laut adalah economic of scale dimana transportasi lau menawarkan biaya yang lebih murah untuk volume barang yang lebih besar. Saat ini 71 % perdagangan internasional menggunakan transportasi laut. Dari sisi berat, 96 % perdagangan dunia diangkut melalui laut (Hira dan Eka, 2005). Perdagangan luar negeri Amerika Serikat yang keluar masuk negara tersebut sebagian besar (95 %) dilakukan melalui laut. Di Indonesia, lebih dari 90 % volume ekspor/impor diangkut melalui laut dan lebih dari 88 % pergerakan barang antar pulau nasional diangkut melalui laut (Djamil, 2004). Gambaran ini berlaku secara global dengan persentase yang sedikit berbeda. Jasa transportasi mempunyai suatu hubungan ganda dengan perdagangan. Pada satu sisi, transportasi melayani perdagangan dimana transportasi hadir dalam merespon kebutuhan perdagangan ; tetapi yang lebih penting lagi bahwa jasa transportasi juga mempercepat perdagangan. Pada saat ini meskipun transportasi udara sudah sedemikian canggih dan cepat, transportasi laut masih memegang peranan yang teramat sangat penting bahkan semakin penting. Keperluan bahan sandang pangan bagi orang-orang yang tersebar di banyak tempat lebih mudah dilayani dengan transportasi laut. Mobilisasi barang-barang dagangan dengan menggunakan kontainer serta mobilisasi alat-alat industri dengan ukuran raksasa mulai dari turbin pembangkit listrik sampai rig/anjungan, bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan transportasi laut yang hampir tidak mengenal batas bobot dan dimensi.

 

 

Peran Transportasi Laut di Indonesia

Pembangunan transportasi diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antar wilayah dan mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan. Transportasi antar wilayah akan membuka peluang kegiatan perdagangan antar wilayah dan mengurangi perbedaan harga antar wilayah, meningkatkan mobilitas tenaga kerja untuk mengurangi konsentrasi keahlian dan keterampilan pada beberapa wilayah, sehingga mendorong terciptanya kesempatan melaksanakan pembangunan antar wilayah Pembangunan angkutan laut diprioritaskan pada pengembangan armada angkutan laut nasional; rehabilitasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi laut; pengembangan sarana dan prasarana transportasi laut; penyediaan sarana bantu navigasi beserta fasilitas keselamatan pelayaran dan pelayanan transportasi laut di pulau-pulau kecil terutama pulau-pulau kecil terluar di kawasan perbatasan. Namun demikian, industri transportasi laut di Indonesia belum berkembang dengan baik. Karena lebih dari 95 persen jasa pelayaran untuk kegiatan ekspor impor dilayani kapal- kapal asing. Selain itu, hampir 50 persen jasa pelayaran domestik juga dilayani kapal-kapal asing. Akibat keterbatasan transportasi laut di dalam negeri itu, tidak jarang ditemukan harga komoditas atau barang di suatu daerah terpencil jauh lebih mahal. Tingginya harga jual berbagai produk primer maupun sembilan bahan pokok di daerah terpencil bukan semata-mata karena biaya transportasinya yang lebih besar. Mahalnya harga itu disebabkan pasokan barang yang tipis karena jalur transportasi laut yang terbatas. Ironinya, di satu sisi kapal-kapal kayu dengan kapasitas muatan 250 ton sampai 300 ton yang selama ini beroperasi di perairan Sumatera justru leluasa mengangkut barang-barang selundupan atau impor ilegal dari Malaysia. Distribusi barang selundupan itu berjalan begitu lancar tanpa ada yang mencegah, apakah itu aparat pelabuhan, Bea Cukai, maupun aparat penjaga pantai lainnya. Sejauh mana keterbatasan kapal yang dialami Indonesia? Soeseno (2005) mengatakan bahwa dari data Departemen Perhubungan yang dikeluarkan November 2004, muatan angkutan laut luar negeri yang dilayani kapal asing tahun 2003 mencapai 427,8 juta ton barang atau mencapai 96,6 persen. Muatan angkutan laut luar negeri yang dilayani kapal nasional pada tahun 2003 hanya sebanyak 15,1 juta ton barang atau 3,4 persen. Sementara itu, muatan angkutan laut dalam negeri yang dilayani kapal asing pada tahun 2003 mencapai 79,6 juta ton barang atau sebesar 46,8 persen. Muatan angkutan laut dalam negeri yang dilayani kapal nasional baru sebanyak 90,4 juta ton atau 53,2 persen.Dalam penyelenggaraan peningkatan angkutan tersebut diatas, diperlukan beberapa kebijakan. Kebijakan Umum Departemen Perhubungan dalam pembangunan dan penyelenggaraan transportasi meliputi hal-hal sebagai berikut : berkesinambungan. Kebijakan pembangunan perhubungan berkelanjutan dilakukan dengan pengembangan teknologi transportasi yang ramah lingkungan, hemat energi serta meningkatkan kinerja keselamatan dan pelayanan, sehingga pelayanan sektor perhubungan dapat dilakukan secara efisien. Pembangunan sarana dan prasarana perhubungan dilakukan dengan melibatkan partisipasi swasta dan melakukan restrukturisasi pada bidang usaha sesuai dengan tuntutan pasar domestik dan pasar global serta sesuai dengan semangat perdagangan bebas. Untuk itu diperlukan reposisi kelembagaan dan revisi peraturan perundang-undangan serta peningkatan kualitas SDM.

Kusumastato (2003) mengatakan bahwa dalam membangun transportasi laut nasional, kebijakan kelautan yang dikembangkan harus ditinjau dari empat aspek, yakni pertama dari aspek perangkat lunak. Caranya dengan mengembangkan berbagai kebijakan yang mendukung, termasuk meratifikasi hukum-hukum laut internasional yang mendorong berkembangnya pelayaran nasional. Kalau perlu sebagai langkah awal bekerja sama dengan pelayaran asing baik secara regional maupun bilateral. Indonesia perlu meratifikasi beberapa konvensi internasional menyangkut private maritime law dengan menyesuaikan ketentuan-ketentuan hukum pusat maritim di Indonesia dengan ketentuan-ketentuan internasional tersebut. Agar armada nasional berkembang, maka peraturan yang memberatkan, kebijakan perpajakan yang terlalu tinggi serta berbagai penyebab ekonomi biaya tinggi lainnya, harus dihilangkan. Berikutnya adalah aspek perangkat keras. Untuk itu perlu kebijakan yang meningkatkan jumlah armada pelayaran nasional, baik untuk kapal niaga maupun kapal penumpang, dengan cara merumuskan kebijakan tentang pengembangan industri perkapalan nasional. Adalah suatu ironi, sebuah negara kepulauan semacam Indonesia tidak memiliki industri perkapalan yang tangguh. Berkembangnya industri perkapalan diharapkan meningkatkan armada transportasi laut nasional. Ini selanjutnya akan meningkatkan perdagangan domestik antarpulau dan membuka akses keterisolasian bagi daerah-daerah yang berada di pulau-pulau kecil perbatasan seperti Pulau Nias, Natuna, Weh, dan Miangas. Dengan demikian, perekonomian masyarakat di pulau-pulau perbatasan dapat lebih berkembang lagi. Industri perkapalan akan menunjang jasa perhubungan antarpulau di daerah yang berbasiskan kepulauan seperti Maluku, Riau Kepulauan, Bangka Belitung, NTT, dan NTB, maupun Irian Jaya, sekaligus industri pariwisata baharinya. Daerah-daerah yang memiliki taman laut seperti Bunaken, Wakatobi, Pulau Tujuh, dan Takabonerate, tentu bisa berkembang lebih baik lagi. Hal lain yang perlu dikembangkan adalah pelabuhan hubport di Kawasan Timur maupun Kawasan Barat Indonesia untuk meningkatkan perolehan devisa negara yang selama ini mengalir ke Singapura atau Malaysia. Pelabuhan hubport selain Tanjung Priok juga perlu dipertimbangkan di Pelabuhan Sabang di Nanggroe Aceh Darussalam dan Makassar di Sulawesi Selatan. Ini akan mengurangi kehilangan devisa yang nilainya sebesar Rp 2,7 triliun setiap tahun akibat aktivitas pelabuhan transit hubport di negara lain (Kamaluddin, 2003).

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Transportasi Laut

Pengembangan transportasi laut dapat didekati dengan pengembangan suatu sistem. Sistem merupakan kumpulan dari berbagai elemen yang saling mempengaruhi dan mengarah pada suatu pencapaian tujuan tertentu. Pendekatan sistem dalam menganalisis pengembangan transportasi laut artinya mencoba untuk mengurai sistem transportasi maritim secara menyeluruh menjadi beberapa sub sistem yang lebih kecil dimana satu sama lain saling terkait dan saling mempengaruhi. Setiap tata guna lahan atau sistem kegiatan mempunyai jenis kegiatan tertentu yang akan membangkitkan pergerakan dan akan menarik pergerakan dalam proses pemenuhan kebutuhan. Sistem tersebut dapat terdiri dari pola kegiatan sosial, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain. Kegiatan yang timbul dalam sistem ini membutuhkan pergerakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan yang perlu dilakukan yang tidak dapat dipenuhi oleh potensi setempat. Besarnya pergerakan sangat berkaitan erat dengan jenis dan intensitas kegiatan yang dilakukan.Pergerakan yang berupa pergerakan manusia dan atau barang tersebut jelas membutuhkan moda transportasi (sarana) dan media (prasarana) tempat moda transportasi tersebut bergerak. Prasarana transportasi yang diperlukan merupakan sistem mikro yang kedua yang dikenal dengan sistem jaringan yang meliputi jaringan jalan raya, kereta api, terminal, bandara dan pelabuhan laut.Interaksi antara sistem kegiatan dan sistem jaringan ini menghasilkan pergerakan manusia dan atau barang dalam bentuk pergerakan kendaraan dalam konteks ini adalah pergerakan kapal laut. Suatu sistem mikro yang ketiga yaitu sistem pergerakan yang aman, nyaman, murah, handal, dan sesuai dengan lingkungannya dapat tercipta jika pergerakan tersebut diatur oleh sistem rekayasa dan manajemen lalu lintas yang baik

1.   Rumusan masalah.

      A.   Identifikasi masalah

             Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat disusun identifikasi masalah                        

             Sebagai berikut  :

             a.   system kegiatan transportasi maritim

             b.   system jaringan prasarana transportasi laut

             c.   system pergerakan lalu lintas laut

             d.   system kelembagaan bidang maritim

 

       B.   Pembatasan Masalah

 

       Transportasi laut juga membuka akses dan menghubungkan wilayah pulau,  

               baik    daerah  sudah yang maju maupun  yang   masih terisolasi. Sebagai  

               negara   kepulauan  (  archipelagic  state  ),     Indonesia  memang   amat    

               membutuhkan  transportasi laut, namun, Indonesia ternyata belum

               memiliki    armada    kapal  yang   memadai  dari   segi   jumlah   maupun

               kapasitasnya.

C.   Pokok Permasalahan

Pentingnya suatu kebijakan yang kondusif untuk industry pelayaran, maka Peningkatan kualitas SDM yang menangani transportasi sangatlah diperlukan.  Karena negara Indonesia adalah negara kepulauan maka keperluan sarana transportasi laut diperlukan. Mengingat jumlah pulau kita yang 17 ribu buah lebih maka sangatlah diperlukan industri maritim yang bisa membantu memproduksi sarana yang membantu kelancaran transportasi antar pulau tersebut. Potensi pengembangan industri maritim Indonesia sangat besar, mengingat secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau. Untuk menjangkau dan meningkatkan assesbilitas pulau dapat dihubungkan melalui peran dari sarana transportasi laut (kapal, perahu, dan sebagainya). Pembangunan industri maritim, baik perkapalan, dok, bangunan lepas pantai: anjungan minyak dan lain-lain, serta industri penunjang lain sangat penting dalam meningkatkan peran laut sebagai pemersatu bangsa selain sebagai sarana penghubung antar daerah/pulau. Industri perkapalan untuk membuat kapal-kapal baru sangat diperlukan untuk pengembangan armada nasional guna melaksanakan cabotage lebih efektif

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: