Riski iwan kurniawan. Bp3ip STMT 11

Nama: Riski Iwan Kurniawan

NIM : 244308060

Tugas Perorangan Seminar,  Skripsi Bab I.

                                                BAB     I

                                        PENDAHULUAN             

 

  1. A.     Latar Belakang  Masalah

            Dalam perkembangan ilmu dan teknologi modern serta semakin pesatnya dunia kemaritiman baik pelayaran nasional dan international banyak hal yang harus diperhatikan didalam dunia maritiman, baik dalam masalah kelaikan kapal untuk berlayar, keselamatan kapal itu sendiri dan lingkungan yang dilayarinya serta keamanan kapal itu sendiri terhadap lingkungan dimana kapal itu berada. Didalam perkembangan factor keamanan di lingkungan laut banyak menyoroti tentang   musibah terhadap ancaman keamanan kapal yang mana meliputi perampasan dan pencuriaan,penyelundupan obat/bahan terlarang imigran gelap dan penumpang gelap,pembajakan dan perampokan kapal,sabotase serta teroris,berdasarkan atas itulah maka dunia international kemaritiman mengeluarkan ketentuan international yang mana ketentuan ini berlatar belakang pada peristiwa pengeboman gedung (WTC) World Trade Center di Amerika Serikat 11 September 2003 lalu.Sejak serangan yang tak terduga itu, Negara-negara maju terutama Amerika Serikat   berusaha membuat ketentuan baru untuk mendeteksi dan mengulangi kemungkinan terjadinya serangan teroris di segala aspek termasuk di sector maritime.Salah satu ketentuan  baru itu adalah ISPS Code ( International Ships and Port Facility  Security Code).ISPS sendiri adalah Suatu code yang bertujuan untuk mematikan kapal dalam kondisi yang siap dalam hal keamanan untuk mencegah terjadinya ancaman-ancaman terhadap keamanan kapal. Dalam meningkatkan mutu keamanan diatas kapal, diperlukan pengetahuan dan ketrampilan dalam menangani hal ini,mengingat asset perusahaan merupakan hal yang penting,dan yang paling penting adalah keselamatan jiwa yang merupakan asset paling tinggi dalam menangani permasalahan keamanan.

            Maka dari itu sekarang sistim keamanan kapal dan pelabuhan yang disebut ISPS  Code harus di berlakukan diatas setiap kapal dan pelabuhan.Sehingga antara kapal dan pelabuhan mempunyai koordinasi dalam hal ini,Di dalam meningkatkan  pelayanan penerimaan pegawai diatas kapal tidak hanya menekankan dalam hal keahliaan dalam tindakan keselamatan yang merupakan keterampilan khususnamun juga menekankan dalam hal keamanan kapal dengan cara sebelum naik keatas kapal harus difamiliarisasikan mengenai masalah keamanan di atas kapal, banyak kasus keamanan kapal karena kekurangan pengetahuaan yang berkenaan dengan  keamanan kapal yang berkenaan dengan keamanan bom,bajak laut terorisme,penyelundupan narkoba, Imigran iligal, penumpang gelap dan ancaman pencurian.Fenomena ini menunjukan kekurangan kesiapan para awak kapal dalam menangani kasus –kasus yang terjadi,di mana SDM kurang memahami tindakan-tindakan apa yang harus dilaksanakan untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut,atau setidaknya meminimaliskan keadaan,walaupun faktor-faktor lain menjadi penyebab kondisi tersebut,tetapi dari banyaknya kasus yang terjadi sangat menunjukkan  kekurangan kedisiplinnan dalam mematuhi kondisi yang diharuskan dapat menyebabkan keamanan kapal terancam baik itu pada saat kapal berada di pelabuhan maupun kapal sedang berlayar.

            Untuk itulah SDM yang bekerja diatas kapal khususnya perwira harus dibekali dengan pengetahuaan dengan pendidikan dan pelatihan agar dapat menyalurkan pengetahuaan tentang keamanan kapal kepada seluruh anak buah kapal.    

            Untuk menghindari ancaman dan keamanan di atas kapal, Seluruh awak kapal wajib menjalankan latihan – latihan keamanan selatihan latihan keselamatan untuk meminimmalkan kerugiaan mental dan material dan dapat juga mengakibatkan kondisi yang fatal yaitu hilangnya nyawa.

Untuk itu setiap kegiatan latihan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan secara berkala agar jika ada kondisi maupun situasi yang menyangkut keamanan dapat diatasi, berdasarkan latar belakang itulah maka penulisan skripsi ini berjudul :  “ PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KESIAPAN ANCAMAN KEAMANAN DI ATAS KAPAL TANKER MT BALONGAN  PT. PERTAMINA (PERSERO) PERKAPALAN JAKARTA TAHUN 2009”

 

  1. B.     Perumusan Masalah.
    1. 1.      Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat disusun identifikasi masalah yang timbul sebagai berikut :   

  1. Kurangnya pengetahuan awak kapal tentang pentingnya pelatihan keamanan di atas kapal.
  2. Kurangnya disiplin awak kapal mentaati prosedur keamanan yang dapat menimbulkan ancaman keamanan.

c.  Terbatasnya alat – alat yang menunjang keamanan di atas kapal.

d. Latar belakang pendidikan yang berbeda-beda di atas kapal khususnya golongan tamtama dan bintara.

e. Keterbatasan waktu pelaksanaan latihan.

f. lamanya waktu pelayaran dari pelabuhan tolak ke pelabuhan tujuan.  

  1. 2.      Pembatasan Masalah

Oleh karena luasnya permasalahan dan agar masalah yang di bahas tidak melebar jauh, maka penulisan skripsi ini hanya akan di batasi pada pengaruh pelatihan terhadap kesiapan ancaman keamanan di atas kapal tanker MT. Balonga PT. Pertamina (Persero) Perkapalan Jakarta 2009.

 

  1. 3.      Pokok Permasalahan
    1. Bagaimana pelaksanaan pelatihan di atas kapal  Tanker MT BALONGAN    PT. Pertamina ( Persero ) Jakarta ?
    2. Bagaimana kesiapan  keamanan di atas kapal

      MT BALONGAN  PT.  Pertamina (Persero) Perkapalan Jakarta ?

  1. Bagaimana pengaruh pelatihan terhadap kesiapan ancaman keamanan  kapal Tanker MT BALONGAN PT. PERTAMINA (persero) Perkapalan Jakarta  ?
  2. C.     Tujuan dan Manfaat Penulisan
    1. 1.      Tujuan Penelitian

Bertolak dari pokok permasalahan di atas maka tujuan penelitiaan ini dapat di rumuskan  sebagai berikiut :

  1. Untuk mengetahui  pelaksanaan  pelatihan yang laksanakan di atas   kapal Tanker MT BALONGAN PT. PERTAMINA (Persero ) Perkapalan Jakarta.
  2. Untuk mengetahui Kesiapan ancaman keamanan di atas kapal Tanker PT. PERTAMINA (Persero) Perkapalan Jakarta.
  3. Untuk  mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kesiapan ancaman keamanan di atas kapal tanker PT. PERTAMINA  (Persero) Perkapalan Jakarta?

 

  1. 2.      Manfaat Penelitian
    1. Bagi Penulis

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta memahami tentang    sumber daya manusia khususnya masalah pelatihan dan kecelakaan diatas kapal tanker. Dan sebagai salah satu syarat kelulusan program Strata 1 di Sekolah Tinggi Management Transportasi Trisakti Jakarta.

  1. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan atau input dalam rangka sebagai pengambilan keputusan atau kebijaksanaandimasa dating tentang keamanan di laut terutama pada kapal MT BALONGAN PT. Pertamina (Persero) Perkapalan dimasa depan Khususnya dan kapal-kapal lainnya.

  1. Bagi Peguruan STMT Trisakti   

Sebagai informasi tambahan ilmu pengetahuan bagi hasanah akademik, dunia ilmu pengetahuan dan pembaca pada umumnya mengenai pelatihan terhadap ancaman keamanan di atas kapal tanker, sekaligus memperkaya bahan bacaan ilmiah pada perpustakaan STMT  Trisakti   Jakarta.

 

  1. D.    Metodologi Penelitian

1. Populasi dan sampel

                    Populasi yang di maksud adalah jumlah keseluruhan obyek yang di teliti

                    dalam hal ini yang berkaitan dengan data pelatihan terhadap kesiapan

                    ancaman keamanan diatas kapal – kapal tanker PT. Pertamina (persero)
                     tahun 2009.                        

                    Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti.Data yang diam

                    bil adalah data Pelatihan dan data kesiapan keamanan kapal tanker MT –              

                    Balongan Pertamina ( persero ) Jakarta  dengan jumlah  ABK = 22   –

                    Orang pada periode tahun 2009.

                                                                                                                                                                           

             2.  Metode Pengumpulan Data                       

                  Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah :

 a.  penelitiaan lapangan (Fied Reseach)

      Yaitu penelitian yang di akukan dengan cara peninjauan langsung pa-

       da obyek dilapangan yaitu di atas kapal MT BALONGAN PT. Per –

       tamina ( Persero ) Jakarta, yaitu dengan cara :

                        1)  Wawancara ( Interview ) 

       Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara bertanya langsung  

      pada pihak – pihak yang  berhubungan dengan  materi yang  di –

       bahas.

2)   Pengamatan ( Observasi )

           Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung

           dilapangan terhadap kegiatan perusahaan yang menjadi obyek pe-

            nelitian.

b.  Penelitiaan Kepustakaan ( Librari research )

      Yaitu pengumpulan data yang pendukung penelitian yang dihimpun

                         dari bahan bacaan berupa buku – buku referensi atau literatur – lite –

      ratur yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.

    

  1. 2.       Analisis Data

Pelaksanaan tehnik analisis data pada penelitian ini akan menggunakan tenik analisis regresi linier sederhana sebagai berikut :

  1.  Analisis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan proposonal antara variable X ( pelatihan ) dengan variable Y ( Kesiapan ancaman keamanan di atas kapal ) melalui rumus yang digunakan ( Anton Dajan,1986;367 ) sebagai berikut :

                                                      Y = a + bX 

        Dimana :

        Y = Variabel dependent,dalam hal ini ancaman keamanan di atas kapal

         X = Variabel independent, dalam hal ini pelatihan.

         a =  Konstanta

         b  =  Koefisien Regresi

         n  =  Jumlah sample observasi          

        Untuk mendapatkan nilai a dan b di gunakan rumus sebagai berikut :       

 

i

 

 

                                                   

 

                                                   

 

  1.  Analisis Koefisien korelasi

Koefisien korelasi merupakan alat untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan antara variable X dan Y. Adapun nilai koefisien korelasi dapat di cari dengan rumus ( Anto Dajan, 1986:376 ) sebagai berikut :

 

  Rumus :         

 

 

Dimana :

 n = jumlah sample yang digunakan

 X = Variabel dependen ( Pelatihan )

 Y = Variabel Independen (  Kesiapan ancaman Keamanan di atas kapal )

  Dari hasil perhitungan koefisien korelasi dimaksud maka :

 

1 ) Jika r = 0 atau mendekati 0 berarti hubungan antara variable X dan Y

      Sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali

.

2)      jika r = + 1 atau mendekati + 1 berarti hubungan antara variable X dan   

Y sangat kuat dan positif.

 

                  3)  Jika r = -1 atau mendekati – 1 berarti hubungan antara variable X dan 

                        Y sangat kuat namun negatif

 

                                     Pedoman untuk memberikan interpretasi

                                                  Pada koefisien korelasi

Interval Korelasi

Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199

Sangat Rendah

0,20 – 0,399

Rendah

0,40 – 0,599

Sedang

0,60 – 0,799

Kuat

0,80 – 1,000

Sangat Kuat

 

 

                                            

                                                    

 

 

                Sumber : Sugiono (2003:214)

 

 

  1.  Analisa Koefesien penentu ( Kp)

Analisis ini digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi variable X terhadap naik turunnya variable Y dalam persen (%) dengan rumus.

( J.Supranto,1988:250) sebagai berikut :

 

                    Rumus : Kp = r ² x 100%

            d.   Uji  Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan harga t- hitung dengan t – table melalui langkah – langkah sebagai berikut :

 1 )  Hipotesis awal

             a)   HO : ρ = 0, berarti pengaruh variabel X terhadap variebel Y

                  sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali.

                               b)   Ha : ρ > 0, berarti pengaruh variabel X terhadap variabel Y

                                      sangat kuat dan positif .

 

2) Menentukan nilai t hitung

      Menurut Anto Dajan ( 1986 ; 376 ) untuk menhitung nilai t hitung

       Dengan rumus :

Dimana : r = Koefesien korelasi    

                n = Jumlah sample data

3) Menentukan nilai  t table unuk mendapatkan nilai t table digunakan

     Table distribusi t pada  ά = 0,020 ; df = n – 2

4) Membandingkan t table dengan t hitung

                       a ) Jika t hitng    <     T   table maka HO diterima dan Ha ditolak

                            artinya hipotesis atau dugaan sementara tidak terbukti.

                       b) Jika t hitun     <     T    table maka HO di tolak dan Ha di terima

                           artinya hipotesis atau dugaan sementara terbukti benar.

 

E. Hipotesis

                  Berdasarkan perumsan masalah  yang ada maka dalam penelitiaan ini pen

 

nulis menggunakan hipotesis diduga terdapat hubungan yang signitifkan

 

antara pelaksanaan pelatihan dengan Kesiapan ancaman keamanan diatas

 

                   kapal tanker MT.BALONGAN  PT Pertamina ( persero ) periode

 

                  tahun 2008.

                                                                                                                                                                                                                                  

  1. E.     Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan adalah susunan pengelompokan dan uraian isi se –

 

Cara garis besar dalam penulisan skripsi yang terdiri dari 5 bab, masing

 

Masing sebagai berikut :                                                                                                                                                                                       

.

 

BAB I      : PENDAHULUAN

Bab ini memberi penjelasan tentang alas an pemilihan judul,  perumusan masalah yang meliputi identifikasi masalah, pembatasan masalah, dan pokok masalah, tujuan dan manfaat penelitian,hipotesis sistematika penulisan skripsi.

 

BAB II    : LANDASAN TEORI

Pada bab ini memuat pengertian tentang sumber daya manusia, pengertian kapal tanker,pengertian pelatihan dan ancaman keamanan,serta pengertin tentang keamanan kapal.    

 

BAB III   : GAMBARAN UMUM PT. PERTAMINA (Persero) PERKAPALAN JAKARTA

Bab ini menguraikan mengenai profil PT. Pertamina (Persero) Perkapalan Jakarta Indonesia. Pada bab ini akan dilaporkan sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan manajemen perusahaan serta kegiatan usaha perusahaan.

 

BAB IV   : ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini memuat hasil analisis pelaksanaan pelatihan, analisis keamanan di atas kapal dan analisis hubungan pelatihan  keamanan  di atas kapal dengan menggunakan rumus – rumus Statistuk yang tertera  pada Bab I.

 

BAB V   : PENUTUP

Dalam bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran-saran yang nantinya akan berguna bagi perusahaan mengenai  keamanan di atas kapal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                BAB     I

                                        PENDAHULUAN             

 

  1. A.     Latar Belakang  Masalah

            Dalam perkembangan ilmu dan teknologi modern serta semakin pesatnya dunia kemaritiman baik pelayaran nasional dan international banyak hal yang harus diperhatikan didalam dunia maritiman, baik dalam masalah kelaikan kapal untuk berlayar, keselamatan kapal itu sendiri dan lingkungan yang dilayarinya serta keamanan kapal itu sendiri terhadap lingkungan dimana kapal itu berada. Didalam perkembangan factor keamanan di lingkungan laut banyak menyoroti tentang   musibah terhadap ancaman keamanan kapal yang mana meliputi perampasan dan pencuriaan,penyelundupan obat/bahan terlarang imigran gelap dan penumpang gelap,pembajakan dan perampokan kapal,sabotase serta teroris,berdasarkan atas itulah maka dunia international kemaritiman mengeluarkan ketentuan international yang mana ketentuan ini berlatar belakang pada peristiwa pengeboman gedung (WTC) World Trade Center di Amerika Serikat 11 September 2003 lalu.Sejak serangan yang tak terduga itu, Negara-negara maju terutama Amerika Serikat   berusaha membuat ketentuan baru untuk mendeteksi dan mengulangi kemungkinan terjadinya serangan teroris di segala aspek termasuk di sector maritime.Salah satu ketentuan  baru itu adalah ISPS Code ( International Ships and Port Facility  Security Code).ISPS sendiri adalah Suatu code yang bertujuan untuk mematikan kapal dalam kondisi yang siap dalam hal keamanan untuk mencegah terjadinya ancaman-ancaman terhadap keamanan kapal. Dalam meningkatkan mutu keamanan diatas kapal, diperlukan pengetahuan dan ketrampilan dalam menangani hal ini,mengingat asset perusahaan merupakan hal yang penting,dan yang paling penting adalah keselamatan jiwa yang merupakan asset paling tinggi dalam menangani permasalahan keamanan.

            Maka dari itu sekarang sistim keamanan kapal dan pelabuhan yang disebut ISPS  Code harus di berlakukan diatas setiap kapal dan pelabuhan.Sehingga antara kapal dan pelabuhan mempunyai koordinasi dalam hal ini,Di dalam meningkatkan  pelayanan penerimaan pegawai diatas kapal tidak hanya menekankan dalam hal keahliaan dalam tindakan keselamatan yang merupakan keterampilan khususnamun juga menekankan dalam hal keamanan kapal dengan cara sebelum naik keatas kapal harus difamiliarisasikan mengenai masalah keamanan di atas kapal, banyak kasus keamanan kapal karena kekurangan pengetahuaan yang berkenaan dengan  keamanan kapal yang berkenaan dengan keamanan bom,bajak laut terorisme,penyelundupan narkoba, Imigran iligal, penumpang gelap dan ancaman pencurian.Fenomena ini menunjukan kekurangan kesiapan para awak kapal dalam menangani kasus –kasus yang terjadi,di mana SDM kurang memahami tindakan-tindakan apa yang harus dilaksanakan untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut,atau setidaknya meminimaliskan keadaan,walaupun faktor-faktor lain menjadi penyebab kondisi tersebut,tetapi dari banyaknya kasus yang terjadi sangat menunjukkan  kekurangan kedisiplinnan dalam mematuhi kondisi yang diharuskan dapat menyebabkan keamanan kapal terancam baik itu pada saat kapal berada di pelabuhan maupun kapal sedang berlayar.

            Untuk itulah SDM yang bekerja diatas kapal khususnya perwira harus dibekali dengan pengetahuaan dengan pendidikan dan pelatihan agar dapat menyalurkan pengetahuaan tentang keamanan kapal kepada seluruh anak buah kapal.    

            Untuk menghindari ancaman dan keamanan di atas kapal, Seluruh awak kapal wajib menjalankan latihan – latihan keamanan selatihan latihan keselamatan untuk meminimmalkan kerugiaan mental dan material dan dapat juga mengakibatkan kondisi yang fatal yaitu hilangnya nyawa.

Untuk itu setiap kegiatan latihan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan secara berkala agar jika ada kondisi maupun situasi yang menyangkut keamanan dapat diatasi, berdasarkan latar belakang itulah maka penulisan skripsi ini berjudul :  “ PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KESIAPAN ANCAMAN KEAMANAN DI ATAS KAPAL TANKER MT BALONGAN  PT. PERTAMINA (PERSERO) PERKAPALAN JAKARTA TAHUN 2009”

 

  1. B.     Perumusan Masalah.
    1. 1.      Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat disusun identifikasi masalah yang timbul sebagai berikut :   

  1. Kurangnya pengetahuan awak kapal tentang pentingnya pelatihan keamanan di atas kapal.
  2. Kurangnya disiplin awak kapal mentaati prosedur keamanan yang dapat menimbulkan ancaman keamanan.

c.  Terbatasnya alat – alat yang menunjang keamanan di atas kapal.

d. Latar belakang pendidikan yang berbeda-beda di atas kapal khususnya golongan tamtama dan bintara.

e. Keterbatasan waktu pelaksanaan latihan.

f. lamanya waktu pelayaran dari pelabuhan tolak ke pelabuhan tujuan.  

  1. 2.      Pembatasan Masalah

Oleh karena luasnya permasalahan dan agar masalah yang di bahas tidak melebar jauh, maka penulisan skripsi ini hanya akan di batasi pada pengaruh pelatihan terhadap kesiapan ancaman keamanan di atas kapal tanker MT. Balonga PT. Pertamina (Persero) Perkapalan Jakarta 2009.

 

  1. 3.      Pokok Permasalahan
    1. Bagaimana pelaksanaan pelatihan di atas kapal  Tanker MT BALONGAN    PT. Pertamina ( Persero ) Jakarta ?
    2. Bagaimana kesiapan  keamanan di atas kapal

      MT BALONGAN  PT.  Pertamina (Persero) Perkapalan Jakarta ?

  1. Bagaimana pengaruh pelatihan terhadap kesiapan ancaman keamanan  kapal Tanker MT BALONGAN PT. PERTAMINA (persero) Perkapalan Jakarta  ?
  2. C.     Tujuan dan Manfaat Penulisan
    1. 1.      Tujuan Penelitian

Bertolak dari pokok permasalahan di atas maka tujuan penelitiaan ini dapat di rumuskan  sebagai berikiut :

  1. Untuk mengetahui  pelaksanaan  pelatihan yang laksanakan di atas   kapal Tanker MT BALONGAN PT. PERTAMINA (Persero ) Perkapalan Jakarta.
  2. Untuk mengetahui Kesiapan ancaman keamanan di atas kapal Tanker PT. PERTAMINA (Persero) Perkapalan Jakarta.
  3. Untuk  mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kesiapan ancaman keamanan di atas kapal tanker PT. PERTAMINA  (Persero) Perkapalan Jakarta?

 

  1. 2.      Manfaat Penelitian
    1. Bagi Penulis

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta memahami tentang    sumber daya manusia khususnya masalah pelatihan dan kecelakaan diatas kapal tanker. Dan sebagai salah satu syarat kelulusan program Strata 1 di Sekolah Tinggi Management Transportasi Trisakti Jakarta.

  1. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan atau input dalam rangka sebagai pengambilan keputusan atau kebijaksanaandimasa dating tentang keamanan di laut terutama pada kapal MT BALONGAN PT. Pertamina (Persero) Perkapalan dimasa depan Khususnya dan kapal-kapal lainnya.

  1. Bagi Peguruan STMT Trisakti   

Sebagai informasi tambahan ilmu pengetahuan bagi hasanah akademik, dunia ilmu pengetahuan dan pembaca pada umumnya mengenai pelatihan terhadap ancaman keamanan di atas kapal tanker, sekaligus memperkaya bahan bacaan ilmiah pada perpustakaan STMT  Trisakti   Jakarta.

 

  1. D.    Metodologi Penelitian

1. Populasi dan sampel

                    Populasi yang di maksud adalah jumlah keseluruhan obyek yang di teliti

                    dalam hal ini yang berkaitan dengan data pelatihan terhadap kesiapan

                    ancaman keamanan diatas kapal – kapal tanker PT. Pertamina (persero)
                     tahun 2009.                        

                    Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti.Data yang diam

                    bil adalah data Pelatihan dan data kesiapan keamanan kapal tanker MT –              

                    Balongan Pertamina ( persero ) Jakarta  dengan jumlah  ABK = 22   –

                    Orang pada periode tahun 2009.

                                                                                                                                                                           

             2.  Metode Pengumpulan Data                       

                  Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah :

 a.  penelitiaan lapangan (Fied Reseach)

      Yaitu penelitian yang di akukan dengan cara peninjauan langsung pa-

       da obyek dilapangan yaitu di atas kapal MT BALONGAN PT. Per –

       tamina ( Persero ) Jakarta, yaitu dengan cara :

                        1)  Wawancara ( Interview ) 

       Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara bertanya langsung  

      pada pihak – pihak yang  berhubungan dengan  materi yang  di –

       bahas.

2)   Pengamatan ( Observasi )

           Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung

           dilapangan terhadap kegiatan perusahaan yang menjadi obyek pe-

            nelitian.

b.  Penelitiaan Kepustakaan ( Librari research )

      Yaitu pengumpulan data yang pendukung penelitian yang dihimpun

                         dari bahan bacaan berupa buku – buku referensi atau literatur – lite –

      ratur yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.

    

  1. 2.       Analisis Data

Pelaksanaan tehnik analisis data pada penelitian ini akan menggunakan tenik analisis regresi linier sederhana sebagai berikut :

  1.  Analisis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan proposonal antara variable X ( pelatihan ) dengan variable Y ( Kesiapan ancaman keamanan di atas kapal ) melalui rumus yang digunakan ( Anton Dajan,1986;367 ) sebagai berikut :

                                                      Y = a + bX 

        Dimana :

        Y = Variabel dependent,dalam hal ini ancaman keamanan di atas kapal

         X = Variabel independent, dalam hal ini pelatihan.

         a =  Konstanta

         b  =  Koefisien Regresi

         n  =  Jumlah sample observasi          

        Untuk mendapatkan nilai a dan b di gunakan rumus sebagai berikut :       

 

i

 

 

                                                   

 

                                                   

 

  1.  Analisis Koefisien korelasi

Koefisien korelasi merupakan alat untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan antara variable X dan Y. Adapun nilai koefisien korelasi dapat di cari dengan rumus ( Anto Dajan, 1986:376 ) sebagai berikut :

 

  Rumus :         

 

 

Dimana :

 n = jumlah sample yang digunakan

 X = Variabel dependen ( Pelatihan )

 Y = Variabel Independen (  Kesiapan ancaman Keamanan di atas kapal )

  Dari hasil perhitungan koefisien korelasi dimaksud maka :

 

1 ) Jika r = 0 atau mendekati 0 berarti hubungan antara variable X dan Y

      Sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali

.

2)      jika r = + 1 atau mendekati + 1 berarti hubungan antara variable X dan   

Y sangat kuat dan positif.

 

                  3)  Jika r = -1 atau mendekati – 1 berarti hubungan antara variable X dan 

                        Y sangat kuat namun negatif

 

                                     Pedoman untuk memberikan interpretasi

                                                  Pada koefisien korelasi

Interval Korelasi

Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199

Sangat Rendah

0,20 – 0,399

Rendah

0,40 – 0,599

Sedang

0,60 – 0,799

Kuat

0,80 – 1,000

Sangat Kuat

 

 

                                            

                                                    

 

 

                Sumber : Sugiono (2003:214)

 

 

  1.  Analisa Koefesien penentu ( Kp)

Analisis ini digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi variable X terhadap naik turunnya variable Y dalam persen (%) dengan rumus.

( J.Supranto,1988:250) sebagai berikut :

 

                    Rumus : Kp = r ² x 100%

            d.   Uji  Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan harga t- hitung dengan t – table melalui langkah – langkah sebagai berikut :

 1 )  Hipotesis awal

             a)   HO : ρ = 0, berarti pengaruh variabel X terhadap variebel Y

                  sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali.

                               b)   Ha : ρ > 0, berarti pengaruh variabel X terhadap variabel Y

                                      sangat kuat dan positif .

 

2) Menentukan nilai t hitung

      Menurut Anto Dajan ( 1986 ; 376 ) untuk menhitung nilai t hitung

       Dengan rumus :

Dimana : r = Koefesien korelasi    

                n = Jumlah sample data

3) Menentukan nilai  t table unuk mendapatkan nilai t table digunakan

     Table distribusi t pada  ά = 0,020 ; df = n – 2

4) Membandingkan t table dengan t hitung

                       a ) Jika t hitng    <     T   table maka HO diterima dan Ha ditolak

                            artinya hipotesis atau dugaan sementara tidak terbukti.

                       b) Jika t hitun     <     T    table maka HO di tolak dan Ha di terima

                           artinya hipotesis atau dugaan sementara terbukti benar.

 

E. Hipotesis

                  Berdasarkan perumsan masalah  yang ada maka dalam penelitiaan ini pen

 

nulis menggunakan hipotesis diduga terdapat hubungan yang signitifkan

 

antara pelaksanaan pelatihan dengan Kesiapan ancaman keamanan diatas

 

                   kapal tanker MT.BALONGAN  PT Pertamina ( persero ) periode

 

                  tahun 2008.

                                                                                                                                                                                                                                  

  1. E.     Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan adalah susunan pengelompokan dan uraian isi se –

 

Cara garis besar dalam penulisan skripsi yang terdiri dari 5 bab, masing

 

Masing sebagai berikut :                                                                                                                                                                                       

.

 

BAB I      : PENDAHULUAN

Bab ini memberi penjelasan tentang alas an pemilihan judul,  perumusan masalah yang meliputi identifikasi masalah, pembatasan masalah, dan pokok masalah, tujuan dan manfaat penelitian,hipotesis sistematika penulisan skripsi.

 

BAB II    : LANDASAN TEORI

Pada bab ini memuat pengertian tentang sumber daya manusia, pengertian kapal tanker,pengertian pelatihan dan ancaman keamanan,serta pengertin tentang keamanan kapal.    

 

BAB III   : GAMBARAN UMUM PT. PERTAMINA (Persero) PERKAPALAN JAKARTA

Bab ini menguraikan mengenai profil PT. Pertamina (Persero) Perkapalan Jakarta Indonesia. Pada bab ini akan dilaporkan sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan manajemen perusahaan serta kegiatan usaha perusahaan.

 

BAB IV   : ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini memuat hasil analisis pelaksanaan pelatihan, analisis keamanan di atas kapal dan analisis hubungan pelatihan  keamanan  di atas kapal dengan menggunakan rumus – rumus Statistuk yang tertera  pada Bab I.

 

BAB V   : PENUTUP

Dalam bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran-saran yang nantinya akan berguna bagi perusahaan mengenai  keamanan di atas kapal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: